Download Laporan Peta topografi PDF

TitleLaporan Peta topografi
File Size324.3 KB
Total Pages9
Document Text Contents
Page 3

C. Kontur


Gambar 2.1 C
Garis Kontur

Kontur adalah cara menghubungkan suatu titik yang mempunyai ketinggian

yang sama, biasanya dalam peta sangat penting dikarenakan untuk mengetahui sifat

kualitatif dan kuantitatifnya. Semakin rapat jarak antar garis kontur, menunjukan

semakin curam daerah tersebut. Begitu sebaliknya, bika jarak antar garis kontur

jarang, maka tempat tersebut itu landai. Apabila garis kontur bergerigi, maka daerah

tersebut terdapat lembah atau depresi.

- Garis Kontur memiliki sifat sebagai berikut :

 Garis ketinggian yang lebih rendah selu mengelilingi garis ketinggian yang

lebih tinggi.

 Garis ketinggian tidak akan saling berpotongan dan tidak akan memiliki

cabang

 Pada daerah yang landai garis ketinggian akan berjauhan, sedangkan pada

daerah yang curam garis nya akan saling merapat.

- Kondisi daerah yang khusus(tebing,kawah,jurang), garis ketinggiannya

digambarkan secara khusus pula :

 Garis ketinggian menjorok keluar, merupakan punggung bukit dan selalu

membentuk huruf U.

 Garis ketinggian yang menjorok ke dalam, merupakan lembah dan selalu

membentuk huruf V.

- Catatan tentang kontur :

 Kontur kontinyu, kontur kontinyu adalah garis kontur yang dimana sejauh

apapun sebuah kontur berada tetap akan bertemu pada titik awalnya,

terkecuali jika kontur masuk ke daerah kemiringan yang curam atau nyaris

tegak lurus (vertikal) karena tidak ada ruang untuk menyajikan kontur secara

Page 4

terpisah pada pandagan horizontal, maka lereng terjal tersebut digambarkan

dengan simbol. Dengan begitu kontur akan masuk dan keluar dari simbol

tersebut.

 Kontur pada bagian bawah lereng merapat, maka bentuk lereng tersebut

pada umumnya menjadi cembung (konveks), dan memberikan pandangan

yang pendek. Jika sebaliknya, yaitu merenggang, maka disebut dengan

cekung(konkav), dan memberikan pandangan yang panjang.

 Kontur-kontur yang rapat dan tidak teratur (dalam arti tidak patah), kecuali

pada peta yang ber-skala kecil pada umumnya penyajian kontur cenderung

halus akibat adanya proses generalisasi yang dimaksud untuk

menghilangkan detil-detil yang kecil(minor)

- Sifat-sifat garis kontur adalah:

 Sifat garis kontur mewakili satu ketinggian tertentu.

 Garis kontur yang lebih rendah mengeliligi garis kontur yang lebih tinggi

ataupun sebaliknya.

 Garis kontur tidak berpotongan ataupun tidak bercabang.

 Garis kontur yang rapat menandakan permukaan bumi yang curam/terjal,

sebaliknya renggang menandakan permukaan bumi yang landai.

 Rangkaian garis kontur yang berbentuk huruf (U) menandakan punggungan

gunung.

 Rangkaian garis kontur yang berbentuk (V) terbalik menandakan suatu

daerah tersebut lebah/jurang.

- Interval kontur adalah jarak tegak antara dua garis kontur yang berdekatan.

Jadi jarak antara dua bidang datar yang berdekatan. Pada suatu peta

topografi interval kontur dibuat selalu sama, berbanding terbalik dengan skala

peta. Semakin besar skala peta, jadi semakin banyak informasi yang

disajikan, interval kontur semakin kecil.

- Indeks kontur adalah garis kontur yang digambarkan secara ditonjolkan pada

setiap kelitpatan interval kontur tertentu.

D. Drainage

Drainage adalah bentuk yang berhubungan dengan penyaluran air, baik di

permukaan maupun di bawah permukaan bumi itu sendiri. Sebagai contohnya

sungai, laut, danau.

Page 5

E. Culture

Culture, yaitu adalah hasil budi daya manusia. Yang maksudnya hasil dari

buatan manusia, contohnya jalan raya, perkampungan, persawahan, perkebunan,

dan lainnya.

2.3 Penampang Topografi

Untuk mengetahui keadaan morfologi dan kenampakan suatu geologi

daerah, diperlukan suatu penampang tegak yang dimana penampang tegak adalah

gambaran yang memperlihatkan profil atau bentuk permukaan bumi. Profil ini

diperoleh dari line of section yang telah ditentukan dulu pada topografi.

Similer Documents