Download PERDIRJEN PHPL P 14 TAHUN 2016 - PEDOMAN STANDAR PHPL DAN SVLK.pdf PDF

TitlePERDIRJEN PHPL P 14 TAHUN 2016 - PEDOMAN STANDAR PHPL DAN SVLK.pdf
File Size3.8 MB
Total Pages458
Document Text Contents
Page 457

L7 - 28



yang terdapat dalam Buku Tarif kepabeanan indonesia. Dalam
hal terdapat skema kerjasama dengan negara tujuan ekspor,

HS Code Dokumen V-Legal untuk Lembar 1, 2 dan 3 diisi
sesuai dengan ketentuan skema kerjasama. Dalam hal
terdapat beberapa produk kayu gunakan baris terpisah

sebagai pemisah sesuai urutan produk kayu sesuai Kotak 9.

CATATAN : Akan disertakan contoh pengisian


Jenis

produk/HS

Species NAP Volume/Berat

Bersih/Jumlah Unit

Kursi –

HS1

Jati; Sengon; Beach ID; ID; UK 600/500/3

Lemari –

HS 2

Jati; Sengon ID; ID 400/200/20

Komponen

furniture

HS3

Jati; Beach; Mahoni ID; UK; ID 300/100/35



Kotak 11 : Nama Umum dan Ilmiah. Diisi nama umum dan ilmiah dari
spesies kayu yang digunakan dalam produk.

Dalam hal terdapat lebih dari satu spesies untuk satu
produk, gunakan tanda titik koma (;) sebagai pemisah. Untuk
produk komposit atau komponen yang berisi lebih dari 3 (tiga)

spesies, cukup ditulis nama-nama spesies yang dominan.

Dalam hal terdapat lebih dari satu produk, gunakan baris

terpisah sebagai pemisah sesuai dengan urutan isian Kotak 9.

Kotak 12 : Negara panen. Diisi negara di mana spesies dimaksud dalam
Kotak 11 dipanen, termasuk untuk semua sumber kayu yang

digunakan dalam produk komposit.

Dalam hal terdapat lebih dari satu spesies untuk satu
produk, gunakan tanda titik koma (;) sebagai pemisah sesuai

dengan urutan isian Kotak 11.

Dalam hal terdapat lebih dari satu produk, gunakan baris

terpisah sebagai pemisah sesuai dengan urutan isian Kotak 9.

Kotak 13 : Kode ISO untuk Negara Panen. Diisi dengan kode-kode ISO
3166-2 untuk negara-negara dimaksud dalam Kotak 12.

Dalam hal terdapat lebih dari satu spesies untuk satu
produk, gunakan tanda titik koma (;) sebagai pemisah sesuai

dengan urutan isian Kotak 11.

Dalam hal terdapat lebih dari satu produk, gunakan baris
terpisah sebagai pemisah sesuai dengan urutan isian Kotak 9.

Kotak 14 : Volume (m3). Diisi batas maksimal volume keseluruhan
dalam meter kubik (empat digit desimal).

Untuk Dokumen V-Legal yang terdiri dari beberapa jenis HS

wajib diuraikan volume untuk setiap HS, secara berurutan
sesuai dengan urutan Kotak 9. Volume riil ekspor dapat

ditoleransi dalam kisaran 90%-100% dari volume yang
tercatat dalam Dokumen V-Legal.

Similer Documents