Download Makalah Komunikasi Data Serial Dan Paralael PDF

TitleMakalah Komunikasi Data Serial Dan Paralael
File Size217.7 KB
Total Pages27
Document Text Contents
Page 1

7

BAB II

LANDASAN TEORI



2.1 Komunikasi Data

Pada saat ini kegiatan pemrosesan data sudah semakin luas, baik yang

berorientasi kepada ilmu pengetahuan, komersil/bisnis maupun kegiatan

pemerintahan, sehingga data yang diolahpun akan bermacam-macam sesuai

dengan bidang pekerjaan tersebut.

Dari keterangan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa data tersebut

merupakan bahan yang akan diolah menjadi suatu bentuk yang lebih berguna dan

lebih mempunyai arti. Sedangkan informasi adalah hasil pengolahan data atau

hasil proses dari data tersebut. Proses perubahan dari data menjadi informasi

merupakan fungsi utama dari pengolahan data. Cara pengolahan data menjadi

informasi tersebut bisa bermacam-macam misalnya secara manual (sempoa),

mekanis (register), elektris (kalkulator) dan elektronik (komputer).

Sedangkan pengertian komunikasi data sendiri adalah transmisi data

elektronik melalui beberapa media. Media tersebut dapat berupa kabel koaksial,

fiber optik, dan sebagainya. Sistem yang memungkinkan terjadinya transmisi data

seringkali disebut jaringan komunikasi data.



2.2 Mode Transmisi

2.2.1 Serial

Dikenal dua cara komunikasi data secara serial, yaitu komunikasi data

sesrial secara sinkron dan komunkasi data serial secara asinkron. Pada komunikasi

Page 2

8

data serial sinkron, clock dikirimkan bersama-sama dengan data serial, sedangkan

komunkasi data serial asinkron, clock tidak dikirimkan bersama data serial, tetapi

dibangkitkan secara sendiri-sendiri baik pada sisi pengirim (transmitter) maupun

pada sisi penerima (receiver). Pada IBM PC kompatibel port serialnya termasuk

jenis asinkron. Komunikasi data serial ini dikerjakan oleh UART (Universal

Asynchronous Receiver/Transmitter). IC UART dibuat khusus untuk mengubah

data paralel menjadi data serial dan menerima data serial yang kemudian diubah

kembali menjadi data paralel.

Pada UART, kecepatan pengiriman data (baud rate) dan fase clock pada

sisi transmitter dan pada sisi recevier harus sinkron. Untuk itu diperluan

sinkronisasi antara transmitter dan recevier. Hal ini dilakukan oleh bit ‘Start’ dan

bit ‘Stop’. Ketika saluran transmisi dalm keadaan idle, output UART adalah dalam

keadaan logika ‘1’. Ketika transmitter ingin mengirimkan data, output UART

akan diset lebih dulu ke logika ‘0’ untuk waktu satu bit. Sinyal ini pada receiver

akan dikenali sebagai sinyal ‘Start’ yang digunakan untuk mensinkronkan fase

clocknya sehingga sinkron dengan fase clock transmitter. Selanjutnya, data akan

dikirimkansecara serial dari bit paling rendah (bit 0) sampai bit tertinggi.

Selanjutnya akan dikirim sinyal ’Stop’ sebagai akhir dari pengiriman data serial.

Cara pemberian kode data yang disalurkan tidak ditetapan secara pasti. Berikut

adalah contoh pengiriman huruf ’A’ dalam format ASCII (41 heksa / 1000001

biner) tanpa bit paritas.



Gambar 2.1 Pengiriman huruf ’A’ tanpa bit paritas

Page 13

19

Tabel 2.10 Konfigurasi pin dan nama sinyal konektor paralel DB-25

Nomor Pin Nama Sinyal Direction Register Komplemen
1 Strobe In/Out Control bit 0 Ya
2 Data 0 Out Data bit 0
3 Data 1 Out Data bit 1
4 Data 2 Out Data bit 2
5 Data 3 Out Data bit 3
6 Data 4 Out Data bit 4
7 Data 5 Out Data bit 5
8 Data 6 Out Data bit 6
9 Data 7 Out Data bit 7
10 Ack In Status bit 6
11 Busy In Status bit 7 Ya
12 Paper-Out/Paper-End In Status bit 5
13 Select In Status bit 4
14 Auto-Linefeed In/Out Control bit 1 Ya
15 Error/Fault In Status bit 5
16 Initialize In/Out Control bit 2
17 Select-Printer/Select-in In/Out Control bit 3 Ya
18 – 25 Ground Gnd


2.3 Media Transmisi

Dalam penerapannya, komunikasi data membutuhkan media transmisi

sebagai media untuk berkomunikasi. Terdapat beberapa media transmisi

komunikasi data, diantaranya yaitu kabel untiran. Kabel jenis ini merupakan kabel

yang paling luas penggunaannya karena dipergunakan untuk jaringan telpon.

