Download Kerangka Acuan Kerja Promosi Kesehatan Tanjung Palas Utara PDF

TitleKerangka Acuan Kerja Promosi Kesehatan Tanjung Palas Utara
File Size105.7 KB
Total Pages13
Table of Contents
                            Dewi yuliana satriani, S.SiT, M.Kes
                        
Document Text Contents
Page 6

lain adalah: 1. Di tempat tidur Dilakukan oleh petugas di tempat tidur kepada pasien yang

masih belum dapat atau masih belum bisa meninggalkan tempat tidurnya, akan lebih efektif

apabila menggunakan lembar balik (flashcard) yang sedikit kalimatnya dan atau alat peraga

yang tepat lainnya. 2. Penggunaan bahan bacaan (biblioterapi) Dilakukan dengan

peminjaman bahan2 bacaan dan atau bedside health promotion dengan cara patugas

membacakan bahan bacaan sambil melakukan promosi kesehatan. 3. Penyuluhan

berkelompok Dilakukan kepada pasien atau keluarga dikumpulkan pada suatu tempat

(misalnya aula) dengan maksud untuk meningkatkan pengetahuan serta mengubah sikap dan

perilaku sekaligus menjadi salah satu media sosialisasi antar pasien. Kegiatan ini lebih

bersifat menghibur, santai dan dapat diselingi rekreasi (misalnya dihalaman puskesmas).

Metode ini akan lebih efektif menggunakan alat peraga atau media promosi yang bersifat

menghibur seperti simulasi atau permainan. Media yang bisa digunakan antara lain; flipchart,

poster, standing banner,laptop, LCD projector dan lain sebagainya. 4. Pemanfaatan ruang

tunggu Ruang tunggu yang memadahi sangatlah cocok untuk digunakan sebagai sarana untuk

binasuasana bagi para pengunjung. Di dalam ruang tunggu juga perlu disediakan berbagai

media promosi seperti poster, brosur, pemutaran film, pemutaran radio, TV dan media lain. 5.

Pendekatan keagamaan Petugas kesehatan baik secara mandiri ataupun melalui bantuan

pemuka agama dapat mengajak pasien/keluarga untuk berdo’a sesuai keyakinan agamanya,

menyediakan bahan bacaan keagamaan, kitab suci dan membimbing membacanya atau

membuat acara keagamaan yang dilakukan secara personal maupun kelompok. Frekwensinya

bisa bersifat harian, mimgguan atau bulanan secara rutin. E. Di Laboratorium Umumnya

pengunjung diruang ini tidak terlalu lama menunggu, oleh kerena itu jenis informasi yang

disediakan harus bersifat swalayan (self service) seperti poster/standing banner yang dapat di

baca dan leaflet yang dapat diambil yang berisikan informasi tentang pentingnya penegakaan

diagnosis, manfaat screening kesehatan secara berkala, jenis pelayanan maupun pola tarifnya

dan lain sebagainya. F. Di Kamar Obat Jenis informasi yang disediakan di ruang ini adalah

poster/standing banner yang dapat di baca, leaflet yang dapat diambil , pemutaran TV, tape

recorder atau player yang berisikan informasi tentang manfaat obat generik & keuntungan

menggunakannya, kesabaran & kedisiplinan menggunakan obat sesuai petunjuk dokter serta

pentingnya Taman Obat Keluarga (TOGA). G. Di Tempat Pembayaran Sebelum

pasien/keluarga pulang sebaiknya seluruh petugas memberi pelayanan yang hangat sebagai

salam perpisahan, ucapan terima kasih maupun selamat jalan semoga bertambah sehat serta

jangan lupa sampaikan kapanpun membutuhkan pelayanan lagi jangan ragu-ragu untuk

datang lagi di Puskesmas anda. Akan lebih terkesan lebih baik apa bila fase terminasi ini

dimanfaatkan untuk promosi pelayanan dengan memberikan cindera mata sederhana seperti,

leaflet, kalender, buku saku, CD dan lain sebagainya yang bermanfaat bagi kesehatan. H. Di

Klinik Khusus Pada umumnya poliklinik khusus di puskesmas antara lain klinik gizi, klinik

sanitasi, klinik konsultasi remaja, klinik PHBS dan lain sebaginya. Oleh karena itu promosi

kesehatan yang paling efektif adalah berupa konseling dengan didukung oleh semua media

dan alat peraga diatas sesuai kebutuhan masing-masing pasien/klien seperti; lembar balik,

