Download Pemeriksaan Ante Dan Post Mortem Pd Unggas PDF

TitlePemeriksaan Ante Dan Post Mortem Pd Unggas
File Size429.9 KB
Total Pages15
Document Text Contents
Page 7

7

e. Pemeriksaan dilakukan secara umum pada semua hewan yang ingin

dipotong. Perhatikan kondisi hewan satu persatu (gerakan hewan,

cara berjalan, bulu dan kulit, mata, telinga, hidung, mulut, alat

kelamin, anus, kaki dan kuku serta cara bernafas) Hewan yang

diduga “sakit” harus dipisahkan untuk diperiksa lebih lanjut untuk 

memastikan penyakitnya.

f. Hanya hewan yang “sehat” yang baik untuk dipotong

g. Unggas yang sakit atau diduga sakit ( suspected ), harus dipotong

secara terpisah atau dimusnahkan.

h. Apabila ditemukan penyakit unggas menular dan zoonosis, maka

 petugas harus segera mengambil tindakan yang sesuai dengan

 prosedur yang ditetapkan.

i. Petugas pemeriksa mencatat hasil pemeriksaan, mengarsipkan dan

melaporkan kepada kepala RPU.

Hasil akhir pemeriksaan ini dapat dibagi tiga kelompok :

1. Jadi terdapat beberapa rekomendasi hasil akhir pemeriksaan

antemortem tersebut menyatakan bahwa ayam dapat dipotong tanpa

ada perlakuan, jika hasil pemeriksaan antemortem menyatakan ayam

sehat/normal.

2. Untuk ayam yang ditolak harus dipisahkan pada keranjang dengan

tanda khusus, dan dapat dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Page 8

8

3. Untuk penundaan penyembelihan atau pemotongan dilakukan

terakhir, jika hasil pemeriksaan antemortem menunjukkan bahwa

ayam memiliki kelainan atau gejala penyakit saluran pernapasan atas

(CRD, snot, dsb). Selain pemotongan yang ditunda/diakhirkan untuk 

kasus ini sebaiknya diberikan perlakuan atau penanganan tambahan

 pada saat pencucian karkas, yaitu dengan menambahkan sanitaiser 

(umumnya menggunakan klorin dengan konsentrasi yang

dipersyaratkan, yaitu maksimum 50 ppm) dan ditolak untuk 

dipotong, jika hasil pemeriksaan antemortem mengarah ke HPAI dan

Salmonellosis.

Jadi, dalam melakukan pemeriksaan antemortem harus

memperhatikan prosedur yang tepat sehingga didapatkan karkas/daging

yang benar-benar layak untuk konsumsi.

4. Tanda Hewan Yang Boleh Dipotong Dan Tidak Boleh Dipotong

a. Hewan masih boleh dipotong jika :

- terdapat abses, menderita kembung, patah tulang

- hewan tertabrak (kecelakaan)

 b. Hewan tidak boleh dipotong jika :

- bunting, kecuali kecelakaan

- menderita penyakit : ingus jahat, rabies, blue tongue, tetanus, dan

lain-lain.

Page 15

15

DAFTAR ISI

Afzainizam. Cara Postmortem Ayam dan Lain-lain. 2011. (online),
(http://bukandoktorveterinar.blogspot.com/2011/10/cara-post-mortem-
ayam-lain-lain-burung.html diakses tanggal 9 April 2013).

Amijaya, AriPutu. 2013. Laporan Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban
Antemortem dan Postmortem. (online),
(http://ariputuamijaya.wordpress.com/2013/01/14/laporan-pemeriksaan-
kesehatan-hewan-kurban-antemortem-dan-postmortem/ diakses tanggal 8
April 2013).

Anonim. Pegangan Peserta Pemeriksa Daging Swasta. (online),
(http://disnaksulsel.info/index.php?option=com_docman&task=doc_view&
gid=17 diakses tanggal 8 April 2013).

Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Pasca Panen Direktorat Jenderal
Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. 2010. Pedoman
Produksi dan Penanganan Daging Ayam yang Higienis. Jakarta.

Wicaksono, Ardilasunu. 2013. Proses Pengolahan Unggas di RPU, Model Rumah
Potong Unggas (RPU). (online),
(http://id.scribd.com/doc/125739867/Proses-Pengolahan-Unggas-Di-RPU-
Dan-Model-RPU-Drh-Ardilasunu-Wicaksono-M-Si diakses tanggal 8 April
2013).

Yudi. 2009. Pemeriksaan Ante-Post Mortem. (online),
(http://drhyudi.blogspot.com/2009/07/pemeriksaan-ante-post-mortem.html
diakses tanggal 8 April 2013).

Similer Documents