Download kunci jawaban pr kimia 11 PDF

Titlekunci jawaban pr kimia 11
File Size2.9 MB
Total Pages103
Table of Contents
                            01 PG Bab 01 Hidrokarbon
02 PG Bab 02 Minyak Bumi
03 Suplemen Kimia XI Bab 03 Termokimia
04 Suplemen PG L U T S Kimia
05 SUPLEMEN PGPR KIMIA XI BAB 04
06 Suplemen Kunci PG Bab 05 Reaksi Kesetimbangan
07 PG LUAS
08 Silabus Kimia XI Bab 1-5
RPP Kimia XI
                        
Document Text Contents
Page 2

2 Senyawa Hidrokarbon

Setelah mempelajari bab ini, siswa mampu:

1. menganalisis struktur dan sifat senyawa hidrokarbon berdasarkan pemahaman kekhasan atom karbon dan penggolongan

senyawanya, serta menyebutkan dampak pembakaran senyawa hidrokarbon terhadap lingkungan dan kesehatan beserta

cara mengatasinya;

2. terampil menyajikan hasil diskusi kelompok mengenai pembuatan isomer serta penamaan senyawa hidrokarbon.

Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, siswa:

1. mengagumi dan mensyukuri keberadaan senyawa hidrokarbon yang berguna bagi kelangsungan hidup manusia kemudian

memanfaatkan sebaik-baiknya;

2. mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi, bersikap jujur, teliti, serta aktif saat bekerja sama dalam kelompok praktikum.

Materi

� Definisi Senyawa Hidrokarbon

� Alkana, Alkena, dan Alkuna

� Reaksi-Reaksi pada Senyawa Hidrokarbon

� Kegunaan Senyawa Hidrokarbon

Kemampuan dan Sikap yang Dimiliki

� Menuliskan berbagai struktur dan menyebutkan sifat senyawa hidrokarbon berdasar-

kan golongannya serta menyebutkan dampak pembakaran senyawa hidrokarbon.

� Mengagumi dan mensyukuri berbagai kegunaan senyawa hidrokarbon.

� Mempunyai rasa ingin tahu serta sikap proaktif yang tinggi.

Pembelajaran Kognitif

� Senyawa organik dan anorganik.

� Penggolongan senyawa hidrokarbon.

� Isomer, tata nama, sifat-sifat, dan pembuatan

alkana, alkena, dan alkuna.

� Reaksi substitusi, eliminasi, adisi, dan oksidasi

senyawa hidrokarbon.

� Kegunaan senyawa hidrokarbon di berbagai bidang.

Kegiatan Psikomotorik

� Melakukan diskusi untuk membuat isomer suatu

senyawa dan memberikan namanya.

� Melakukan praktikum untuk menyelidiki kebe-

radaan unsur C dan H dalam senyawa organik.

Pengetahuan yang Dikuasai

� Membedakan struktur berbagai senyawa hidrokarbon.

� Menyebutkan sifat-sifat dan kekhasan senyawa

hidrokarbon berdasarkan penggolongannya.

� Menyebutkan dampak pembakaran senyawa

hidrokarbon terhadap lingkungan dan kesehatan

serta cara mengatasinya.

Keterampilan yang Dikuasai

� Menuliskan berbagai isomer senyawa hidro-

karbon untuk senyawa hidrokarbon.

� Menyebutkan nama senyawa yang tepat sesuai

IUPAC.

� Mengidentifikasi senyawa hidrokarbon.

Page 51

51Kimia Kelas XI

HCl

Gas CO2

Buret

Gelas beker

Statif

Batu pualam

Air

20. Jawaban: b
Laju reaksi dapat ditentukan dengan mudah melalui
pengukuran laju pembentukan CO2. Gas CO2 yang
terbentuk ditampung pada alat buret yang
mempunyai ukuran volume sehingga volume gas
CO2 dapat ditentukan. Percobaan dapat dilakukan
dengan rangkaian alat seperti gambar berikut.

