Download viskositas.pdf PDF

Titleviskositas.pdf
File Size4.7 MB
Total Pages35
Document Text Contents
Page 1

LABORATORIUM

KIMIA FISIKA



Percobaan : VISKOSITAS

Kelompok : II A

Nama :

1. Siti Kartikatul Qomariyah NRP. 2313 030 081



Tanggal Percobaan : 04 Desember 2013

Tanggal Penyerahan : 09 Desember 2013

Dosen Pembimbing : Nurlaili Humaidah, S.T., M.T.

Asisten Laboratorium : Dhaniar Rulandri W.









PROGRAM STUDI D3 TEKNIK KIMIA

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

SURABAYA

2013

Page 2

i

ABSTRAK


Percobaan ini bertujuan untuk menghitung harga koefisien viskositas dari aquadest, Vialli
White Coffee dan Soklin Pewangidengan variabel suhu sebesar 23oC, 33oC, dan 43oC menggunakan
Viskositas Ostwald.Serta untuk menghitung densitas dari aquadest, Vialli White Coffee dan Soklin
Pewangidengan variabel suhu sebesar 23oC, 33oC, dan 43oC.

Metode yang digunakan yaitu,pertama memasukkan aquadest ke dalam viskometer Ostwald
yang diletakkan dalam waterbath dan mengkondisikan cairan pada variabel suhu 23 C.Lalu
menghisap cairan dengan karet penghisap sehingga melewati batas atasviskometer Ostwald. Setelah
itu membiarkan cairan mengalir ke bawah hingga tepat pada batas atas.Lalu mencatat waktu yang
diperlukan larutan untuk mengalir dari batas atas ke batas bawah dengan menggunakan
stopwatch.Mengulangi percobaan tersebut dengan mengganti aquadest dengan variabelVialli White
Coffee dan Soklin Pewangi. Selain menentukan nilai viskositas, dalam percobaan ini juga
menghitung nilai densitas. Cara yang dilakukan adalah menimbang massa piknometer kosong
menggunakan timbangan berat. Lalu memasukkan aquadest ke dalam piknometer hingga penuh
mencapai ukuran maksimum piknometer 10ml. Setelah itu mengkondisikan aquadest pada suhu 23
Lalu menimbang massa total piknometer dan aquadest. Setelah itu menghitung massa aquadest
dengan cara mencari selisih massa antara massa total dan massa piknometer. Setelah itu menghitung
densitas larutan dengan cara membagi massa larutan dengan volume larutan. Setelah selesai ulangi
langkah-langkah tersebut dengan mengganti aquadest dengan variabel Vialli White Coffee dan Soklin
Pewangi.

Dari percobaan ini didapat harga viskositas dan densitas aquadest pada suhu 23 oC adalah
104, 863 cp dan 1,2 gr/ml, pada suhu 33oC adalah 94,247 cp dan 1,2 gr/ml, serta pada suhu 43 oC
adalah 86,065 cp dan 1,2 gr/ml. Untuk harga viskositas dan densitas Vialli White Coffee pada suhu
23oC adalah 74,317 cp dan 1,2 gr/ml, pada suhu 33oC adalah 98,901 cp dan 1,2 gr/ml,serta pada
suhu 43oC adalah 83,372 cp dan 1,2 gr/ml. Sedangkan untuk harga viskositas dan densitas susu Soklin
Pewangipada suhu 23oC adalah 708,925 cp dan 1,2 gr/ml, pada suhu 33oC adalah 472,012 cp dan 1,2
gr/ml, serta pada suhu 43oC adalah 572,733 cp dan 1,2 gr/ml.Hubungan viskositas dengan densitas
adalah sebanding. Jika harga viskositas naik maka harga densitas pun akan naik, begitupun
sebaliknya. Sedangkan hubungan viskositas dengan suhu adalah berbanding terbalik, semakin tinggi
suhu suatu zat cair, maka harga viskositas akan semakin kecil begitu pula sebaliknya. Untuk
hubungan antara densitas dengan suhu, semakin tinggi suhu suatu zat cair, maka harga densitas akan
semakin kecil, begitu pula sebaliknya.Dalam praktikum ini, urutan koefisien viskositas dan densitas
dari yang terkecil sampai terbesar adalah Vialli White Coffee, aquadest, dan Soklin Pewangi.

Kata Kunci : densitas, viskositas, aquadest, Vialli White Coffee, Soklin Pewangi, viskometer Ostwald,
piknometer

Page 17

II-9
Bab II Tinjauan Pustaka

Laboratorium Kimia Fisika

Cara menentukan viskositas suatu zat menggunakan alat yang dinamakan

viskometer. Ada beberapa tipe viskometer yang biasa digunakan antara lain :

a. Viskometer Kapiler / Ostwald

Viskositas dari cairan yang ditentukan dengan mengukur waktu yang dibutuhkan

bagi cairan tersebut untuk lewat antara dua tanda ketika mengalir karena gravitasi

melalui viskometer Ostwald. Waktu alir dari cairan yang diuji dibandingkan

dengan waktu yang dibutuhkan bagi suatu zat yang viskositasnya sudah diketahui

(biasanya air) untuk lewat dua tanda tersebut.


