Download Mineral Deposit PDF

TitleMineral Deposit
File Size356.4 KB
Total Pages66
Table of Contents
                            Bab I Contoh endapan tembaga porfiri :
	Bab II ·                     Papua Nugini :
                        
Document Text Contents
Page 33

ditumpangi atau dilingkupi oleh pembentukan mineral berikutnya.
Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan didalam melakukan observasi overprinting
dengan kriteria sikuen pengisian, diantaranya:
• Pada rongga (cavity) yang tidak terisi seluruhnya, akan mudah untuk mengetahui urutan sikuen
pengendapannya. Tetapi apabila seluruh rongga terisi penuh, kadang sedikit sulit untuk
mengetahui mineral mana yang terbentuk lebih dulu.
• Pada urat yang membentuk perlapisan bagus, kadang terlihat suatu kristal yang terisolasi yang
tidak mengikuti perlapisan. Untuk kasus tersebut, penyelesaian dengan hanya satu sampel akan
ada banyak kemungkinan yang bisa disimpulkan. Oleh karena itu harus dilakukan pengamatan
pada beberapa contoh lain, untuk mengetahui sikuen yang sebenarnya dari kristal tersebut.
• Rekahan atau rongga pada breksi akan diendapi mineral dalam jangka waktu yang panjang.
Tidak ada jaminan bahwa yang terlihat sebagai satu ikuen lapisan mewakili satu stadia
pengendapan. Pada prinsispnya sangat sulit untuk menyusun overprinting dari suatu
lapisan/pengendapan yang menerus. Makin besar rongga makin terbuka kesempatan untuk
pengendapan berikutnya membentuk lapisan yang menerus. Walaupun perekahan mungkin dapat
terjadi dan memungkinkan hadir stadia baru, tetapi kenyataannya overprinting tidak mudah
teramati (rongga lebih sulit untuk pecah)
• Untuk kasus seperti poin c), perbedaan tekstur dan besar butir yang mencolok, bisa digunakan
untuk menduga adanya overprinting. Bagian paling dalam dari suatu rongga (sikuen terakhir
pengendapan) biasanya sebagai kristal yang paling kasar. Sehingga jika terjadi perubahan ukuran
kristal dari kasar ke halus, kemungkinan merupakan stadia pengendapan yang berbeda.
• Perbedaan temperatur pembentukan dari sangat tinggi ke rendah, juga bisa mengindikasinkan
adanya stadia yang berbeda.
b) Structural Superimposition
c) Urat-stockwork yang saling memotong
d) Breksiasi, fragmen yang termineralisasi awal di dalam komponen yang mengalami
mineralisasi baru
Cross-cutting veins-stockworks merupakan kriteria overprinting yang paling jelas dan mudah
menafsirkannya. Pada umumnya proses perekahan akan mendukung terjadinya proses
pengendapan mineral. Pengendapan stadia kedua akan mengikuti perekahan stadia kedua, yang
terlihat memotong rekahan pertama.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah :
 Pada sistem yang didominasi oleh silika, urat-urat halus silica yang tidak beraturan sering
saling memotong. Apabila tidak terlihat adanya pergeseran urat yang dipotong, akan sulit untuk
menentukan urat mana yang terbentuk lebih dulu.
 Pada saat terjadi aliran fluida (sebelumnya sudah terbentuk lapisan), bisa terjadi perekahan
baru yang memotong dan menggeser lapisan yang telah ada. Jadi dalam kenyataan yang kita lihat
(dari tekstur cross-cutting) terdapat dua stadia, walaupun dua-duanya dibentuk dari fluida yang
mengalir kontinyu.

