Download STO_KIT-SBS PDF

TitleSTO_KIT-SBS
File Size109.6 KB
Total Pages36
Table of Contents
                            STO_KIT_SBS
                        
Document Text Contents
Page 36

Komponen termokopel exhaust merupakan salah satu komponen yang penting dalam mendeteksi temperatur yang ada pada exhaust. Pada exhaust turbin terdapat 18
buah termokopel yang dipasang secara melingkar dan bertujuan untuk mengetahui berapa besar temperature gas hasil pembakaran yang terjadi. Selain itu, dengan

mengetahui temperatur pada masing-masing termokopel maka dapat diketahui pula kondisi pembakaran yang terjadi pada ruang bakar. Hal ini dilakukan dengan
melihat range temperatur tertinggi dan terendah pada termokopel , atau yang disebut temperature spread. Temperatur spread merupakan salah satu parameter yang

dapat menentukan apakah turbin bekerja dengan normal atau harus di-trip-kan karena ada ketidaknormalan dalam pengoperasian pembangkit.
Terminal dan kabel termokopel exhaust yang ada saat ini terpasang melewati ruang load gear. Di ruang load gear terdapat aliran udara panas yang berasal dari udara
hasil pendinginan generator. Udara panas ini memiliki energi kalor yang cukup untuk merusak kabel termokopel apabila terminal termokopel tersebut pemasangannya
kurang rapat. Kerusakan kabel yang terjadi akan mengakibatkan tidak adanya pembacaan temperatur pada termokopel exhaust, yang nantinya akan mempengaruhi

pembacaan temperatur spread dan menyebabkan unit trip.
Pembuatan “Pelindung Terminal Termokopel Exhaust (PeTTeX)” dirasa cukup perlu untuk menghindari terjadinya trip unit akibat kesalahan pembacaan temperature

spread yang bersumber dari rusaknya kabel termokopel akibat tidak rapatnya terminal termokopel. Potensi saving yang bisa didapatkan dapat dihitung dari jumlah kWh
yang gagal disalurkan selama unit trip akibat permasalahan ini.

Compresor adalah suatu peralatan mekanik yang berfungsi untuk memampatkan energi panas yang berasal dari udara atmosfer guna memenuhi kebutuhan proses
pembakaran dalam ruang bakar gas turbin. Dalam proses operasinya, Compresor ditunjang dengan alat bantu khusus salah satunya Air Inlet Filter yang berfungsi untuk

menyaring kotoran dan debu yang terbawa dalam udara sebelum masuk ke kompresor. Di PLTG Batanghari, pemeliharaan Air Inlet Filter umumnya dilakukan dengan
cara pergantian filter karena saringan pada filter itu sendiri terbuat dari kertas sehingga mudah sobek apabila dibersihkan dengan air ataupun udara. Untuk

meningkatkan efisiensi dari segi finansial dan menambah lifetime dari filter itu sendiri maka dibuatlah sebuah alat yang berfungsi untuk membantu menangkap debu
dan kotoran tersebut. Prinsip kerja alat ini sama seperti ElectroStatic Precipitator (ESP) pada PLTU. ElectroStatic Precipitator (ESP) adalah salah satu alternatif penangkap

debu dengan effisiensi tinggi (mencapai diatas 90%) dan rentang partikel yang didapat cukup besar.

Hoist Crane merupakan salah satu peralatan penunjang dalam kegiatan perawatan seperti MI dan HGPI, yang digunakan untuk mengangkat dan memindahkan
komponen- komponen PLTG Batanghari yang sangat berat. Peralatan ini sangat penting dalam kegiatan pemeliharaan. Apabila peralatan ini mengalami kerusakan

maka dapat menggaggu jadwal pemeliharaan MI pada PLTG. Seringnya terjadi kerusakan pada tombol kontrol crane unit 2 meskipun sudah diperbaiki bahkan sudah
diganti tombol controlnya beberapa kali, crane terkadang terus melaju meskipun tombol stopnya sudah ditekan, bahkan begitu kontrol panel mendapat daya tombol
start belum ditekan crane ini dengan sendirinya melaju, sedangkan remnya baru bekerja bila tombol stopnya ditekan terlebih lagi pembatas rel crane yang kurang
memadai, yang awalnya ada bantalannya kini sudah rusak sementara ini diganti menggunakan ban luar mobil untuk mecegah crane keluar melewati batas relnya.

Maka dari itu diperlukan proteksi tambahan terhadap crane guna menanggulangi bila tombol kontrol mengalami kerusakn kembali. Salah satu cara yang dapat
digunakan adalah dengan memasang Limit Switch pada rel crane begitu limit switch tersentuh oleh crane maka limit switch akan mengoffkan motor penggerak crane.

Karena putaran motornya tak langsung berhenti saat di-off-kan maka perlu diperkirakan jarak penempatan limit switch dari ujung rel..
Dengan pemasangan limit switch ini sebagai proteksi tambahan pada crane, hal ini dapat menghindarkan kerugiakan perusahaan yang ditimbulkan dari kerusakan yang
disebabkan oleh keluarnya crane dari rel, mengurangi anggaran untuk mengganti bantalan penahan laju crane dan melindungi peralatan dan manusia yang bekerja di

sekitarnya.

Similer Documents