Download PBL BLOK 3: Pengaruh Sel Terhadap Pembesaran Otot PDF

TitlePBL BLOK 3: Pengaruh Sel Terhadap Pembesaran Otot
File Size519.6 KB
Total Pages19
Table of Contents
                            PENGARUH SEL TERHADAP
PEMBESARAN OTOT
Joceline Valencia
E7 / 10 2013 072
Skenario
Seorang laki-laki melatih otot tubuhnya agar dapat ikut kompetisi binaragawan. Dalam beberapa bulan otot tubuhnya membesar sesuai yang diharapkannya. Nutrisinya diperbaiki dan ditambah atas saran seorang ahli gizi. Setelah mengikuti kontes dan menjadi juara harapan 3, laki-laki ini tidak melanjutkan latihannya karena kesibukannya sebagai pekerja kantor yang banyak duduk menggunakan laptop. Badannya sekarang tidak lagi seperti binaragawan lagi. Apa yang terjadi pada sel ototnya?
a. Identifikasi istilah yang tidak diketahui
b. Rumusan masalah
Seorang binaragawan mengalami pembesaran pada ototnya. Setelah tidak dilatih, ototnya kembali seperti semula.
c. Analisis Masalah

d. Hipotesis (Sementara)
Sel dapat mengalami adaptasi seperti layaknya otot. Jika dilatih maka akan mengalami hipertropi. Namun, jika tidak, akan mengalami atropi.
I. PENDAHULUAN
Sel merupakan unit terkecil dari makhluk hidup yang dapat melaksanakan kehidupan. Sel disebut sebagai unit terkecil karena tidak dapat dibagi-bagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil yang diri sendiri. Setiap organisme di dunia ini tersusun atas sel-sel yang saling berintegrasi membentuk suatu fungsi tertentu dalam tubuh makhluk hidup, baik organisme tingkat seluler (uniseluler) maupun organisme (multiseluler).1
II. ISI
Sel yang hidup mempunyai struktur yang sama, terdiri dari beberapa bagian, yaitu:
1. Membran sel/ plasma,

Gambar 1. Model mosaic membran plasma2
Pelindung yang terlapisi oleh reseptor ini tersusun atas lapisan lipoprotein yaitu gabungan antara lemak dan protein. Membran ini terdiri dari lipid, protein dan karbohidrat.
Lipid penyusun membran sel terdiri dari fosfolipid, spingolipid, glikolipid dan sterol. Fosfolipid merupakan gabungan antara lemak dan fosfat, bersifat hidrofilik dengan ujung polar (larut dalam air). Sterol merupakan senyawa lemak penyusun membran sel yang bersifat hidrofobik dengan ujung tidak polar (tidak larut dalam air).
Protein penyusun membran sel menyebar secara tidak merata sehingga membentuk mosaic dan terdiri dari dua jenis, yaitu protein integral dan perifer. Protein integral bersifat hidrofobik dan menembus 2 lapis lipid (terbenam di tengah lapisan ganda lipid), sedangkan protein perifer bersifat hidrofilik, menyebabkan terjadinya gaya elektrostatik dari kepala polar pada lapisan lipid.
Penyusun membran sel yang terakhir merupakan karbohidrat, yang juga terbagi menjadi dua jenis, yaitu oligosakarida dan polisakarida. Oligosakardia berikatan dengan lipid membentuk glikolipid. Polisakarida berikatan dengan protein akan membentuk glikoprotein.
Membran sel berfungsi untuk melindungi bagian sel yang terletak lebih dalam, memperkokoh sel, mencegah agar sel tidak pecah, sebagai reseptor dari rangsangan luar, gas exchange dan juga tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia.3
2. Sitoplasma,
Gambar 2. Sitoplasma dan organel sel4
Merupakan massa protoplasma yang terletak di bagian dalam sel antara membran sel dan nukleus. Berbentuk cair atau gel, sitpolasma berperan penting dalam transportasi zat makanan. Didalam sitoplasma terdapat organel-organel sel yang memiliki fungsi-fungsi tertentu.3
3. Nukleus (inti sel)/ Nukleoid (pada prokariota),