3.2.5.2. Kriteria Kedua (Suspicion Arousing)
Struktur apapun yang telah mengalami mineralisasi, cenderung mengalami reaktivasi selama
batuan kembali mengalami perekahan. Sesar, urat, zona breksiasi cenderung membentuk bagian
yang relatif lemah, mudah rekah, sehingga fluida akan mudah melewatinya.
Sehingga sangat umum bahwa rangkaian mineralisasi berikutnya akan berada pada bagian yang
sama dari mineralisasi berikutnya, membentuk multistadia overprinting. Situasi seperti ini akan

Page 34

http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&langpair=en%7Cid&u=http://www.answers.com/topic/intrusion&rurl=translate.google.co.id&usg=ALkJrhigVSl9TaF8BcQRA1-kGhL_sDt_eg
http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&langpair=en%7Cid&u=http://www.answers.com/topic/porphyry&rurl=translate.google.co.id&usg=ALkJrhgn0ny9JF2_YGoRFjevEH_24nfQ6g
http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&langpair=en%7Cid&u=http://www.answers.com/topic/ore&rurl=translate.google.co.id&usg=ALkJrhgJqpnYqajH6QcAFzJegymmbOLVgw
http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&langpair=en%7Cid&u=http://www.answers.com/topic/copper-3&rurl=translate.google.co.id&usg=ALkJrhgzOAJiuyDGFfOnvoc1LRh9Ws9iEw

Page 65

KESIMPULAN DAN SARAN



8.1. Kesimpulan

Dari hasil praktikum endapan mineral yang telah dilaksanakan, penulis dapat mengambil
kesimpulan bahwa bijih (ore) adalah suatu batuan atau kumpulan mineral, yang mengandung
mineral-mineral yang bernilai ekonomis, dan dapat diekstrak. Bijih terdiri dari mineral-mineral
yang bernilai ekonomis (biasanya mengandung logam) yang disebut sebagai mineral bijih (ore
mineral, mengandung logam) serta termasuk mineral industri (industrial mineral, non-logam) dan
mineral yang tidak bernilai ekonomis yang disebut sebagai mineral penyerta (gangue mineral).

Alterasi hidrothermal merupakan proses yang terjadi akibat adanya reaksi antara batuan asal
dengan fluida panasbumi. Batuan hasil alterasi hidrotermal tergantung pada beberapa faktor,
tetapi yang utama adalah temperatur, tekanan, jenis batuan asal, komposisi fuida (hususnya pH)
dan lamanya reaksi (Browne, 1984). Proses alterasi hidrotermal yang tejadi akibat adanya reaksi
antara batuan dengan air jenis klorida yang berasal dari reservoir panasbumi yang terdapat jauh
dibawah permukaan (deep chloride water) dapat menyebabkan teriadinya pengendapan
(misalnya kwarsa) dan pertukaran elemen-elemen batuan dengan fluida, menghasilkan mineral-
mineral seperti chlorite, adularia, epidote. Tipe endapan mineral dibagi menjadi : tipe endapan
orthomagmatik, tipe endapan pegmatik, tipe endapan pneumatolotik dan tipe endapan
hidrotermal. Tipe endapan hidrotermal sendiri terbagi atas epithermal high sulfide dan low
sulfida. Contohnya Tambang Emas di Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Propinsi
Sumatra Utara (PT. Agincourt Resources).

Skarn adalah sebuah terminology pada dunia pertambangan untuk mengidentifikasikan suatu
lapisan seperti seam yang berwarna gelap (kehitaman) akibat dari adanya intrusi (terobosan) oleh
fluida pembawa bijih. Endapan skarn juga dikenal dengan beberapa terminology lain, yaitu :
hydrothermal metamorphic, igneous metamorphic, dan contact metamorphic.

Umumnya terbentuk (namun tidak selalu) pada kontak antara intrusi plutonik dengan batuan
induk (country rock) karbonat.

Skarn dapat dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu Eksoskarn dan endoskarn. Eksoskarn dan
endoskarn adalah terminologi umum yang digunakan untuk menandai batuan sedimen dan
batuan beku, kandungan magnesium dan kalsit skarn komposisinya mendominasi pada protolith
dan menghasilkan skarn mineral.



8.2. Saran

Setelah pelaksanaan praktek endapan mineral di laboratorium, penulis ingin menyarankan
kepada kakanda asisten yang berbau positif dan bersifat membangun untuk kepentingan kita
bersama. Saran dari penulis antara lain :

Similer Documents