Download Peranan Filsafat Ilmu Dalam Ilmu Fisika PDF

TitlePeranan Filsafat Ilmu Dalam Ilmu Fisika
File Size207.7 KB
Total Pages6
Document Text Contents
Page 2

Ilmu itu tidak dapat dipandang sebagai dasar mutlak bagi pemahaman manusia

tentang alam, demikian juga kebenaran ilmu harus dipandang secara tentatif, artinya selalu

siap berubah bila ditemukan teori-teori baru yang menyangkalnya.

Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan berkaitan dengan keterbatasan ilmu, yaitu:

 ilmu hanya mengetahui fenomena bukan realitas, atau mengkaji realitas sebagai suatu

fenomena (science can only know the phenomenal, or know the real through and as

phenomenal - R. Tennant),

 ilmu hanya menjelaskan sebagian kecil dari fenomena alam/kehidupan manusia dan

lingkungannya,

 kebenaran ilmu bersifat sementara dan tidak mutlak. Keterbatasan tersebut sering kurang

disadari oleh orang yang mempelajari suatu cabang ilmu tertentu, fisika misalnya. Hal ini

disebabkan ilmuwan fisika cenderung bekerja hanya dalam batas wilayahnya sendiri

dengan suatu disiplin yang sangat ketat, dan keterbatasan ilmu itu sendiri bukan

merupakan konsern utama ilmuwan fisika yang berada dalam wilayah ilmu tertentu.



Peranan Filsafat Ilmu dalam Menunjang Keterbatasan Ilmu Fisika

Fisika mencatat pernah terjadi tragedi keilmuan tatkala teori Heliosentris yang

diumumkan oleh Copernicus dan Galileo dicap sebagai pemikiran sesat oleh gereja.

Sementara itu, begawan fisika Isaac Newton hanya menempatkan Tuhan sebagai penutup

sementara lubang kesulitan yang belum terpecahkan dan terjawab dalam beberapa teorinya.

Setelah kesulitan itu terjawab, maka secara otomatis intervensi Tuhan tidak lagi diperlukan.

Bahkan, suatu saat ketika Napoleon Bonaparte bertanya kepada Laplace tentang peran Tuhan

yang tidak disinggung dalam karyanya, Laplace men-jawab dengan tegas bahwa peran Tuhan

tidak diperlukan dalam penjelasan keteraturan alam raya ini.

Fisika sebagai subjek ilmu yang berusaha menjelaskan keteraturan alam semesta tentu

seharusnya juga bisa menjelaskan bagaimana peran Tuhan dalam keteraturan tersebut.

Selama ini, buku-buku teks fisika seolah-seolah melepaskan begitu saja peran Tuhan. Jika

ditarik dalam sebuah kesimpulan sederhana, dapat dikatakan bahwa tidak ada hubungan

antara Tuhan (agama) dan fisika sebagai subjek ilmu.

Pemahaman seperti ini amat berbahaya, sebab bisa menyebabkan kecakapan ilmu

yang dimiliki menjadi terbelah. Lambat laun ini akan mengarah pada pemisahan agama dan

ilmu pengetahuan. Beberapa karya yang ada kemudian mencoba memasuki wacana

pengetahuan dan agama ini. Beberapa karya dari Indonesia yang bisa disebutkan antara lain

Akbar dkk (2008), Agung R (2007), Febri P.A. (2007), Firdaus (2004), Shihab (1997) dan

Baiquni (1995). Sayangnya, karya-karya tersebut lebih terkesan sekedar justifikasi

Similer Documents