Download isoterm-adsorbsi PDF

Titleisoterm-adsorbsi
File Size249.6 KB
Total Pages12
Document Text Contents
Page 7

setiap jangka waktu 10 menit dalam 30 menit pertama, dan kemudian disaring.

Selanjutnya, semua larutan tersebut dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 N untuk

mendapatkan konsentrasi awal (larutan asam asetat murni) dan konsentrasi akhir

(larutan asam asetat + arang). Penentuan konsentrasi awal dak akhir larutan asam

asetat disini menggunakan rumus pengenceran, yakni V1.M1 = V2.M2

Konsentrasi awal dan akhir yang didapat berdasarkan hasil praktikum

kemudian dikurangkan untuk mengetahui harga ∆C larutan asam asetat. Selain itu,

data konsentrasi tersebut juga dapat digunakan untuk menghitung harga X (gram)

dengan rumus X = massa x Mr x 100/1000. Akhirnya, berdasarkan analisis data

yang telah dilakukan, dihasilkan 2 grafik yang berbentuk linier, yakni grafik C vs

X/m dan grafik log X/m vs log C. Terbentuknya grafik linier dalam praktikum ini

menunjukkan bahwa isotherm adsorbsi yang berlangsung disini memang benar

merupakan isotherm adsorbsi Freundlich.

Berdasarkan persamaan grafik Isoterm Adsorpsi Freundlich (log x/m vs log

c) jika dianalogikan dengan persamaan Freundlich maka akan didapat nilai k dan n.

Persamaan isoterm adsorpsi Freundlich dapat dituliskan sebagai berikut.

Log (x/m) = log k + 1/n log c

sedangkan persamaan grafik Isotherm Adsorpsi Freundlich adalah

y = 1,000x – 0,776

Jadi, didapat nilai Log k = -0,776 dan 1/n = 1,000. Maka nilai k adalah 0,1675 dan

nilai n adalah 1.

Mengenai gambar grafik log x/m vs log C yang dihasilkan sudah sesuai

dengan teori isotherm adsorpsi Freundlich yaitu grafik berupa garis linear

sedangkan grafik C vs x/m belum sesuai dengan teori isotherm adsobsi Langmuir

karena seharusnya grafik seperti setengah trapezium mengalami kenaikan dan

selanjutnya terjadi kekonstanan. Namun dari hasil percobaan ini grafik mengalami

terus mengalami kenaikan. Hal ini mungkin terjadi karena kekurang cermatan

praktikan dalam mengencerkan larutan asam asetat yang akan digunakan, atau

ketidaktepatan praktikan dalam memanaskan arang sehingga arang yang

digunakan bukan merupakan absorben yang baik (bisa bekerja secara maksimal).

Similer Documents