Download REKRISTALISASI PDF

TitleREKRISTALISASI
File Size169.4 KB
Total Pages33
Table of Contents
                            V. HASIL DAN PEMBAHASAN
	Perhitungan
                        
Document Text Contents
Page 1

REKRISTALISASI, PEMBUATAN ASPIRIN

DAN

PENENTUAN TITIK LELEH

1. TUJUAN PERCOBAAN

1. Melakukan teknik rekristalisasi dengan baik

2. Menentukan pelarut yang sesuai untuk rekristalisai

3. Menghilangkan pengotor melalui teknik rekristalisasi

4. Melakukan pembuatan aspirin dengan cara asetilasi terhadap gugus fenol

5. Menentukan titik leleh senyawa

2. KAJIAN TEORI

1. Rekristalisasi

Rekristalisasi merupakan cara yang paling efektif untuk memurnikan zat – zat

organik dalam bentuk padat. Oleh karena itu teknik ini secara rutin digunakan

untuk pemurnian senyawa hasil sintesis atau hasil isolasi dari bahan alami,

sebelum dianalisis lebih lanjut, misalnya dengan instrumebn spektoskopi seperti

UV, IR, NMR, dan MS.

Sebagai metoda pemurnian padatan, rekristalisai memiliki sejarah yang

panjang seperti distilasi. Wa;aupun beberapa metoda yang lebih rumit telah

dikenalkan, rekristalisasi adalah metoda yang paling penting untuk pemurnian

sebabkemudahannya ( tidak perlu alat khusus ) dank arena keefektifannya. Ke

depannya rekristalisasi akan tetap metoda standar untuk memurnikan padatan.

Page 2

Metoda ini sederhana, material padayan ini terlarut dalam pelarut yang cocok

pada suhu tinggi ( pada atau dekat titik didih pelarutnya ) untuk mendapatkan

jumlah larutan jenuh atau dekat jenuh. Ketika larutan panas perlahan didinginkan,

Kristal akan mengendap karena kelarutan padatan biasanya menurun bila suhu

diturunkan. Diharapkan bahwa pengotor tidak akan pengkristal karena

konsentrasinya dalam larutan tidak terlalu tinggi untuk mencapai jenuh.

Walaupun rekristalisasi adalah metoda yang sangat sederhana, dalam

prakteknya bukan berarti mudah dilakukan. Adapun saran – saran yang

dibutuhkan untuk melakukan metoda kristalisai adalah sebagai berikut :

1. Kelarutan material yang akan dimurnikan harus memiliki ketergantungan yang

besar pada suhu. Misalnya, ketergantungan pada suhu NaCl hamper dapat

diabaikan. Jadi pemurnian NaCl dengan rekristalisasi tidak dapat dilakukan.

2. Kristal tidak harus mengendap dari larutan jenuh dengan pendinginan karena

mungkin terbentuk super jenuh. Dalam kasus semacam ini penambahan Kristal

bibt, mungkin akan efektif. Bila tak ada Kristal bibit, menggaruk dinding

mungkin akan berguna.

3. Untuk mencegah reaksi kimia antara pelarut dan zat terlarut, penggunaan pelarut

non polar lebih disarankan. Namun, pelarut non polar cenderung merupakan

pelarut yang buruk untuk senyawa polar.

4. Umumnya, pelarut dengan titik didih rendah lebih diinginkan. Namun sekali lagi

pelarut dengan titik didih lebih rendah biasanya non polar. Jadi, pemilihan pelarut

biasanya bukan masalah sederhana

Adapun tahap – tahap yang dilakukan pada proses rekristalisasi pada umumnya,

yaitu :

1. Memilih pelarut yang cocok

Page 33

http://forum.um.ac.id/index.php?PHPSESSID=2a30de9d42774cd6c1468e18c76d213a&topic=25245.0;prev_next=next#new
http://forum.um.ac.id/index.php?PHPSESSID=2a30de9d42774cd6c1468e18c76d213a&topic=25245.0;prev_next=next#new
http://forum.um.ac.id/index.php?PHPSESSID=2a30de9d42774cd6c1468e18c76d213a&topic=25245.0;prev_next=prev#new
http://forum.um.ac.id/index.php?PHPSESSID=2a30de9d42774cd6c1468e18c76d213a&topic=25245.0
http://forum.um.ac.id/index.php?PHPSESSID=2a30de9d42774cd6c1468e18c76d213a&board=199.0

Similer Documents