Download Metode Pemeriksaan Dan Pengetesan Tanki Pekerjaan PDF

TitleMetode Pemeriksaan Dan Pengetesan Tanki Pekerjaan
File Size122.1 KB
Total Pages8
Document Text Contents
Page 2

Laporan dan Final Acceptance atas pekerjaan Radiography yang dilaksanakan dalam

membantu pekerjaan fabrikasi/konstruksi yang dilaksanakan oleh Pemilik Proyek.

1.2. Kebutuhan yang dimaksud dalam standard ini adalah kebutuhan minimum berdasarkan Kode

dan Spesifikasi yang diperlukan.

1.3. Penggunaan Standard ini hanya terbatas pada penggunaan kode, standard dari spesifikasi

yang diperlukan atas pelaksanaan Radiography.

1.4. Hasil pengelasan akan diperiksa dengan cara pemeriksaan radiografi. Untuk las-lasan yang

ternyata tidak memenuhi persyaratan radiografi, akan diperbaiki.

1.5. Pemeriksaan ini dilaksanakan oleh pihak ketiga sesuai dengan prosedur radiografi untuk

tangki yang telah di setujui dan API. STD. 650

2. FAKTOR SAFETY

2.1 Inspektor bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan pekerjaan Radiography menggunakan

peralatan Sinar SE 75 dengan mengikuti petunjuk dan peraturan Pemerintah yang berlaku.

2.2 Inspektor harus melakukan pencegahan dalam hal safety untuk personnel dari radiasi yang

terjadi dengan menyediakan/melakukan pemagaran dan pemasangan tanda-tanda radiasi.

2.3 Inspektor harus membuat Procedure Safety yang disetujui oleh Pemilik Proyek yang

kemudian akan dipakai sebagai petunjuk pelaksanaan Radiography.

3. PERALATAN DAN MATERIAL

3.1 Umum (General)

3.1.1 Inspektor harus menyediakan peralatan dan material untuk pelaksanaan Radiography atas pekerjaan

pengelasan yang lakukan oleh Pemilik Proyek.

3.1.2 Peralatan dan material Radiography harus dalam keadaan baik sehingga mendapat hasil Radiography

yang memenuhi syarat. Produksi pekerjaan Radiography harus selalu seimbang dengan produksi

pekerjaan pengelasan.

3.1.3 Inspektor harus menyediakan tenaga-tenaga Radiography yang terlatih, memiliki Surat Izin Bekerja

dari BATAN dan dapat menunjukkannya kepada Pemilik Proyek, juga harus memahami dan mengerti

prosedur pelaksanaan Radiography sehingga dapat melaksanakannya dengan baik.

3.2 Sumber Radiasi

Sumber Radiasi yang digunakan adalah sinar SE 75.

3.2.1 SE 75 dapat digunakan sebagai sumber radiasi untuk material dengan ketebalan 0.375 inchi sampai

dengan 0.625 inchi sesuai kebutuhan tebal pipa/material dalam proyek ini.

3.3 Penetrameter

Page 4

3.9. Pembacaan Film (Film Viewing)

3.9.1. Lampu yang digunakan untuk pembacaan film harus menghasilkan sinar yang cukup terang untuk

semua bagian film.

3.9.2. Pembacaan film dilakukan dalam ruangan yang gelap, bebas dari pantulan cahaya yang diakibatkan

oleh permukaan film.

3.9.3. Densitometer harus digunakan untuk pengukuran kehitaman (density) film.

3.9.4. Film Radiography dievaluasi hanya bagian dimana penetrameter kelihatan, merupakan hasil dari

penggunaan methode Radiography yang benar.

3.9.5. Harus dilakukan langkah-langkah dimana tidak akan terjadi kerusakan permukaan film akibat dari

bekas-bekas jari, cacat permukaan dan sebagainya.

4. TEKNIK RADIOGRAPHY

4.1. Teknik Radiography untuk sambungan las pipa dengan diameter ½ inchi sampai dengan 14 inchi.

Untuk sambungan las dengan diameter minimal 3 inchi, kita menggunakan methode dua dinding

(double wall viewing). Sedanglan untuk las dengan diameter lebih besar dari 3 inchi, radiography

dapat dilakukan dengan methode dinding tunggal (sigle wall viewing)

4.2. Minimum 1 (satu) buah penetrameter harus digunakan untuk setiap film radiography.

4.3. Film Radiography pada waktu penyinaran harus menempel dengan permukaan las (contact).

4.4. Kehitaman (density) harus menunjukkan angka 1,8 s/d 2,5 pada Densitometer.

5. MUTU FILM RADIOGRAPHY

5.1. Semua film Radiography harus bebas dari cacat film atau cacat akibat proses. Mutu film yang tidak

baik sehingga mempengaruhi pembacaan harus dilakukan radiography ulang (reshoot).

