Download Perpindahan Panas_Ir. Syerly Klara, MT.pdf PDF

TitlePerpindahan Panas_Ir. Syerly Klara, MT.pdf
File Size925.5 KB
Total Pages85
Document Text Contents
Page 1

i

LEMBAGA KAJIAN DAN PE NGEMBANGAN PENDIDIKAN
( LKPP )


LAPORAN MODUL PEMBELAJA RAN BERBASIS SCL

















Judul :
PENINGKATAN KEAKTIFAN MAHASISWA DENGAN PENERAPAN

METODE STUDENT CENTRE LEARNING PADA MATAKULIAH
PERPINDAHAN PANAS





Oleh :
Ir. Syerly Klara, MT

Nip : 131 876 808
Dibiaya oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin

Sesuai dengan Surat Perjanjian pelaksanaan Pekerjaan
Nomor : 469/H4.23/PM.05/08 Tanggal 4 Januari 2008






JURUSAN PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS HASANUDDIN
FEBRUARI, 2008

Page 2

ii

HALAMAN PENGESAHAN


LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN
PROGRAM TRANSFORMASI DARI TEACHING KE LEARNING

UNIVERSITAS HASANUDDIN 2008-02-28




Judul : PENINGKATAN KEAKTIFAN MAHASISWA

DENGAN PENERAPAN METODE
STUDENT CENTRE LEARNING PADA
MATAKULIAH PERPINDAHAN PANAS

Nama lengkap : Ir. Syerly Klara, MT

NIP : 131 876 808

Pangkat/Golongan : Pembina/ IV-A

Jurusan : Perkapalan

Fakultas / Universitas : Teknik / Hasanuddin

Jangka Waktu Kegiatan : 1 (satu) bulan

Mulai 04 Januari s/d 04 Februari

Biaya : Rp. 4.000.000,- ( Empat juta rupiah )
Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin
Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan

Pekerjaan Nomor : 469/H4.23/PM.05/2008
Tanggal 4 Januari 2008



Makassar, 04 Januari 2008

Mengetahui
Fakultas Teknik
Universitas Hasanuddin
Dekan, Pembuat Modul,




Prof.Dr.Ir.Muh.Saleh Pallu,M.Eng Ir.Syerly Klara,MT
NIP : 131 287 807 NIP : 131 876 808

Page 42

xlii

Untuk harga ri yang tetap, laju aliran panas adalah fungsi ro, yaitu q = q(ro),

dan menjadi maksimum pada harga ro sehingga

(2 – 30)



Dari pers. 2-30 jari-jari untuk perpindahan panas maksimum, yang disebut

jari-jari kritis, adalah roc=k/ h o .

2. Konduksi Keadaan Tunak Dua Dimensi

Untuk menganalisis aliran panas keadaan tunak dua dimensi, berlaku

persamaan Laplace,

0
2

2

2

2

=



+



y
T

x
T



Dengan menganggap konduktivitas termal tetap, persamaan ini dapat

diselesaikan dengan cara analitik, numerik atau grafik.

3. Ringkasan Materi Pembelajaran

Untuk menganalisis panas konduksi adalah Hukum Fourier yang

didasarkan pada pengamatan eksperimen;
n
T

kq nn ∂


−="

Laju konduksi panas melalui silinder berpenampang lingkaran yang

berlubang dapat dinyatakan sebagai; dan laju

konduksi panas bola adalah



Jika pelat terendam di dalam fluida yang suhunya dan konduktansi

permukaan pada kedua permukaannya ho, maka pada keadaan stedi panas

yang dibangkitkan di dalam separuh pelat harus mengalir secara kontinyu

melalui permukaan yang membatasinya untuk satu satuan luas, maka

syaratnya;

Page 43

xliii


Pemasangan isolasi di sekeliling pipa atau kawat kecil tidak selalu mengurangi

perpindahan panas. Laju aliran panas dapat bertambah jika isolasi dipasangkan

pada pipa atau kawat telanjang, maka




Untuk menganalisis aliran panas keadaan tunak dua dimensi, berlaku

persamaan Laplace,

0
2

2

2

2

=



+



y
T

x
T





B. Modul Proses Pembelajaran SCL

1. Modul Pegangan Tutor

a. Kompetensi yang akan dicapai :

• Menemukan 3 model perpindahan panas beserta aplikasinya

• Menghitung konduksi dua dimensi dengan metode numerik



b. Pendekatan SCL : Kuliah dan Cooperative Learning


1. Dosen menjelaskan materi pembelajaran Perpindahan Panas

konduksi keadaan tunak satu dan dua dimensi.

2. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menanggapi /

mempertanyakan bagian materi yang kurang jelas.

3. Menguraikan kembali intisari dari materi pembelajaran.

4. Memberi tugas kajian pustaka (cooperative learning) dan kerja

individu kepada mahasiswa

5. Memeriksa tugas yang telah dibuat oleh mahasiswa

6. Mendiskusikan tugas tersebut didepan mahasiswa

Page 84

lxxxiv



















KOMPETENSI YANG DIHARAPKAN DICAPAI OLEH PESERTA DIDIK



Kompetensi Utama : Kemampuan dalam menerapkan dan

memahami Prinsip Perpindahan Panas

Kompetensi Pendukung : Kemampuan bekerja sama dalam suatu tim

kerja

Kemampuan berkomunikasi dalam

lingkungan kerja

Kompetensi Institusional : Kemampuan untuk terlibat dalam kehidupan

sosial bermasyarakat

Page 85

lxxxv

Similer Documents