Gambar 3. Inti sel dan bagian-bagiannya5
Inti sel/ nukleus adalah salah satu bagian utama sel yang paling penting bagi kehidupan karena yang mengendalikan seluruh kegiatan sel. Inti sel merupakan salah satu organel terbesar yang dilindungi oleh membran nukleus.3

Gambar 4. Struktur inti sel5
Inti sel terdiri dari 3 bagian penting, yaitu:
Membran nukleus (selaput inti)
Bagian terluar inti yang memisahkan nukleoplasma dengan sitoplasma.6
Nukleolus
Tersusun atas fosfoprotein, orthosfat, DNA dan enzim. Terbentuk pada saat terjadinya proses transkripsi (sintesis RNA) di dalam nukleus. Jika transkripsi terhenti, nukleolus menghilang atau mengecil. Jadi, nukleolus bukanlah organel yang tetap.
Fungsi nukleus memiliki arti penting bagi sel, seperti pengatur pembelahan sel, pembawa informasi genetik dan pengendali seluruh kegiatan sel misalnya dengan memasukkan RNA dan unit ribosom ke dalam sitoplasma.6
Nukleoplasma
Cairan inti yang bersifat transparan dan kental. Cairan ini mengandung kromatin, granula, nukleoprotien dan senyawa kimia kompleks. Pada saat pembelahan sel, benang kromatin memendek dan menebal serta mudah menyerap zat warna disebut kromosom.6
4. Organel
Bagian atau organ di dalam sel yang memiliki fungsi tertentu.
Retikulum endoplasma
Merupakan organel yang berbentuk saluran-saluran yang terhubung dengan inti. Secara keseluruhan, organel ini berguna untuk tempat menempelnya ribosom dan berperan dalam tranpor zat. Ada 2 jenis yaitu retikulum endoplasma halus (REH) yang tidak mengandung ribosom dan retikulum endoplasma kasar (REK) yang merupakan tempat menempelnya ribosom. REH berguna dalam proses sintesa lipid dan lemak juga detoksifikasi racun, sedangkan REK bertugas dalam menyalurkan hasil sisntesa protein ke seluruh organel yang membutuhkan.6
Gambar 5. Struktur dan fungsi retikulum endoplasma7
Mitokondria
Organel sel yang berbentuk kapsul dengan saluran lekuk pendek di bagian dalamnya. Terdapat banyak di paru-paru, jantung dan organ respirasi lainnya. Memiliki membran yang tebal dan banyak mengandung ATP, mitokondria bertugas untuk respirasi seluler dan pusat pembangkit tenaga.3
Badan Golgi