5.2. Selesai proses, film radiography harus disimpan didalam tempat yang baik yang tidak mengakibatkan

kerusakan mutu film.

6. PERSONNEL

6.1. Pekerjaan Radiography harus dilakukan oleh tenaga yang terlatih dan berpengalaman dan memiliki

Surat Izin Bekerja dari BATAN. Inspektor harus mengirimkan daftar personnel yang akan dipakai

dilapangan kepada Pemilik Proyek.

6.2. Ahli Radiography dari Inspektor harus melakukan pembacaan film dan membuat laporan secara

teratur dari semua sambungan las yang diradiography dan dikirim ke Pemilik Proyek.

7. LAPORAN

7.1. Laporan tentang hasil radiography minimal terdiri dari :

Page 6

 Digunakan cairan penetrant pada permukaan yang akan diuji dengan menyerapkan atau menuangkan ke

area sambungan yang diuji. Yang kemudian dibiarkan 2 (dua) sampai 30 (tiga puluh) menit sebelum

dibersihkan.

 Bila terjadi crack ataupun kebocoran pada sambungan las tersebut, maka cairan penetrant tersebut akan

masuk mengisi cela-cela yang mengalami retak.

 Bila telah bersih dan kering, selanjutnya menuangkan atau menyerapkan cairan developer pada

permukaan yang diuji tersebut, dan dari hasil tersebut akan memberi tanda-tanda berikut :

Q. Jika cairan penetrant (merah) terlihat (menembus) cairan developer (putih) maka hal tersebut

menandakan bahwa pada area sambungan las tersebut terjadi crack atau kebocoran.

Tindakan yang harus dilakukan adalah melakukan perbaikan dengan type perbaikan

berdasarkan pada prosedur repare pengelasan storage tank. Dan tahap selanjutnya adalah

melakukan ulang pelaksanaan prosedur inspeksi Dye Penetrant.

Q. Bila tidak terjadi tembusan pada cairan developer (putih) atau perubahan warna pada permukaan, hal

tersebut menandakan bahwa sambungan pengelas dalam kondisi baik.

c. Pencatatan hasil pengujian dilakukan dalam formulir Liquid Penetrant Test Report.



IV. TESTING ( NDT ) PROCEDURE



1. DYE PENETRAN TEST

Dye Penetran Test dilakukan pada sambungan las – lasan dari nozzle neck ke flange dan nozzle neck

ke reinforcement.

Dye Penetran Test dimaksudkan untuk mengindentifikasi retak (crack) dan kebocoran pada

sambungan las tersebut.

Cairan :

Cairan kimia digunakan adalah sebagai berikut :

 Cleaner (Remover)

 Penetran (Berwarna merah)

 Developer (Berwarna putih)

Urutan kerja :

 Persiapan:

Bersihkan permukaan dengan menggunakan cleaner

Page 7

Keringkan dengan lap bersih atau biarkan sampai kering.

 Pengujian

o Gunakan cairan penetran pada permukaan yang akan diuji dan biarkan 2 (dua) sampai 30 (tiga

puluh) menit sebelum dibersihkan

o Jika terjadi crack ataupun kebocoran pada sambungan las tersebut, maka cairan penetran akan

masuk mengisinya

o Setelah bersih dan kering, gunakan cairan developer pada permukaan yang di uji tersebut dan

akan memberi tanda-tanda berikut :

 Jika cairan penetran (merah) terlihat menembus cairan developer (putih), itu menandakan terjadi

crack atau kebocoran pada sambungan las tersebut, perbaikan harus dilakukan dan sambungan

tersebut harus diperiksa dan diuji kembali kemudian.

Jika tidak terjadi tembusan pada cairan developer (putih), itu menandakan sambungan las dalam

kondisi yang baik.

2. VACUUM TESTING

Vacuum Test dilakukan pada sambungan las antara bottom plat ke bottom plate plat.

Vacuum Test bertujuan untuk mengindentifikasi retak (crack) dan kebocoran pada sambungan las.

Cairan dan peralatan test

Air sabun

Mesin Compressor

Kotak Vacuum Test

Urutan kerja

Persiapan, Bersihkan permukaan las yang diuji

Pengujian

Gunakan air sabun pada permukaan yang akan di uji

Gunakan kotak Vacuum test dan buka katup yang menghubungkan kotak vacuum test dengan

mesin kompressor

Tekanan yang digunakan untuk proses ini paling sedikit 2 (dua) PSI

Jika terdapat crack atau kebocoran, maka pada sisi berlawanan dari permukaan sambungan yang

diuji akan terjadi gelembung udara.

Jika hal tersebut tidak terjadi, ini menandai sambungan las dalam kondisi yang baik.

3. WATER FILLING TEST ( Test Kebocoran Tanki )

3.1. Tahap pertama

• Tanki diisi dengan air sebanyak 25% dari kapasitas penuhnya

Similer Documents