Download DRP hipertensi-dislipidemia PDF

TitleDRP hipertensi-dislipidemia
File Size555.5 KB
Total Pages30
Document Text Contents
Page 15

14

 b. Jalur Metabolisme Endogen

Trigliserid dan kolesterol yang disintesis di hati disekresi ke dalam

sirkulasi sebagai lipoprotein B100. Dalam sirkulasi, triglisirid di VLDL akan

mengalami hidrolisis oleh enzim lipoprotein lipase (LPL), adan VLDL

 berubah menjadi IDL yang juga akan mengalamihidrolisis dan berubah

menjadi LDL. Sebagian dari VLDL, IDL dan LDL akan

mengangkutkolesterol ester kembali ke hati. LDL adalah lipoprotein yang

 paling banyak mengandungkolesterol. Sebagian dari kolesterol di LDL akan

dibawa ke hati dan jaringan steroidogenik lainnya seperti kelenjar adreal,

testis, dan ovarium yang mempunyai reseptor untuk kolesterol –   LDL.

Sebagian lagi dari kolesterol  –  LDL akan mengalami oksidasi dan ditangkap

olehreseptor seavebger  –   A (SR-A) di makrofag dan akan menjadi sel busa

(foam cell).

Makin banyak kadar kolesterol-LDL dalam plasma makin banyak

yang akan mengalami oksidasidan ditangkap oleh sel makrofag. Jumlah

kolesterol yang akan teroksidasi tergantung darikadar kolesterol yang

terkandung di LDL. Beberapa keadaan mempengaruhi tingkat oksidasi seperti:

 Meningkatnya jumlah LDL seperti pada sindrom metabolic dan

diabetes militus

 Kadar kolesterol  –   HDL, makin tinggi kadar HDL maka HDL

 bersifat protektif terhadap oksidasi LDL (Anonim 2010).

Page 30

29

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

1. Klasifikasi penyakit hipertensi yakni prehipertensi (120/80 mmHg),

hipertensi grade I (160/ 100 mmHg) dan hipertensi grade II(>160/>100

mmHg). Pada hipertensi grade 2 terapi farmakologi yang diberikan yakni

kombinasi dari golongan diuretic (Thiazid) dan ACEi/ARB/BB/CCB.

2. Terapi farmokologis pada penyakit dislipidemia yakni dapat diberikan obat

golongan statin, fibrat, inhibitor absorbsi kolesterol, asam nikotinat,

atauapun nile acid sequestrant. Statin adalah obat penurun lipid paling

efektif untuk menurunkan kolesterol LDL dan aman tanpa efek samping

yang berarti.

3. Pada peresepan pasien Tn Jn ditemukan  Drug Related Problem (DRPs)

meliputi Untreated indication (pasien mempunyai masalah medis yang

memerlukan terapi obat tetapi tidak mendapatkan obat untuk indikasi

terebut) , (pasien mendapatkan obat sesuai dengan indikasi tetapi pasien

mendapatkan obat yang salah atau mendapatkan obat bukan yang paling

tepat sesuai dengan keadaan pasien tertentu), overdosage (Pasien

mempunyai masalah medis, yang telah diobati dengan terlalu banyak dari

 pengobatan yang benar) dan drug use without indication (pasien

mendapatkan obat yang secara medis tidak diperlukan).

Similer Documents