Download Tanggap Bencana Gempa Bumi PDF

TitleTanggap Bencana Gempa Bumi
File Size315.3 KB
Total Pages10
Document Text Contents
Page 5

menyelamatkan diri atau keluar secara aman dan tidak panik saat menggunakan

tangga darurat di gedung-gedung tinggi saat keluar dari pusat perbelanjaan, pasar, dan

sekolah, serta cara berlindung di tempat yang aman saat gempa terjadi. Latihan dalam

evakuasi gempa tersebut merupakan pendidikan dalam mitigasi gempa yang sangat

penting dilakukan. Seharusnya latihan dan simulasi hal ini merupakan kurikulum

wajib yang harus dilakukan setiap tahun bagi semua sekolah, kantor dan tempat-

tempat umum lainnya. Sehingga kelemahan dan kekurangan yang terjadi senantiasa

dapat diperbaiki.

 Tanggap darurat gempa adalah mitigasi lain yang harus dipersiapkan saat terjadinya

bencana. Peningkatan kemampuan menghadapi ancaman dengan cara pemberian

pengetahuan dan keterampilan tentang pertolongan pertama, penyiapan peralatan

kesehatan dan kebutuhan dasar, Organisasi tanggap darurat yang telah dibentuk

pemerintah sampai tingkat pemerintahan tertentu di daerah jangan hanya sekedar di

atas kertas. Perlu terus dilakukan reorganisasi dan konsolidasi secara berkala sehingga

saat terjadi bencana organisasi Tanggap Darurat di daerah hanya menjadi macan

ompong.

 Mitigasi nonstruktural dapat dilakukan dengan memperkenalkan atau

menerapkan asuransi bencana di daerah yang rawan sehingga masyarakat tidak

harus menunggu bantuan pemerintah atau donatur saat harus melakukan pemulihan

pascabencana dan masyarakat dapat kembali melakukan berbagai aktivitas sosial dan

ekonomi lebih segera.

Tabel 1. Pilihan tindakan penanggulangan bencana berdasarkan perkiraan

ancaman bahaya



Pencegahan dan mitigasi Kesiapsiagaan

Tindakan pencegahan yang tergolong

dalam mitigasi pasif antara lain adalah:

- Pembuatan peta rawan bencana dan

pemetaan masalah

- Pembuatan pedoman/ standar/

prosedur

- Pembuatan brosur/leaflet/poster

mengenai bencana gempa bumi

Upaya kesiapsiagaan dilakukan pada saat

bencana mulai teridentifikasi akan terjadi,

kegiatan yang dilakukan antara lain:

- Pengaktifan pos-pos siaga

bencana dengan segenap unsur

pendukungnya.

- Pelatihan siaga / simulasi / gladi /

teknis bagi setiap sector

Page 7

Melihat pentingnya upaya mitigasi bencana alam tersebut, tampaknya harus segera

dilakukan oleh semua pihak yang diprakarsai oleh departemen sosial. Mitigasi gempa

tersebut harus dilakukan secara terpadu, terus-menerus, dan dilakukan semua pihak, sehingga

kerugian cacat fisik, jiwa dan harta benda,dapat diminimalkan. Berbagai kejadian

mengenaskan yang terjadi dalam bencana gempa tersebut adalah merupakan pengalaman

berharga. Seringkali penyesalan itu terulang lagi hanya karena tidak ada inisiatif untuk

memulai mitigasi bencana yang sangat penting ini



ANALISIS SAAT BENCANA GEMPA BUMI

Pada Saat Tangap Darurat dilakukan Rencana Operasi (Operational Plan) yang

merupakan operasionalisasi/aktivasi dari Rencana Kedaruratan atau Rencana Kontinjensi

yang telah disusun sebelumnya.

Penyelenggaraan penanggulangan bencana pada saat tanggap darurat meliputi: (Pekep BNPB

no 4 tahun 2008)

a. pengkajian secara cepat dan tepat terhadap lokasi, kerusakan,dan sumber daya.

b. penentuan status keadaan darurat bencana.

c. penyelamatan dan evakuasi masyarakat terkena bencana.

d. pemenuhan kebutuhan dasar.

e. perlindungan terhadap kelompok rentan.

f. pemulihan dengan segera prasarana dan sarana vital.



ANALISIS PASCA BENCANA GEMPA BUMI

Penyelenggaraan penanggulangan bencana pada tahap pasca bencana meliputi: tahap

pemulihan awal, tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Tujuan umum dari pelaksanaan tiap

tahapan tersebut adalah untuk mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat di wilayah

pascabencana alam.

a. Tahap Pemulihan Awal dilaksanakan segera dalam waktu 1-3 bulan sangat

mungkin masih bersinggungan dengan kegiatan bantuan kemanusiaan, bertujuan

untuk memulihkan kondisi sosial psikologis korban bencana alam, menyediakan

tempat tinggal sementara dan pelayanan dasar seraya melakukan berbagai

persiapan bagi pelaksanaan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi.

b. Tahap Rehabilitasi dilaksanakan dalam waktu 3 – 12 bulan setelah masa tanggap

darurat sebagai respon atas berbagai isu yang bersifat mendesak dan

Page 9

 Pemulihan Sosial dan Ekonomi Masyarakat ; untuk menata kembali dan

mengembangkan pola kehidupan sosial budaya masyarakat yang lebih baik.





Tabel 1. Usaha pemulihan awal, rehabilitasi dan rekontruksi pasca gempa bumi

Pemulihan Awal Rehabilitasi dan Rekonstruksi

Pemulihan

Perumahan

dan Prasarana

Permukiman

 Penyediaan tempat tinggal

sementara

 Penyediaan pelayanan air bersih

dan sanitasi

 Persiapan pelaksanaan rehabilitasi

dan rekonstruksi

 Perbaikan rumah rusak ringan

 Identifikasi analisis risiko

terjadinya gempa bumi dalam

pembangunan kembali rumah

roboh/rusak berat/rusak ringan

dan prasarana permukiman

yang sesuai dengan standar

yang dapat mengurangi risiko

cidera/kematian.

 Memberikan pemahaman

mitigasi, kesiapsiagaan dan

pengurangan risiko bencana

bagi masyarakat

 Relokasi permukiman pada

daerah rawan bencana

(substitusi lokasi permukiman)

Pemulihan

Prasarana

Publik

 Rehabilitasi fungsi pelayanan

publik

 Penerapan rancang bangun

sesuai peraturan bagi

pemulihan prasarana publik,

bisa dijangkau masyarakat

dalam keadaan bencana terjadi.

• Peningkatan pelayanan publik

kepada masyarakat, sarana

kesehatan dan peningkatan

individual hygiene.

• Perencanaan pengurangan

risiko bencana dalam kerangka

pembangunan daerah,

Similer Documents