Download Laporan Korosi Galvanik PDF

TitleLaporan Korosi Galvanik
File Size1.1 MB
Total Pages28
Document Text Contents
Page 14

Bab IV: Hasil Percobaan dan Pembahasan | Laporan Praktikum Korosi Galvanik 13



Gambar 4.1 Wujud Padatan Besi (II) Klorida

(Sumber: http://chemistry-

reference.com/images/compound/iron(II)%20chloride%20tetrahydrate.jpg)



Hal kedua yaitu mengenai korosi logam di dalam larutan HCl. Larutan HCl

yang digunakan memiliki nilai pH sebesar 2, yang berarti larutan ini

merupakan larutan yang paling asam dibandingkan larutan lainnya, sehingga

logam yang terendam di dalam larutan ini akan lebih cepat dan lebih mudah

terkorosi dibandingkan logam di larutan lainnya. Adanya 3 spesimen yang

menyebabkan korosi pada logam di larutan ini antara lain yaitu HCl, H2O,

dan O2 yang muncul akibat adanya kontak dengan udara. Selain itu,

perbedaan dengan larutan lainnya yaitu warna larutan masih tetap bening, dan

tidak terdapat endapan di dalam larutan. Berdasarkan reaksi berikut:

Fe (s) + 2 HCl (l) → FeCl2 (s) + H2 (g)

Seharusnya terdapat endapan logam FeCl2 yang sama ketika logam

dicelupkan ke dalam larutan NaCl. Namun, berdasarkan pendapat dari hasil

penelitian yang diperoleh dari sumber

http://www.scienceforums.net/topic/14381-iron-in-hclaq/, padatan FeCl2

akan terbentuk di dalam larutan HCl tersebut apabila larutan sudah jenuh.

Kejenuhan larutan tersebut terjadi apabila larutan HCl yang digunakan sudah

mencapai pH yang netral atau basa (pH ≥7). Sedangkan meski sudah

direndam selama 5 hari, pH larutan HCl tersebut masih dalam keadaan asam.

Itulah alasan mengapa tidak ditemukannya endapan FeCl2 di dalam larutan

HCl yang tetap bening dan tidak tampak adanya kekeruhan pada larutan

tersebut. Selain itu, konsentrasi larutan HCl yang digunakan juga

mempengaruhi timbulnya endapan FeCl2 serta perubahan warna larutan.

http://www.webqc.org/balance.php?reaction=Fe%2BHCl%3DFeCl2%2BH2
http://www.scienceforums.net/topic/14381-iron-in-hclaq/

Similer Documents