Gambar 6. Struktur badan golgi9
Ribosom
Organel sel yang terdapat di dalam sitoplasma dan menempel di retikulum endoplasma kasar (REK). Memiliki peran penting untuk sintesis protein, biasanya ribosom terdapat di hati dan liver.6
Lisosom
Merupakan organel yang banyak ditemukan dalam sel-sel yang berperan penting dalam imunitas seperti leukosit dan limfosit. Fungsi lisosom antara lain sebagai pusat fagositosis dimana ia mendeteksi dan menghancurkan mikroorganisme yang tidak berguna , mencerna zat-zat yang belum dapat diurai, mencerna makanan cadangan di saat kekurangan, menetralkan zat yang menyebabkan kanker (karsinogen), juga sebagai tempat pembentukan enzim pencernaan. Lisosom dapat ditemukan di gaster.3
Plastida
Plastida terdiri beberapa bagian seperti kloroplas, kromoplas dan leukoplas. Ia merupakan organel utama yang hanya ditemukan pada tumbuhan sebagai pigmen warna. Plastida berfungsi untuk fotosintesis, dan juga untuk sintesis asam lemak dan diperlukan untuk pertumbuhan sel tumbuhan.3
Vakuola
Juga ditemukan pada sel tumbuhan, vakuola berbentuk cairan yang di dalamnya terlarut berbagai zat seperti enzim, lipid, alkaloid, garam mineral, asam dan basa. Fungsi utamanya adalah sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan sekaligus menyimpan zat-zat yang akan diekskresikan.3
Mikrotubulus
Mempunyai fungsi mengarahkan gerakan komponen-komponen sel, mempertahankan bentuk sel, serta membantu pembelahan sel secara mitosis. Selain itu, mikrotubulus berguna dalam pembentukan sentriol, flagela dan silia. Rantai protein ini berbentuk spiral yang kemudian membentuk tabung berlubang, disusun oleh protein globular/ tubulin.3
Mikrofilamen
Mikrofilamen atau filamen aktin adalah bagian dari kerangka sel (sitoskeleton) yang berupa batang padat berdiameter sekitar 7 nm dan tersusun atas protein aktin, yaitu suatu protein globular. Mikrofilamen ada pada sel eukariot. Mikrofilamen bersifat fleksibel, aktin biasanya berbentuk jaring atau gel dan berfungsi membentuk permukaan sel.
Sel harus selalu siap terhadap kondisi yang selalu berubah dan potensial terhadap rangsangan yang merusak, maka dari itu sel akan mengalami:
Beradaptasi
Jejas/ cidera reversible
Kematian
Penyebab-penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari hipoksia, bahan kimia, agen fisik, agen mikrobiologi, mekanisme imun, gangguan genetik, juga ketidakseimbangan nutrisi.10
Berikut adalah beberapa reaksi adaptasi sel:
1. Atropi
2. Hipertropi
3. Hiperplasia
4. Hipoplasia
5. Metaplasia
Contoh: Perokok squamous metaplasia epitel bronchus – dapat timbul Squamous cell carcinoma.10
6. Displasia
7. Aplasia
Aplasia adalah bentuk lain yang lebih berat dari hipoplasia. Pada keadaan ini, hanya terbentuk rudiment organ dan organ tersebut tidak akan tumbuh menjadi normal. Sel-sel yang baru ini nampak sangat berbeda daripada sel normal, baik dalam struktur, bentuk ukuran, kromatin, mitosis dan orientasi sel. Jadi, anaplasia merupakan ciri khas sel tumor ganas dan bersifat menetap (irreversibel).10
III. PENUTUP
Sel adalah unit kehidupan terkecil yang tidak bisa dibagi-bagi lagi. Namun terlepas dari hal itu, sel memiliki struktur yang kompleks dan berbagai macam fungsinya. Si kecil ini ternyata mampu beradaptasi dalam segala cara dan dapat membuat perubahan besar pada tubuh kita. Pada skenario yang dibahas diatas, dapat disimpulkan bahwa lelaki tersebut awalnya mengalami hipertrofi otot dimana jaringan membengkak/ membesar karena ukuran sel yang besar. Tetapi karena tidak dilatih, otot kembali seperti semula, dikenal dengan sebutan atrofi otot, keadaan dimana otot mengalami penurunan fungsi karena otot mengecil atau karena kehilangan kemampuan berkontraksi.
                        