Page 7

leaflet, poster, banner, buku saku, CD, pantoom, TV dan lain sebagainya. I. Di Halaman

Puskesmas Jenis informasi yang disediakan antara lain adalah: 1. Di tempat parkir Karena

tempat ini biasanya berupa lapangan parkir, sebaiknya promosi kesehatan bersifat umum

seperti himbauan ber-PHBS, larangan merokok, larangan menyalahgunakan Narkoba, bahaya

napza dan lain sebagainya dengan menggunakan media baliho/bilboard, spanduk dan media

serupa lainya. 2. Di taman puskesmas Taman puskesmas disamping diperlukan sebagai media

memperindah halaman dapat dijadikan sebagai model promosi kesehatan dengan memberikan

contoh-contoh Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan contoh tanaman bergizi seperti sayuran

dan buah-buahan (warung hidup) sekaligus diberikan penjelasan kandungan gizi maupun

manfaatnya. 3. Di dinding puskesmas Dinding puskesmas dapat dimanfaatkan untuk promosi

kesehatan dengan menggunakan poster dan media serupa lainnya yang ditata seindah dan

serapi mungkin (jangan terlalu banyak) yang berisi pesan-pesan umum tentang kesehatan dan

PHBS. 4. Di pagar puskesmas Pada waktu-waktu tertentu, misalnya pada waktu peringatan

Hari Kesehatan Nasional (HKN), hari tembakau, hari gizi dan lain sebagainya, pagar dapat

dimanfaatkan sebagai media promosi melalui pemasangan spanduk, rontek, umbul-umbul

atau bahkan murral, semuanya harus dipertimbangkan agar tidak merusak keindahan. 5. Di

kantin/warung kawasan puskesmas Di tempat ini sebaiknya pesan yang disampaikan

berisikan tentang makanan sehat, pesan gizi seimbang, keluarga sadar gizi dan PHBS dengan

menggunakan poster, neon box, leaflet, selebaran dan lain sebagainya. 6. Di tempat ibadah Di

tempat ibadah (seperti musholla) akan lebih tepat digunakan untuk menyampaikan informasi

seputar kesehatan rokhani (jiwa) dikaitkan dengan perintah-perintah agama dengan

menggunakan poster, neon box, leaflet, selebaran buku saku, bahan bacaan dan lain

sebagainya yang bersifat gratis. V. KEGIATAN PROMOSI KESEHATAN DI LUAR

GEDUNG PUSKESMAS Kegiatan ini berupa promosi kesehatan yang dilakukan dengan

sasaran masyarakat yang berada di wilayah kerja puskesmas yang bersangkutan sebagai

upaya untuk meningkatkan PHBS dengan pengorganisaian masyarakat. Pelaksanaan promkes

diluar gedung dilaksanakan puskesmas bekerjasama dengan berbagai fihak potensial melalui

metode advokasi, binasuasana, gerakan pemberdayaan yang dijiwai semangat kemitraan

dengan kegiatan sebagai berikut: A. Promosi kesehatan melalui pendekatan individu B.

Promosi kesehatan melalui pendekatan kelompok (TP PKK, karang taruna, posyandu, SBH,

majlis taklim dan lain sebagainya) C. Promosi kesehatan melalui pendekatan organisasi

masyarakat (ormas) seperti kelompok kesenian tradisional dan lain sebagainya D.

Penggerakan dan pengorganisaian masyarakat melalui: 1. Kunjungan rumah 2. Pemberdayaan

berjenjang 3. Pengorganisasian masyarakat melalui Survei Mawas Diri (SMD) dan

Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) VI. PEMANTAUAN DAN EVALUASI A.

Pemantauan Kegiatan ini berfungsi untuk mengetahui sejauhmana pencapaian pelaksanaan

promkes dengan mekanisme; petugas membuat catatan secara berkala yang dilaporkan

kepada kepala puskesmas dan kunjungan lapangan dibebepa lokasi terpilih. B. Evaluasi

Evaluasi sebaiknya dilaksanakan pada setiap tahap menejerial mulai dari perencanaan,

pelaksanaan dan hasil sekurang-kurang pada tiap pertengahan tahun dan akhir tahun dengan

Similer Documents