Download TUGAS 2 PDF

TitleTUGAS 2
File Size139.0 KB
Total Pages9
Document Text Contents
Page 6

perusahaan akan ditinggalkan oleh pelanggannya, sebab pelanggan memiliki informasi harga

 pasar ( pasar efisien ). Dengan demikian untuk memaksimumkan profitnya, perusahaan akan

menentukan tingkat input dan output optimalnya.

Untuk memperoleh profit yang maksimal, perusahaan berupaya memperbesar perbedaan antara

 pendapatan dengan biayanya. Semakin besar perbedaan maka akan semakin besar tingkat

keuntungan perusahaan. Pada pasar persaingan sempurna, dimana perusahaan sebagai price taker,

maka upaya untuk memaksimalisasi profit dapat dilakukan dengan mengefisienkan penggunaan

sumber daya dan mengoptimalkan produksinya.

Kurva Penawaran Tenaga

Kerja Kurva penawaran tenaga kerja yaitu hubungan antara jam kerja dan tingkat upah.

Misalkan seseorang akan memasuki pasar kerja jika upah yang ditawarkan melebihi dari upah

reservasi (w). Pada tingkat upah diatas upah reservasi, kurva penawaran tenaga kerja memiliki

slope positif sampai pada titik tertentu. Keadaan selanjutnya akan berubah jika seseorang

kesejahteraannya sudah baik atau mempunyai suatu keahlian yang lebih dan jumlah jam kerja

yang ditawarkan semakin berkurang pada saat upah meningkat yang mengakibatkan slope kurva

 penawaran tenaga kerja menjadi negatif. Kurva ini disebut kurva penawaran tenaga kerja

melengkung ke belakang (backward bending labour supply curve).

Gamabar 1 Kurva Penawaran Tenaga Kerja

Permintaan Tenaga Kerja

Yang dimaksud dengan jangka pendek adalah adalah jangka waktu dimana minimal satu input

dalam produksi tidak dapat diubah. Berkaitan dengan model di atas, kita membuat asumsi

 bahwa :

1. modal tidak dapat diubah atau tetap sedang tenaga kerjanya dapat diubah.

2. perusahaan menjual outputnya dalam pasar persaingan sempurna, ia membeli inputnya juga

Page 7

dalam pasar persaingan sempurna.

Dalam memperkirakan berapa tenaga kerja yang perlu ditambah, perusahaan akan melihat

tambahan hasil marginal dari penambahan seorang karyawan tersebut. Selain itu, perusahaan

akan menghitung jumlah uang yang akan diterima dengan adanya tambahan hasil marginal.

Jumlah uang yang dinamakan penerimaan marginal (VMPPL) yaitu nilai dari MPPL dikalikan

dengan harga per unit barang. (simanjuntak, 1998).

Jumlah biaya yang dikeluarkan pengusaha sehubungan dengan mempekerjakan mempekerjakan

tambahan seorang karyawan adalah upahnya sendiri (W) dan dinamakakan biaya marginal (MC).

Bila tambahan penerimaan marginal (MR) lebih besar dari biaya mempekerjakan seorang yang

memnghasilkan (W), maka mempekerjakan tambahan orang tersebut akan menambah

keuntungan pengusaha. Dengan kata lain dalam rangka menambah keuntungan, pengusaha

senantiasa akan terus menambah jumlah karyawan selama MR lebih besar dari MC.

Dari teori perilaku produsen diketahui bahwa posisi keuntungan maksimum (posisi

keseimbangan) produsen tercapai apabila memenuhi syarat:

MR = MC

Dalam hal ini MR merupakan nilai rupiah produksi marginal yang diperoleh dari mengalikan

harga produk yang berlaku dengan produksi marginal. Sehingga dapat dibuat persamaan sebagai

 berikut :

VMP = P.MPTK 

Jumlah nilai VMP menggambarkan tambahan pendapatan yang diterima oleh pengusaha bila

menambah penggunaan tenaga kerja satu unit lagi.

Bila perusahaan menggunakan garis wage rate sebagai dasar maka tambahan biaya yang harus

dibayar perusahaan adalah sama dengan tingkat upah (W) berfungsi sebagai MC adalah W ,

sehingga posisi optimal adalah :

VMP = W

Jadi dalam rangka menambah keuntungan, pengusaha akan terus menambah jumlah karyawan

selama MR lebih besar dari pada W , sehingga dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 2 Fungsi Permintaan Tenaga Kerja

Similer Documents