Document Text Contents
Page 1

BLOK 3

PENGARUH SEL TERHADAP

PEMBESARAN OTOT

Joceline Valencia

E7 / 10 2013 072

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Jl. Arjuna Utara No. 6, Jakarta Barat 11510

Telp. 021-56942061, Fax. 021-5631731

[email protected]

Skenario

Seorang laki-laki melatih otot tubuhnya agar dapat ikut kompetisi

binaragawan. Dalam beberapa bulan otot tubuhnya membesar sesuai

yang diharapkannya. Nutrisinya diperbaiki dan ditambah atas saran

seorang ahli gizi. Setelah mengikuti kontes dan menjadi juara harapan 3,

laki-laki ini tidak melanjutkan latihannya karena kesibukannya sebagai

pekerja kantor yang banyak duduk menggunakan laptop. Badannya

sekarang tidak lagi seperti binaragawan lagi. Apa yang terjadi pada sel

ototnya?

a. Identifikasi istilah yang tidak diketahui
b. Rumusan masalah

Seorang binaragawan mengalami pembesaran pada ototnya. Setelah tidak

dilatih, ototnya kembali seperti semula.

c. Analisis Masalah

1 | P e n g a r u h S e l Te r h a d a p P e m b e s a r a n O t o t

mailto:[email protected]

Page 2

Seorang binaragawan mengalami pembesaran pada ototnya. Setelah tidak dilatih, ototnya kembali seperti semula.SELSTRUKTURFUNGSIADAPTASI SELMEKANISMEJENISPEMBELAHANMITOSISMEIOSISBLOK 3
d. Hipotesis (Sementara)

Sel dapat mengalami adaptasi seperti layaknya otot. Jika dilatih maka akan

mengalami hipertropi. Namun, jika tidak, akan mengalami atropi.

e. Sasaran pembelajaran
1. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan struktur sel serta

organel-organelnya.
2. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan fungsi sel serta organel-

organelnya.
3. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan mekanisme dan jenis-

jenis adaptasi sel.
4. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan pembelahan mitosis dan

meiosis.

I. PENDAHULUAN
Sel merupakan unit terkecil dari makhluk hidup yang dapat

melaksanakan kehidupan. Sel disebut sebagai unit terkecil karena tidak

2 | P e n g a r u h S e l Te r h a d a p P e m b e s a r a n O t o t

Page 9

http://id.wikipedia.org/wiki/Eukariot
http://id.wikipedia.org/wiki/Sel
http://id.wikipedia.org/wiki/Aktin
http://id.wikipedia.org/wiki/Protein
http://id.wikipedia.org/wiki/Sitoskeleton

Page 10

BLOK 3

Sel harus selalu siap terhadap kondisi yang selalu berubah dan potensial

terhadap rangsangan yang merusak, maka dari itu sel akan mengalami:
- Beradaptasi
- Jejas/ cidera reversible
- Kematian

Penyebab-penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari hipoksia,

bahan kimia, agen fisik, agen mikrobiologi, mekanisme imun, gangguan

genetik, juga ketidakseimbangan nutrisi.10

Berikut adalah beberapa reaksi adaptasi sel:
1. Atropi

Perubahan ukuran sel dari normal menjadi lebih kecil akibat

berkurangnya substansi sel sehingga jaringan yang disusun oleh sel

tersebut menjadi lebih kecil. Sel yang mengalami atrofi akan

mengalami penurunan fungsi sel tetapi sel tidak mati.
Atrofi Patologis adalah atrofi yang disebabkan oleh faktor dari luar

tubuh manusia.10

2. Hipertropi
Bertambah besar ukuran sel sehingga jaringan atau organ yang

disusun oleh sel tersebut menjadi lebih besar pula.
Contoh dari kasus patologik dari hipertrofi adalah Jantung membesar

karena hipertensi.10

3. Hiperplasia
Hiperplasia adalah bertambahnya jumlah sel dalam suatu jaringan atau

organ sehingga jaringan atau organ menjadi lebih besar ukurannya

dari normal.
Hiperplasia patologis disebabkan oleh stimulus hormonal yang

berlebihan atau efek berlebihan dari hormon pertumbuhan pada sel

sasaran. Hiperplasia patologik dapat berkembang menjadi tumor

ganas. (contoh hyperplasia glandulare endometrium).10

4. Hipoplasia

10 | P e n g a r u h S e l Te r h a d a p P e m b e s a r a n O t o t

Similer Documents