Terbentuknya gas CO2 akan menekan air sehingga
air turun. Volume gas CO2 dapat teramati melalui
angka yang tertera pada buret.

21. Jawaban: e
Jika pada suatu reaksi kimia suhu dinaikkan maka
kenaikan suhu tersebut akan mengakibatkan energi
kinetik zat-zat pereaksi, frekuensi tumbukan zat-
zat pereaksi, dan frekuensi tumbukan efektif
meningkat. Dengan demikian, produk akan semakin
cepat terbentuk. Energi aktivasi akan menurun jika
ada katalis dalam reaksi. Jadi, pernyataan yang
benar adalah pernyataan 2), 3), dan 4).

22. Jawaban: b
Proses kontak adalah reaksi antara belerang
dioksida dengan oksigen menggunakan katalis
platina atau vanadium pentaoksida. Katalis vana-
dium pentaoksida lebih umum digunakan karena
katalis platina mudah diracuni oleh zat-zat pengotor
dalam belerang dioksida. Ni digunakan untuk
mengkatalis proses hidrolisis pada lemak dalam
pembuatan margarin. MnO2 digunakan untuk
mengkatalis penguraian KClO3 menjadi KCl dan
O2. CuCl2 digunakan untuk mengkatalis reaksi
oksidasi HCl oleh O2 dari udara pada proses
pembuatan gas klor menurut cara Deacon. Fe2O3
dan ZnO digunakan untuk mengkatalis reaksi N2
dan H2 pada pembuatan gas NH3 menurut proses
Haber-Bosch.

23. Jawaban: d
Reaksi pada grafik merupakan reaksi eksoterm
karena entalpi produk lebih kecil dari entalpi reaktan
dengan perubahan entalpi sebesar 15 kJ. Energi
aktivasi reaksi sebesar 35 kJ.

24. Jawaban: e
Volume H2SO4 = 19,6 ml
Vlarutan = 200 ml

H2SO4
= 1,225 g/ml

Mr H2SO4 = 98 g/mol

[H2SO4] = r
g

M ×
1.000

V

=
19,6 1,225

98
×

1.000
200

= 0,245 × 5
= 1,225 M 1,23

Jadi, konsentrasi larutan H2SO4 sebesar 1,23 M.

25. Jawaban: a
Laju reaksi akan semakin cepat apabila zat-zat
yang terlibat reaksi (reaktan) mempunyai partikel
berbentuk serbuk dan reaksi berlangsung pada
suhu tinggi. Partikel berbentuk serbuk mempunyai
permukaan bidang sentuh lebih luas sehingga
mudah terjadi tumbukan efektif. Kenaikan suhu
mengakibatkan energi molekul-molekul meningkat
sehingga semakin banyak molekul yang mencapai
energi pengaktifan. Dengan demikian, reaksi
berlangsung lebih cepat.

26. Jawaban: c
Gas H2 dihasilkan terbanyak jika Zn yang
digunakan berbentuk serbuk dan konsentrasi
H2SO4 paling besar. Bentuk serbuk mempunyai
luas permukaan lebih besar daripada bentuk
kepingan. Dengan demikian, kemungkinan
tumbukan yang dihasilkan berupa tumbukan efektif
lebih besar. Konsentrasi H2SO4 yang paling besar
juga memungkinkan tumbukan yang dihasilkan
berupa tumbukan efektif lebih besar daripada
H2SO4 yang konsentrasinya lebih kecil. Reaksi
yang akan menghasilkan gas H2 terbanyak pada
10 detik pertama adalah 2 g Zn (berbentuk serbuk)
dengan 30 ml H2SO4 0,5 M.

27. Jawaban: e
Alasan yang benar tentang kenaikan laju reaksi
ketika luas permukaan reaktan dinaikkan adalah
penambahan luas permukaan molekul reaktan akan
menaikkan jumlah tumbukan antarpartikel reaktan.

28. Jawaban: b
Misal persamaan laju reaksi: v = [NO]m[Br2]

n.
Orde reaksi terhadap [NO], [Br2] tetap.

