Download perbedaan tingkat kemandirian activity of daily living (adl) PDF

Titleperbedaan tingkat kemandirian activity of daily living (adl)
LanguageEnglish
File Size1.9 MB
Total Pages136
Document Text Contents
Page 1























PERBEDAAN TINGKAT KEMANDIRIAN ACTIVITY OF

DAILY LIVING (ADL) PADA LANSIA YANG MENGIKUTI

DAN TIDAK MENGIKUTI POSYANDU DI WILAYAH

KERJA PUSKESMAS SUMBERSARI

KABUPATEN JEMBER











SKRIPSI













oleh

Silvina Primadayanti

NIM 072310101009

















PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

UNIVERSITAS JEMBER

2011

Page 2





















PERBEDAAN TINGKAT KEMANDIRIAN ACTIVITY OF

DAILY LIVING (ADL) PADA LANSIA YANG MENGIKUTI

DAN TIDAK MENGIKUTI POSYANDU DI WILAYAH

KERJA PUSKESMAS SUMBERSARI

KABUPATEN JEMBER








SKRIPSI


diajukan guna melengkapi tugas akhir dan memenuhi salah satu syarat

untuk menyelesaikan Program Studi Ilmu Keperawatan (S1)

dan mencapai gelar Sarjana Keperawatan













oleh

Silvina Primadayanti

NIM 072310101009













PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

UNIVERSITAS JEMBER

2011



ii

Page 68

4) Suku : Jawa = 0

Madura = 1

Lain-lain = 2

5) Tingkat Pendidikan : Tidak sekolah = 0

SD = 1

SLTP = 2

SLTA = 3

PT = 4

6) Pekerjaan : PNS = 0

Pedagang = 1

Petani = 2

Lain-lain = 3

7) Status Perkawinan : Menikah = 0

Duda/janda = 1



4.7.3 Entry

Proses memasukkan data ke dalam tabel dilakukan dengan program yang

ada di komputer (Setiadi, 2007). Memasukkan data dari kuesioner ke dalam

program yang terdapat di komputer yaitu SPSS 16.









50

Page 69

4.7.4 Cleaning

Cleaning merupakan teknik pembersihan data, data–data yang tidak sesuai

dengan kebutuhan akan terhapus (Setiadi, 2007). Kegiatan pengecekan ulang yang

sudah di entry apakah terdapat kesalahan atau tidak.



4.8 Analisa Data

Data yang dihasilkan dalam penelitian ini mempunyai skala ordinal, maka

analisis data yang digunakan peneliti adalah uji statistik Chi–Square dengan α =

0,05. Uji Chi–Square biasanya digunakan bila data yang dianalisa tidak

diasumsikan menggambarkan suatu distribusi normal dan data diukur pada suatu

tingkat nominal maupun tingkat ordinal (Brockopp, 1999). Hipotesis nol (Ho)

ditolak jika nilai p < α (0,05) dan Ho gagal ditolak jika nilai p > α (0,05) dengan

tingkat kepercayaan 95%.

Analisa data yang telah dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square,

dimana α = 0,05, diketahui bahwa terdapat 66,7% cells yang memiliki nilai

ekspektasi kurang dari 5, sehingga hasil yang didapatkan kurang tepat. Sesuai

dengan pernyataan Hastono (2007), bahwa uji Chi-Square menuntut ekspektasi

dalam masing–masing sel tidak boleh terlalu kecil. Oleh karena itu, dalam

penggunaan uji Chi-Square harus memperhatikan keterbatasan–keterbatasan uji

ini. Keterbatasan–keterbatasan tersebut terjadi pada saat uji Chi-Square, maka

peneliti harus menggabungkan kategori–kategori yang berdekatan dalam rangka

memperbesar frekuensi harapan dari sel–sel tersebut. Penggabungan ini tentunya

diharapkan tidak sampai membuat datanya kehilangan makna.

51

Page 135









117

Page 136











118

Similer Documents