Download fermentasi PDF

Titlefermentasi
File Size72.6 KB
Total Pages11
Document Text Contents
Page 5

Mikrobiologi Industri – Nur Hidayat dan Sri Suhartini

5

konsumennya agar pasar dapat diraih dan dipertahankan bahkan
dikembangkan lebih luas lagi.

Selain faktor-faktor di atas, ada beberapa faktor lain yang harus
diperhatikan oleh perusahaan (industri) atau biasa dikenal dengan lingkungan
umum perusahaan, antara lain :

1. Faktor politik

Dalam hal ini menyangkut tingkat pemusatan kekuatan politik, sifat organisasi
politik, sistem partai, kesadaran dalam bermasyarakat. Perusahaan merupakan
lembaga sosial yang selalu berhubungan dengan masyarakat maka kehidupan
operasi perusahaan sangat terpengaruh oleh politik negara dimana
perusahaan itu berada.

2. Faktor hukum

Lingkungan ini meliputi sifat dari sistem hukum, sistem hukum yang berlaku
khususnya yang berpengaruh terhadap perkembangan perusahaan, misalnya
peraturan perundangan.

3. Faktor sosial

Disini meliputi struktur golongan yang ada dalam masyarakat yang dapat
mempengaruhi perkembangan perusahaan termasuk di dalamnya sifat dan
perkembangan dari lembaga-lembaga sosial.

4. Perekonomian

Sistem perekonomian yang mempengaruhi perkembangan perusahaan terdiri
dari berbagai aspek ekonomi dan unit-unit ekonomi dalam masyarakat yang
meliputi jenis organisasi ekonomi, sistem kepemilikan perusahaan, sistem
perpajakan dan perbankan, angkatan kerja, tingkat produktivitas, tingkat
investasi, perubahan pola konsumsi dan lain-lain.

5. Kebudayaan

Hal ini menyangkut latar belakang dari suatu masyarakat di mana perusahaan
berada yaitu yang berhubungan dengan hasil produksi perusahaan. Juga
tercakup didalamnya norma-norma masyarakat setempat, adat-istiadat dan
kebiasaan mereka.

6. Pendidikan

Lingkungan ini adalah keseluruhan dari tingkat pendidikan paling rendah
sampai dengan pendidikan tertinggi secara formal serta tingkat pendidikan
nonformal yang akan mempengaruhi tingkat keahlian khusus dari masyarakat
tersebut.

7. Teknologi

IPTEK senantiasa berkembang, oleh karena itu apabila perusahaan ingin
mengembangkan tingkat proses produksi dan kegiatan operasionalnya harus
berpacu dengan kemajuan teknologi.

Page 10

Mikrobiologi Industri – Nur Hidayat

10

1.4 Komponen Proses Fermentasi

Proses fermentasi mempunyai enam komponen dasar yaitu:,

1. Susunan medium yang digunakan selama pengembangan inokulum dan
di dalam fermentor.

2. Sterilisasi medium, fermentor dan peralatan yang lain.

3. Aktivitas produksi, pemanfaatan kultur murni, jumlah inokulum untuk
produksi.

4. Pertumbuhan mikrobia dalam fermentor produksi pada kondisi optimum
untuk pembentukan hasil.

5. Ekstraksi produk dan pemurnian.

6. Penanganan limbah yang dihasilkan selama proses.
Hubungan antar komponen dapat dilihat pada Gambar 1.1.


Kultur starter inokulum proses Cairan
induk Fermentasi Kultur


Bahan formulasi Sterilisasi Separasi Biomas
Baku medium medium Sel
medium


Ekstraksi produk Supernatan bebas sel




Efluen Pemurnian Pengemasan produk

Produk



Gambar 1.1. Skema umum proses fermentasi.





Namun demikian, salah satu hal yang perlu diperhatikan di bidang
penelitian adalah perancangan perbaikan efisiensi fermentasi secara terus
menerus. Sebelum proses fermentasi dapat dilakukan, organisme yang dipakai
harus diisolasi, dimodifikasi sehingga dapat menghasilkan produk yang
diharapkan dalam skala komersial, hal ini tentunya membutuhkan perancangan
peralatan. Proses ekstraksi produk juga harus diperhatikan karena ini
menyangkut biaya produksi yang tidak sedikit.

Page 11

Mikrobiologi Industri – Nur Hidayat

11

Beberapa faktor – medium, garam, keasaman, kultur, dan waktu –
berperan penting dalam fermentasi. Proses fermentasi bersifat sederhana
namun harus teliti sehingga flavor, tekstur, aroma, dan karakteristik lainnya
yang diharapkan, dapat muncul.

Berbagai makanan dan minuman seperti roti, tape, tempe, wine dan
yogurt dibuat melalui proses fermentasi. Sebagai bahan pangan tambahan
beberapa produk fermentasi telah umum digunakan. Sebagai contoh, gum
xanthan merupakan polisakarida dengan berat molekul tinggi yang dihasilkan
melalui proses fermentasi menggunakan bakteri Xanthomonas campestris
dengan gula sebagai substrat. Gum gellan adalah polisakarida yang larut
dalam air dan dihasilkan dari fermentasi dengan kultur murni Sphingomonas
elodea. Kedua hidrokoloid ini umum digunakan dalam industri pangan sebagai
pengental, penstabil, dan pembentuk tekstur.

Akhir-akhir ini dikembangkan pula isoflavon kedelai untuk digunakan
dalam makanan, minuman, dan farmasi. Isoflavon kedelai seperti genistein,
daidzein, dan glycitein memiliki manfaat penting bagi kesehatan dan proses
fermentasi dapat menghasilkan komponen-komponen tersebut.



DAFTAR PUSTAKA

Kumalaningsih, S dan N. Hidayat. 1995. Mikrobiologi Hasil Pertanian. IKIP
Malang. Malang

Schlegel, H.G. and K. Schmidt. 1986. General Microbiology (translated by M.
Kogut). Cambridge University Press. Cambridge

Stanbury, P.F and A. Whitaker. 1984. Principles of Fermentation Technology.
Pergamon Pers. Oxford

Sumarni, M. dan J. Soeprihanto. 1995. Pengantar Bisnis (Dasar-dasar
Ekonomi Perusahaan). Edisi Keempat. Penerbit Liberty. Yogyakarta

Similer Documents