2

3

v
v =

k
k

2

3

m
[NO]
[NO]

2 2

2 3

n
[Br ]
[Br ]

12
24 =

k
k

m0,1
0,2

n0,10
0,10

1
2 =

m1
2

11
2

=
m1

2

m = 1

Page 52

52 Laju Reaksi

E

Reaktan

Jalannya reaksi

Ea
Produk

E

Reaktan

Jalannya reaksi

Ea

Produk

Orde reaksi terhadap [Br2], [NO] tetap.


1

2

v
v =

k
k

1

2

m
[NO]
[NO]

2 1

2 2

n
[Br ]
[Br ]

6
12 =

k
k

m0,1
0,1

n0,05
0,10

1
2 =

n1
2

11
2

=
n1

2

n = 1
Persamaan laju reaksi: v =k [NO] [Br2]
Dari percobaan 1 diperoleh k sebagai berikut.
v = k [NO] [Br2]
6 = k (0,1) (0,05)
k = 1.200
jika konsentrasi gas NO = 0,01 M dan gas
Br2 = 0,03 M maka:
v = 1.200 (0,01) (0,03)
= 0,36 M/detik
Jadi, harga laju reaksi 0,36 M/detik.

29. Jawaban: a
Katalis pada suatu reaksi berfungsi untuk
mempercepat reaksi. Reaksi berlangsung cepat
ditandai dengan banyaknya gelembung gas. Reaksi
ini terjadi pada percobaan (2) dan (4) karena
penambahan MnO2 dan CoCl2. Dengan demikian,
zat yang berfungsi sebagai katalis adalah ion Mn4+
dan ion Co2+.

30. Jawaban: c
Misal persamaan laju reaksi: v = k[H2]

m[NO]n.
Orde reaksi terhadap H2 percobaan 3) dan 4).


3

4

v
v =

k
k

2 3

2 4

m
[H ]
[H ]

3

4

n
[NO]
[NO]

0,1
0,2

=
k
k

m0,15
0,30

0,2
0,2

n

0,1
0,2

=
m

1
2

1
1
2

=
m

1
2

m = 1

Orde reaksi terhadap NO percobaan 2) dan 3).

2

3

v
v

=
k
k

2 2

2 3

m
[H ]
[H ]

2

3

n
[NO]
[NO]

0,025
0,1

=
k
k

0,15
0,15

m n0,1
0,2

0,025
0,1

=
n

1
2

1
4

=
n

1
2


2

1
2

=
n

1
2

n = 2

Jadi, rumus laju reaksinya adalah v = k[H2][NO]
2.

B. Uraian

1. M =
r

10 %
M =

1,3 g/ml 10 63
63 g/mol

= 13 mol/ml = 13 M
Jadi, molaritas asam nitrat pekat sebesar 13 M.

2. NH3(g) N2(g) + 3H2(g)
a. Laju reaksi pembantukan N2

Mol N2 = 0,3 mol

Molaritas N2 =
0,3
5

= 0,06 M

vN2 =
2d[N ]

dt
=

0,06
6

= 0,01 M det–1

Jadi, laju reaksi pembentukan N2 = 0,01 M det
–1.

b. Laju reaksi pembentukan H2

Mol H2 =
3
1

× 0,3 = 0,9 mol

Molaritas H2 =
0,9
5

= 0,18 M

vH2 =
2d[H ]

dt
=

0,18
6

= 0,03 M det–1

Jadi, laju reaksi pembentukan H2 = 0,03 M det
–1.

c. Laju penguraian NH3

Mol NH3 =
2
1

× 0,3 = 0,6 mol

Molaritas NH3 =
0,6
5

= 0,12 M

vNH3 = –
3d[NH ]

dt
= –

0,12
6

= –0,02 M det–1

Jadi, laju reaksi penguraian NH3 =
0,02 M det–1.