Kabel ini terbuat dari tembaga dimana beberapa pasang kabel diuntir dan

dijadikan satu. Guna mempertinggi kualitas kabel, seringkali setiap pasang kabel

akan saling diuntir sehingga disebut sebagai kabel untiran.



2.4 Komponen Elektronik

Komponen-komponen elektronik merupakan bagian yang sangat penting

untuk membuat sebuah perangkat keras. Sebuah rangkaian elektronik terdiri dari

Page 14

20

berbagai macam komponen elektronik yang befungsi sesuai dengan spesifikasi

penggunaannya.

2.4.1 PCB (Printed Circuit Board)

PCB (Printed Circuit Board) adalah dasar dimana setiap komponen akan ditanam

ke PCB untuk dirangkai dan di solder. Terdapat beberapa jenis PCB yang dapat

dipakai yaitu:

1. PCB Polos, yaitu PCB yang jalur rangkaiannya belum terbentuk. Pada

PCB ini terdapat sebuah sisi yang masih tertutup dengan bahan

komduktor. Untuk membuat jalur pada PCB ini kita bisa menggunakan

spidol tahan air.

2. PCB dot matrik, yaitu PCB yang terdiri dari lubang-lubang kecil untuk

menanam komponen-komponen elektronik. Untuk membuat jalur pada

PCB jenis ini menggunakan bantuan kawat sehingga jalur komponen tidak

perlu di cetak.

2.4.2 Transistor

Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat,

pemotong (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau fungsi lainnya.

Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus

inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik

yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.

Pada umumnya, transistor memiliki 3 terminal. Tegangan atau arus yang

dipasang di satu terminalnya mengatur arus yang lebih besar yang melalui 2

terminal lainnya. Transistor adalah komponen yang sangat penting dalam dunia

elektronik modern. Dalam rangkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier

http://id.wikipedia.org/wiki/Alat_semikonduktor

Page 26

32

comEvCTS Terjadi perubahan pada saluran Clear to Send

comEvDSR Terjadi perubahan pada saluran Data Set Ready

comEvCD Terjadi perubahan pada saluran Carier Detect

comEvRing Terdeteksi adanya sinyal Ring

comEvEOF Karakter End of File diterima



2.5.2 AT89C2051 Programmer

AT89C2051 Programmer ini adalah sebuah perangkat lunak untuk

menuliskan program pada IC AT89C2051. Program ini harus disertai rangkaian

pemrogram AT89C2051 yang banyak dijual dipasaran.

Secara garis besar untuk memprogram sebuah IC AT89C2051

membutuhkan proses sebagai berikut :

1. AT89C2051 diberi catu daya lewat kaki VCC dan kaki GND, kemudian

kaki RESET dan XTAL1 diberi tegangan 0 Volt.

2. Tegangan pin RST dinaikan menjadi 5 Volt agar ’address counter’ reset

menjadi 000(heksa). Tegangan pin P3.2 dinaikkan menjadi logika ’H’.

3. Kombinasi logika ’H’ atau ’L’ diaplikasikan pada pin P3.3, P3.4, P3.6, dan

P3.7 seperti pada tabel dibawah ini.

Tabel 2.13 Mode pemrograman flash PEROM AT89C2051

Mode Pemrograman RST/VPP P3.2 P3.3 P3.4 P3.5 P3.7
Mengisi Flash PEROM 12V L H H H
Membaca Flash PEROM 5V H L L H H
Proteksi bit1 12V H H H H
Proteksi bit2 12V H H L L
Menghapus isi chip 12V H L L L
Membaca tanda Atmel 5V H L L L L



4. Data yang akan diisikan diletakkan pada pin P1.0 – P1.07.

Page 27

33

5. Tegangan pada pin RST dinaikkan menjadi 12 Volt untuk mode

pemrograman.

6. Pulsa negatif PROG pada P3.2 dipakai sebagai perintah agar data pada

port 1 diisikan ke dalam PEROM. Selanjutnya, proses pengisian internal

akan dilakukan sendiri oleh chin ini yang memerlukan waktu kurang lebih

selama 1,2 milidetik.

7. Untuk melakukan pemrograman data pada lokasi berikutnya dikirim sinyal

NEXT yang berupa pulsa positif ke kaki XTAL1 untuk menaikkan nilai

’address counter’, kemudian data baru ditempatkan pada pin P1 (P1.0 ...

P1.7).

8. Urutan 6 sampai 7 diatas diulang untuk mengisikan data 1 byte sampai 2K

byte atau sampai data terakhir dari file tercapai.

9. Matikan power dengan urutan kaki XTAL1 diberi tegangan 0 Volt,

kemudian kaki RST diberi tegangan 0 Volt.

Similer Documents