Download Case Analysis - Unilever Tbk. PDF

TitleCase Analysis - Unilever Tbk.
File Size1.3 MB
Total Pages56
Document Text Contents
Page 1

1


Vision and Missions




Firm’s Vision





Visi Unilever telah memenuhi kriteria visi yang baik. Visi tersebut mampu untuk

memberikan jawaban atas pertanyaan mendasar “What do we want to become?”. Visi

tersebut telah mampu memberikan gambaran mengenai apa yang ingin dicapai oleh

perusahaan dalam jangka panjang yaitu menjadi pilihan utama baik bagi konsumen,

konsumen maupun masyarakat. Visi Unilever juga singkat (dalam satu kalimat) dan padat.





Firm’s Missions



Misi perusahaan akan dianalisis menurut sembilan criteria unsur misi yang baik menurut

Fred. R. David :





Misi PT. Unilever Indonesia, Tbk. belum memenuhi sembilan kriteria unsur misi yang

baik. Dalam misi tersebut belum termuat unsur Technology; Concern for Survival, Growth,

and Profitability; Philosophy; Concern for Public Image; and Concern for Employees.

Meskipun demikian misi tersebut cukup menjawab pertanyaan “What is Our Business?”.

Misi Unilever memberikan gambaran bahwa Unilever bergerak di bidang bisnis pemenuhan

kebutuhan nutrisi, kebersihan, dan perawatan pribadi sehari-hari. Misi tersebut termuat

“Pilihan utama bagi konsumen, pelanggan, dan masyarakat”

“Menambah vitalitas dalam kehidupan, memenuhi kebutuhan nutrisi, kebersihan dan

perawatan pribadi sehari-hari dengan produk-produk yang membantu para konsumen merasa

nyaman, berpenampilan baik dan lebih menikmati hidup”

Organization Customer
Products /

Service
Markets Technology

Concern for Survival,

Growth, Profitability
Philosophy Self-Concept

Concern for

Public Image

Concern for

Employees

PT. Unilever Indonesia, Tbk. Yes Yes Yes No No No Yes No No

Page 2

2


dalam kurang dari 200 kata tetapi cakupannya cukup luas, sehingga memungkinkan untuk

perumusan dan pemikiran alternatif tujuan dan strategi yang layak tanpa mengurangi

kreativitas manajemen, serta dapat menyatukan perbedaaan secara efektif dan memiliki

daya tarik bagi stakeholder organisasi, individu, atau kelompok individu yang memiliki

investasi khusus atau klaim terhadap perusahaan. Misi tersebut mampu menciptakan rasa

dan emosi yang positif tentang organisasi, memberikan kesan organisasi itu sukses, memiliki

arah, dan pantas untuk menerima segenap waktu, dukungan, dan investasi dari semua

kelompok sosial ekonomi. Dalam misi Unilever disebutkan bahwa unilever berusaha

memberikan yang terbaik bagi konsumen, yaitu dengan membuat konsumen merasa

nyaman, berpenampilan baik, dan lebih menikmati hidup sehingga tampak bahwa organisasi

ini memiliki dedikasi dan pantas diperjuangkan kesuksesannya.



Improved
PT. Unilever Indonesia, Tbk. belum memenuhi ke-sembilan unsur misi menurut Fred. R.

David. Berikut adalah rekomendasi misi yang sebaiknya dimiliki PT. Unilever Indonesia, Tbk.:

Menambah vitalitas dalam kehidupan.

Memenuhi kebutuhan nutrisi, kebersihan dan perawatan pribadi sehari-hari dengan

produk-produk berkualitas tinggi hasil pemrosesan teknologi canggih, yang

membantu para konsumen merasa nyaman, berpenampilan baik dan lebih

menikmati hidup.

Mengoperasikan perusahaan dengan basis finansial yang baik untuk mencapai

pertumbuhan laba, meningkatkan nilai pemegang saham, serta menciptakan

peluang karier dan penghargaan finansial bagi para karyawan.

Memiliki kepercayaan bahwa dengan semangat melayani, berbagi dan keinginan

memberikan yang terbaik, Unilever dapat memperbaiki kualitas hidup masyarakat.

Page 29

29


baik, agar PT. Unilever Indonesia, Tbk. dapat mempertahankan posisinya sebagai market

leader industri consumer goods.







Dengan menggunakan Internal – External Matrix, masing-masing divisi menunjukkan

posisi yang berbeda. Divisi Home and Personal Care berada di kuadran II yang tergolong

grow and build. Strategi intensive seperti market penetration, market development, product

development dan strategi integrative yaitu backward integration, forward integration,

horizontal integration, baik diterapkan dalam posisi ini. Sedangkan divisi Food and Ice Cream

memperlihatkan posisi di kuadran V yang tergolong hold and maintain. Dengan posisi ini,

Unilever dapat melakukan market penetration dan product development. Kondisi inilah yang

menjadi alasan mengapa divisi Food and Ice Cream lebih banya melakukan akuisisi atas

PT. UNILEVER INDONESIA Tbk. -- INTERNAL EXTERNAL MATRIX

Strong Average Weak

3.00 - 4.00 2.00 - 2.99 1.00 - 1.99

4.0 3.0 2.0 1.0

High

3.0 - 4.0

Medium

2.00 - 2.99

Low

1.00 - 1.99

1.0

Keterangan :

