Download Skkni k3 Migas PDF

TitleSkkni k3 Migas
File Size864.0 KB
Total Pages73
Document Text Contents
Page 2

2

tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dengan dirumuskannya SKKNI ini terjadi suatu hubungan timbal balik
antara dunia usaha dengan lembaga diklat yaitu bagi perusahaan/industri
harus dapat merumuskan standar kebutuhan kualifikasi SDM yang
diinginkan, untuk menjamin kesinambungan usaha atau industri.
Sedangkan pihak lembaga diklat akan menggunakan SKKNI sebagai acuan
dalam mengembangkan progam dan kurikulum pendidikan dan pelatihan.
Sementara pihak pemerintah menggunakan SKKNI sebagai acuan dalam
merumuskan kebijakan dalam pengembangan SDM secara makro.



B. TUJUAN


Penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Industri
Minyak dan Gas Bumi serta Panas Bumi Sub Sektor Industri Minyak dan
Gas Bumi Hulu Hilir (Supporting) Bidang Keselamatan dan Kesehatan
Kerja mempunyai tujuan yaitu pengembangan Sumber Daya Manusia
(SDM) yang bergerak dalam bidang keahlian tersebut di atas sesuai
dengan kebutuhan masing-masing pihak di antaranya :

1. Institusi pendidikan dan pelatihan

 Memberikan informasi untuk pengembangan program
kurikulum

 Sebagai acuan dalam penyelenggaraan pelatihan, penilaian
dan sertifikasi

2. Dunia usaha/industri dan pengguna tenaga kerja

 Membantu dalam rekruitmen tenaga kerja

 Membantu penilaian unjuk kerja

 Mengembangkan program pelatihan bagi karyawan
berdasarkan kebutuhan

 Untuk membuat uraian jabatan


3. Institusi penyelenggara pengujian dan sertifikasi

 Sebagai acuan dalam merumuskan paket-paket program
sertifikasi sesuai dengan kualifikasi dan levelnya

 Sebagai acuan dalam penyelenggaraan pelatihan, penilaian
dan sertifikasi


Selain tujuan tersebut di atas, tujuan lain dari penyusunan standar ini
adalah untuk mendapatkan pengakuan secara nasional maupun
internasional. Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan
pengakuan tersebut adalah :
1. Menyesuaikan penyusunan standar kompetensi tersebut dengan

kebutuhan industri/usaha, dengan melakukan eksplorasi data primer
dan sekunder secara komprehensif

2. Menggunakan referensi dan rujukan dari standar – standar sejenis
yang digunakan oleh negara lain atau standar internasional, agar

Page 36

36


2. Perlengkapan untuk Mengoperasikan Sound Level Meter, mencakup:

2.1. Sound Level Meter set,
2.2. Ear plug atau ear muff
2.3. Calculator


3. Tugas meliputi :

3.1. Mengoperasikan Sound Level Meter
3.2. Merawat Sound Level Meter dan mendokumentasikan data hasil

pengukuran
4. Peratuan untuk melaksanakan unit ini meliputi :

4.1. Undang Undang No. 1 tahun 1970.
4.2. Peraturan K3 migas.



PANDUAN PENILAIAN

1. Penjelasan Prosedur Penilaian :

Alat dan bahan dan tempat penilaian serta unit kompetensi yang harus
dikuasai sebelumnya yang mungkin diperlukan sebelum menguasai unit
kompetensi ini dengan unit-unit kompetensi yang terkait :
1.1. IMG.KK01.001.01 Menerapkan Peraturan dan Perundangan K3 di

tempat kerja
1.2. IMG.KK01.002.01 Menerapkan K3 di tempat kerja


2. Kondisi Penilaian :
Kondisi penilaian merupakan aspek dalam penilaian yang sangat
berpengaruh atas tercapainya kompetensi tersebut :
Penilaian dapat dilakukan dengan cara demonstrasi, simulasi di
workshop/bengkel kerja dan atau di tempat kerja.


3. Pengetahuan yang dibutuhkan :

Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai
berikut :
3.1. Teori Kebisingan


4. Keterampilan yang dibutuhkan :

Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai
berikut :
4.1. Teknik Inspeksi K3.
4.2. Teknik sampling kebisingan.


5. Aspek Kritis Penilaian

Aspek kritis merupakan sikap kerja yang harus diperhatikan, sebagai berikut :
5.1. Menunjukkan kemampuan dalam Mengoperasikan Sound Level Meter.
5.2. Kemampuan untuk merawat Sound Level Meter dan

mendokumentasikan data hasil pengukuran.



KOMPETENSI KUNCI


No. KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT

1. Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi 1

Similer Documents