Download Rumple Leed PDF

TitleRumple Leed
File Size276.6 KB
Total Pages9
Document Text Contents
Page 4

Proses koagulasi dapat dimulai melalui dua jalur, yaitu jalur ekstrinsik (extrinsic

pathway) dan jalur intrinsik (intrinsic pathway). Jalur ekstrinsik dimulai jika terjadi

kerusakan vaskuler sehingga faktor jaringan (tissue factor) mengalami pemaparan

terhadap komponen darah dalam sirkulasi. Faktor jaringan dengan bantuan kalsium

menyebabkan aktivasi faktor VII menjadi FVIIa. Kompleks FVIIa, tissue factor dan

kalsium (disebut sebagai extrinsic tenase complex) mengaktifkan faktor X menjadi

FXa dan faktor IX menjadi FIXa. Jalur ekstrinsik berlangsung pendek karena

dihambat oleh tissue factor pathway inhibitor (TFPI). Jadi jalur ekstrinsik hanya

memulai proses koagulasi, begitu terbentuk sedikit thrombin, maka thrombin akan

mengaktifkan faktor IX menjadi FIXa lebih lanjut, sehingga proses koagulasi

dilanjutkan oleh jalur intrinsik. Jalur intrinsik dimulai dengan adanya contact

activation yang melibatkan faktor XII, prekalikrein dan high molecular weigth

kinninogen (HMWK) yang kemudian mengaktifkan faktor IX menjadi FIXa. Akhir-

akhir ini peran faktor XII, HMWK dan prekalikrein dalam proses koagulasi

dipertanyakan. Proses selanjutnya adalah pembentukan intrinsic tenase complex yang

melibatkan FIXa, FVIIIa, posfolipid dari PF3 (trombosit factor 3) dan kalsium.

Intrinsic tenase complex akan mengaktifkan faktor X menjadi FXa. Langkah

berikutnya adalah pembentukan kompleks yang terdiri dari FXa, FVa, posfolipid dari

PF3 serta kalsium yang disebut sebagai prothrombinase complex yang mengubah

prothrombin menjadi thrombin yang selanjutnya memecah fibrinogen menjadi fibrin.

(Rafsan,2012)

Pemeriksaan faal hemosatasis adalah suatu pemeriksaan yang bertujuan untuk

mengetahui faal hemostatis serta kelainan yang terjadi. Pemeriksaan ini bertujuan

untuk mencari riwayat perdarahan abnormal, mencari kelainan yang mengganggu faal

hemostatis, riwayat pemakaian obat, riwayat perdarahan dalam keluarga.

Pemeriksaan faal hemostatis sangat penting dalam mendiagnosis diatesis hemoragik.

Biasanya pemeriksaan hemostasis dilakukan sebelum operasi. Beberapa klinisi

membutuhkan pemerikasaan hemostasis untuk semua penderita pre operasi, tetapi ada

juga membatasi hanya pada penderita dengan gangguan hemostasis. Yang paling

penting adalah anamnesis riwayat perdarahan. Walaupun hasil pemeriksaan

Page 6

kulit atau selaput lendir,petechiae umumnya tidak jelas dan menyakitkan.

(Arifin,2012)

Pemeriksaan dilakukan dengan menahan tekanan manset atau tensi sebesar

setengah dari jumlah tekanan sistol dan tekanan diastol. Sistole adalah bunyi yang

pertama terdengar, diastole adalah bunyi yang menghilang diantara bunyi yang

berdetak cepat, atau dapat pula dikatakan bunyi yang terakhir didengar. Kemudian

tekanan manset tersebut dipertahankan selama sepuluh menit. (Anonim,2011)

Pembendungan dilakukan pada lengan atas dengan memasang tensimeter pada

pertengahan antara tekanan sistolik dan tekanan diastolik. Tekanan itu dipertahankan

selama 10 menit. Jika percobaan ini dilakukan sebagai lanjutan masa perdarahan,

cukup dipertahankan selama 5 menit. Setelah waktunya tercapai bendungan

dilepaskan dan ditunggu sampai tanda-tanda stasis darah lenyap. Kemudian diperiksa

adanya petekia di kulit lengan bawah bagian voler, pada daerah garis tengah 5 cm

kira-kira 4 cm dari lipat siku.(Anonim,2012)

Pemeriksaan dinyatakan positif bila ditemukan perdarahan atau petechiae

sebanyak 10 buah dalam waktu 10 menit. Pemerikssan dinyatakan negatif bila dalam

waktu 10 menit tidak timbul petechiae pada area pembacaan, atau timbul petechiae

kurang dari 10 buah.(Anonim,2012)

Jika pada waktu dilakukan pemeriksaan masa perdarahan sudah terjadi petekie,

berarti percobaan pembendungan sudah positif hasilnya dan tidak perlu dilakukan

sendiri. Pada penderita yang telah terjadi purpura secara spontan, percobaan ini juga

tidak perlu dilakukan. (Anonim,2012)

Kesalahan sering terjadi saat pemeriksaan, kesalahan tersebut antara lain saat

membuat daerah pengamatan. lingkaran ini harus dibuat, diukur dengan benar, sekian

jari dari fossa cubiti, dengan diameter penampang sebesar 5 cm menggunakan

penggaris. Selain itu, bila dalam waktu kurang dari 10 menit sudah tampak lebih dari

10 buah petechiae, maka percobaan dihentikan. Bila setelah 10 menit tidak timbul

peteciae, percobaan dihentikan dan tunggu selama 5 menit. Bila tak ada perubahan

penilaiaannya negatif. Sebelum percobaan dihentikan apakah ada bekas gigitan

Page 8

http://dicerahkan.blogspot.com/2011/01/laporan-praktikum-pemeriksaan-koagulasi.html
http://dicerahkan.blogspot.com/2011/01/laporan-praktikum-pemeriksaan-koagulasi.html
http://rockapolka.blogspot.com/2012/03/bab-i-pendahuluan-hemostasisadalah.html
http://rockapolka.blogspot.com/2012/03/bab-i-pendahuluan-hemostasisadalah.html
http://nonasandha.blogspot.com/2012/02/pemeriksaan-rumple-leede-test.html

Similer Documents