3. a. Endoterm

b. Eksoterm

Page 102

271Kimia Kelas XI

No. Aspek yang Dinilai 3 2 1 Keterangan

1 : Menggunakan senyawa kimia
dan alat-alat laboratorium
secara tidak bijaksana sesuai
fungsi dan kebutuhan, misalnya
mengambil bahan kimia yang
tidak dibutuhkan secara ber-
lebihan.

c. Lembar Penilaian Psikomotorik

d. Rubrik Penilaian Psikomotorik

No. Aspek yang Dinilai
3 2 1

Keterangan

Cara mengukur volume larutan.

Cara memasukkan larutan ke dalam tabung
reaksi.

Cara mengamati perubahan warna larutan.

Cara mengukur volume larutan.

Cara memasukkan larutan ke dalam tabung
reaksi.

Cara mengamati perubahan warna larutan.

Cara mengukur volume larutan.

Cara memasukkan larutan ke dalam tabung
reaksi.

Cara memasukkan lidi ke dalam tabung
reaksi.

1.

2.

3.

1.

2.

3.

1.

2.

3.

Skor

Pengaruh Konsentrasi

Pengaruh Suhu

Pengaruh Katalis

No. Aspek yang Dinilai
3 2 1

Keterangan

Cara mengukur volume larutan.

Cara memasukkan larutan ke dalam tabung
reaksi.

1.

2.

Skor

3 : Jika cara mengukur larutan
sangat tepat yaitu tepat pada
skala yang diinginkan dengan
posisi mata tegak lurus pada
saat melihat skala, jika ke-
kurangan atau kelebihan maka
ditambah/dikurangi dengan
pipet tetes.

2 : Jika cara mengukur larutan
tepat, yaitu tepat pada skala
yang diinginkan.

1 : Jika cara mengukur larutan tidak
tepat yaitu kurang dari skala
yang diinginkan atau kelebihan.

3 : Jika cara memasukkan zat/
larutan tepat, tangan kiri
memegang tabung reaksi
sementara tangan kanan
memasukkan zat/larutan ke
dalamnya sehingga tidak ada
yang tumpah (masuk semua ke
dalamnya).

Page 103

272 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

No. Aspek yang Dinilai
3 2 1

Keterangan
Skor

2 : Jika cara memasukkan zat/
larutan tidak tepat dan ada
sebagian yang tertinggal di
dinding tabung reaksi atau ada
sebagian zat/larutan yang
tumpah.

1 : Jika cara memasukkan zat/
larutan sangat tidak tepat dan
ada sebagian zat yang tumpah.

3 : Jika cara mengamati per-
ubahan warna larutan setelah
larutan dimasukkan ke dalam
tabung dengan mengocok
tabung reaksi dan meletakkan
tabung di atas kertas putih.

2 : Jika cara mengamati per-
ubahan warna larutan setelah
larutan dimasukkan ke dalam
tabung dengan mengocok
tabung reaksi tanpa meletak-
kan tabung di atas kertas putih.

1 : Jika cara mengamati per-
ubahan warna larutan setelah
larutan dimasukkan ke dalam
tabung reaki tanpa mengocok
tanung reaksi dan tabung
reaksi diletakkan di atas kertas
putih.

3 : Jika cara memasukkan lidi
sangat tepat yaitu lidi dimasuk-
kan ke dalam tabung tanpa
menyentuh dinding tabung dan
tidak menyentuh larutan di
dalam tabung.

2 : Jika cara memasukkan lidi
tepat yaitu lidi dimasukkan ke
dalam tabung agak menyentuh
dinding tabung dan tidak
menyentuh larutan di dalam
tabung.

1 : Jika cara memasukkan lidi
tidak tepat yaitu lidi dimasukkan
ke dalam tabung dengan me-
nyentuh dinding tabung dan
menyentuh larutan di dalam
tabung.

Cara mengamati perubahan warna larutan.

Cara memasukkan lidi ke dalam tabung
reaksi.

3.

4.

Mengetahui
Kepala SMA/MA . . . Guru Mata Pelajaran

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
NIP_________________________ NIP_________________________

Similer Documents