Gambar II.4 Viskometer Ostwald

b. Viskometer Hoppler

Berdasarkan hukum Stokes pada kecepatan bola maksimum, terjadi keseimbangan

sehingga gaya gesek = gaya berat – gaya Archimides. Prinsip kerjanya adalah

menggelindingkan bola(yang terbuat dari kaca) melalui tabung gelas yang berisi

zat cair yang diselidiki. Kecepatan jatuhnya bola merupakan fungsi dari harga

resiprok sampel.


Gambar II.5Viskometer Hoppler

Page 18

II-10
Bab II Tinjauan Pustaka

Laboratorium Kimia Fisika

c. Viskometer Cup dan Bob

Prinsip kerjanya sampel digeser dalam ruangan antaradinding luar dari bob dan

dinding dalam dari cup dimana bob masuk persis ditengah-tengah. Kelemahan

viskometer ini adalah terjadinya aliran sumbat yang disebabkan geseran yang

tinggi di sepanjangkeliling bagian tube sehingga menyebabkan penurunan

konsentrasi. Penurunan konsentras ini menyebabkan bagian tengah zat yang

ditekan keluar memadat. Hal ini disebut aliran sumbat.


Gambar II.6Viskometer Cup and Bob

d. Viskometer Cone dan Plate

Cara pemakaiannya adalah sampel ditempatkan ditengah-tengah papan, kemudian

dinaikkan hingga posisi di bawah kerucut. Kerucut digerakkan oleh motor dengan

bermacam kecepatan dan sampelnya digeser di dalam ruang semitransparan yang

diam dan kemudian kerucut yang berputar.


Gambar II.7Viskometer Cup and Bob

(Gina, 2010).

Page 34

viii


APPENDIKS
PERHITUNGAN TABEL IV.1.1
Menghitung waktu rata rata

Untuk menghitung waktu rata rata, dapat digunakan rumus : trata-rata =



1. Aquadest

 23 oC : trata-rata =
2,17+1,88

2 = 2,025 s

 33 oC : trata-rata =
1,73+1,91

2
= 1,82 s

 43 oC :trata-rata =
1,66+1,67

2
= 1,665 s

2. Vialli White Coffee

 23oC : trata-rata =
1,44+1,43

2
= 1,445 s

 33 oC : trata-rata =
2,06+1,76

2
= 1,91 s

 43 oC : trata-rata =
1,50+1,72

2
= 1,61 s

3 Soklin Pewangi

 23 oC : trata-rata =
14,61+12,77

2
= 13,69 s

 33 oC : trata-rata =
8,29+8,94

2
= 9,115 s

 43 oC : trata-rata =
10,83+11,29

2
= 11,06 s

PERHITUNGAN TABEL IV.1.2
Menghitung Densitas Aquadest, Vialli White Coffee, dan Soklin Pewangi

Untuk menghitung densitas, dapat digunakan rumus : =
1. Aquades

 23 oC : = 24,5
10

= 1,2 g/ml

 33 oC : = 24,5
10

= 1,2 g/ml

 43 oC : = 24,5
10

= 1,2 g/ml


2. Vialli White Coffee

 23oC : = 24,5
10

`= 1,2 g/ml

 33 oC : = 24,5
10

= 1,2 g/ml

 43 oC : = 24,5
10

= 1,2 g/ml
3. Soklin Pewangi

 230 oC : = 24,5
10

= 1,2 g/ml

Page 35

ix


 33 oC : = 24,5
10

= 1,2 g/ml

 43 oC : = 24,5
10

= 1,2 g/ml
PERHITUNGAN TABEL IV.3
Menghitung Koefisien Viskositas Aquadest, Susu Kental Indomilk, dan Santan Kara

Untuk menghitung densitas, dapat digunakan rumus :





1. Aquades

 23 oC :
3,14 x 1013253,93 x0,34x 2,025

8 x 3 x 10
= 104,863 cp

 33 oC :
3,14 x 1013253,93 x 0,34x 1,82

8 x 3 x 10
= 94,247 cp

 43 oC :
3,14 x 1013253,93 x 0,34x 1,665

8 x 3 x 10
= 86,065 cp

2. Vialli White Coffe

 23 oC :
3,14 x 1013253,93 x0,34x 1,435

8 x 3 x 10
= 74,310 cp

 33 oC :
3,14 x 1013253,93 x 0,34x 1,91

8 x 3 x 10
= 98,901 cp

 43 oC :
3,14 x 1013253,93 x 0,34x 1,61

8 x 3 x 10
= 83,372 cp

3. Soklin Pewangi

 23 oC :
3,14 x 1013253,93 x 0,34x13,69

8 x 3 x 10
= 708,925 cp

 33 oC :
3,14 x 1013253,93 x 0,34x 9,115

8 x 3 x 10
= 472,012 cp

 43oC :
3,14 x 1013253,93 x 0,34x 11,06

8 x 3 x 10
= 572,733 cp



Similer Documents