Download Referat Anestesi premed PDF

TitleReferat Anestesi premed
File Size399.4 KB
Total Pages34
Document Text Contents
Page 2

2



Sebelum dilakukan anestesi harus melewati beberapa tahapan,

yaitu mulai pre operatif visite, persiapan anestesi, premedikasi dan ruang

pulih sadar. Secara garis besar persiapan pra anestesi dibagi menjadi

dua, yaitu pre-operative visite dan premedikasi. Dokter anestesi harus

dapat menilai dan melakukan persiapan dalam waktu singkat pada

operasi darurat, karena penundaan operasi dapat berakibat buruk bagi

pasien dan keluarganya.

Pemberian anestesi pada pembedahan dapat menyebabkan

keadaan yang mengancam jiwa oleh karena gangguan jalan nafas,

sirkulasi, dan fungsi otak yang dapat disebabkan oleh obat dan teknik

anestesi maupun oleh karena pembedahannya. Untuk melakukan

anestesi yang aman syarat yang harus diketahui adalah khasiat obat, efek

samping obat dan cara kerja obat anestesi.

Pasien yang akan menjalani anestesi dan pembedahan harus

dipersiapkan dengan baik, karena apabila persiapan kurang memadai

dapat meningkatkan resiko terjadinya kecelakaan anestesi. Pemberian

obat sebelum anestesi untuk menghilangkan kecemasan, menghasilkan

sedasi dan memfasilitasi pemberian anestesi terhadap pasien disebut

sebagai premedikasi.

Waktu adalah yang penting dalam pemberian premedikasi dimana

waktu tepat dalam pemberian premedikasi akan menghasilkan manfaat

yang besar. Secara umum waktu pemberian secara oral adalah 60-90

menit sebelum pembedahan, bila diberikan intramuskular dapat diberikan

30-60 menit sebelum pembedahan dan jika diberikan secara intravena

dapat diberikan 1-5 menit sebelum pembedahan. Persiapan pra anestesi

sebaiknya dilakukan 1 – 2 hari sebelum operasi dan pada operasi darurat

persiapan pra anestesi dilakukan seoptimal mungkin dalam waku singkat.

Tujuan persiapan pra anestesi yaitu :

1. Mempersiapkan mental dan fisik pasien

2. Merencanakan atau jenis anestesi dan memilih obat anestesi sesuai

dengan kondisi pasien

3. Menentukan klasifikasi sesuai dengan ASA

Page 17

17



BAB 4

PREMEDIKASI



Premedikasi adalah pemberian obat 1-2 jam sebelum induksi

anastesi. Pemberian premedikasi tidak hanya untuk mempermudah

induksi dan mengurangi jumlah obat yang digunakan, akan tetapi

terutama unuk menenangkan pasien sebagai persiapan anastesi.



4.1 TUJUAN DARI PREMEDIKASI

1. Menimbulkan rasa nyaman bagi pasien

a) Menghilangkan rasa khawatir : kunjungan pra anestesia dan

pemberian simpati dengan sedikit pengertian dalam masalah yang

dihadapi pasien dapat membantu pasien dalam mengatasi rasa

sakit dan khawatir dalam menghadapi operasi.

b) Memberi ketenangan : sedatif menyebabkan penurunan aktivitas

mental, sehingga imajinasi menjadi tumpul dan reaksi terhadap

rangsangan berkurang.

c) Membuat amnesia : banyak obat premedikasi menyebabkan

amnesia atau menimbulkan potensial efek amnesia dengan obat

anestetik.

d) Memberikan analgesia : Umumnya pasien menunggu operasi

bebas dari rasa nyeri dan banyak pasien mengeluh nyeri pasca

bedah.

2. Memudahkan induksi : pada saat ini kebutuhan pemberian obat–obatan

khusus untuk membantu induksi anestesia lebih mudah sudah

berkurang. Hal ini karena banyak dipakai induksi intra vena dan

penggunaan pelemas otot yang mengurangi kesulitan khususnya

pernapasan.

3. Mengurangi dosis obat anestetika : tujuan premedikasi antara lain untuk

mengurangi metabolisme basal (Goedel 1937), sehingga induksi dan

pemeliharaan anestesia menjadi lebih mudah dan diperlukan obat–

obatan lebih sedikit sehingga pasien akan sadar lebih cepat.

Page 18

18



4. Menekan refleks yang tidak diinginkan : trauma bedah dapat

menyebabkan bagian tubuh bergerak, bila anestesia tidak memadai.

Obat–obatan analgetika dapat diberikan sebelum pembedahan,

sehingga anestesia lemah seperti N2O memerlukan sedikit

penambahan obat–obatan lain selama anetesi.

5. Mengurangi sekresi jalan napas : sekresi berlangsung selama

anestesia dan dapat dirangsang oleh tindakan seperti pengisapan atau

pemasangan pipa jalan nafas trakea.



4.2 FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DOSIS OBAT

1. Usia

Merupakan variabel yang penting dalam kerja obat. Sesudah usia

40 tahun efek narkotik dan sedativa meninggi, karena rasa nyeri

berkurang dengan peningkatan usia. Fenomena ini disebabkan oleh

penurunan kepekaan terhadap rangsangan sensorik dengan

pertambahan usia. Tidak hanya penurunan persepsi nyeri, tetapi juga

penurunan aktifitas refleks jalan napas.

2. Suhu

Setiap kenaikan suhu C laju metabolisme basal naik sebesar 7%

3. Emosi

Mungkin merupakan penyebab terbanyak kenaikan laju

metabolisme basal pra anestesia. Takut dan ketegangan merupakan

faktor utama dan keduanya meninggikan kepekaan terhadap rasa nyeri.

4. Nyeri

Laju metabolisme basal meningkat, oleh karena rasa nyeri yang

sebanding dengan intensitas rasa nyeri.

5. Penyakit

Pasien harus dinilai sehubungan dengan penyakit dan terapinya.

Pada pasien penyakit kronis seperti osteomielitis dengan gizi jelek,

morfin lebih mudah toksik karena hati tidak dapat mengolah morfin

dosis besar. Pada pasien anemia, pemakain opiat atau obat depresan

sebaiknya dosisnya dikurangi.

Page 34

http://www.slideshare.net/Elissa_Claire_Miller/post-operative-care-11805177
http://www.slideshare.net/Elissa_Claire_Miller/post-operative-care-11805177

Similer Documents