I, II, IV tergolong grow and build

III, V, VII tergolong hold and maintain

VI, VIII, IX tergolong harvest or divest

Home and Personal Care

Food and Ice Cream

I II III

3.0

IV V VI

2.0

VII VIII IX

T
h

e
E

F
E

T
o

ta
l

W
e

ig
h

te
d

S
co

re

Page 55

55


Conclusion




Tahapan strategi seperti formulasi, implementasi dan evaluasi sebenarnya

merupakan bagian yang tidak terpisah atas pencapaian tujuan perusahaan baik jangka

pendek maupun jangka panjang. Long-term dan annual objectives milik PT. Unilever

Indonesia, Tbk. tidak hanya ditujukan untuk menaikkan nilai bagi pemegang saham, namun

lebih jauh lagi bertujuan mencapai beberapa hal seperti mendukung kebijakan pemerintah,

melakukan pembayaran dividen dengan nominal yang semakin tinggi, pemenuhan

kebutuhan masyarakat di berbagai segmen, sampai menjaga keterikatan loyalitas

konsumen.

PT. Unilever Indonesia, Tbk. menunjukkan posisi keuangan yang stabil, positif dan

cenderung menaik tiap tahunnya. Pada tahun 2007, terlihat adanya pertumbuhan penjualan

secara keseluruhan sebesar 13%, pertumbuhan penjualan masing-masing divisi Home and

Personal Care sebesar 11% dan Food and Ice Cream sebesar 19%. Pertumbuhan laba bersih

menunjukkan angka 14%, marjin laba bersih 15%, marjin laba kotor 50,2%. Arus kas bersih

dari aktivitas operasi Rp2.250 miliar, dengan pembayaran dividen Rp1.640 miliar yaitu

Rp215 per lembar saham. Laba bersih Rp1,964 Triliun, laba bersih per saham Rp257. Kondisi

ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam rangka melakukan pembayaran dividen

kepada para pemegang sahamnya. Kecenderungan pertumbuhan posisi keuangan positif

juga menjadi faktor yang mengindikasikan optimism peningkatan kemampuan membayar

dividen untuk jangka waktu selanjutnya.

Kebijakan Unilever secara global adalah adaptive terhadap lingkungan cakupan

wilayah kerja, tidak hanya mencakup area bisnis namun budaya, sosial kemasyarakatan.

Praktek bisnis yang dijalankan PT. Unilever Indonesia, Tbk. diarahkan untuk memberikan

nilai tambah secara umum kepada masyarakat dan pemerintah. Kebijakan-kebijakan yang

menyangkut baik internal maupun eksternal selalu dipertimbangkan secara matematis

analitis logis atas kesemua faktor-faktor terkait, sehingga tidak ada salah satu pihak yang

berpotensi merasa dirugikan. Dalam rangka pemulihan kondisi ekonomi Indonesia,

perusahaan berupaya meningkatkan kinerja sebaik mungkin, menciptakan kondisi

Page 56

56


persaingan sesehat mungkin, mengupayakan iklim usaha yang dapat dinikmati semua pihak

baik komisaris, manajemen, staf pegawai, buruh pekerja, masyarakat, pemasok, sampai

pemerintah. Sehingga niat PT. Unilever Indonesia, Tbk. dalam mewujudkan iklim investasi

bagi Indonesia dapat terwujud.

Kebijakan maupun strategi yang diterapkan PT. Unilever Indonesia, Tbk. selalu

diupayakan consumer-based, memperhatikan selera, keinginan, kebutuhan, harapan,

masukan, serta saran konsumen. Data konsumen tersebut diperoleh langsung baik melalui

layanan konsumen (customer service : suara konsumen), survey pasar maupun pendekatan

business intelligence. Konsumen yang dimaksud dalam hal ini adalah konsumen setia

maupun potensial konsumen dari berbagai segmen dalam masyarakat, baik segmen lapisan

masyarakat bawah, menengah maupun premium. Melihat kecenderungan positif dari sisi

penjualan dan segmentasi portfolio produk, dapat dikatakan secara optimis bahwa PT.

Unilever Indonesia dapat memenuhi setiap kebutuhan konsumen untuk segala segmentasi

pasar.

PT. Unilever Indonesia, Tbk. tidak lagi berkutat dalam porsi besar pada strategi

memperebutkan pangsa pasar dengan para pesaingnya. Yang lebih utama adalah

membangun dan mempertahankan loyalitas atas produknya dipasaran industri consumer

goods. Pembangunan loyalitas ini dilakukan secara intensif dan berkesinambungan dengan

melakukan manuver melalui promosi above the line dengan iklan-iklan yang memiliki misi

intelektualitas dan pengikutsertaan konsumen secara emosional serta promosi below the

line melalui event-event baik on air mapun off air seperti pemberdayaan petani, ibu rumah

tangga, layanan kecantikan gratis atau bahkan pemberian hadiah-hadiah tertentu dengan

mekanisme yang tertentu pula. Sampai saat ini, strategi-strategi tersebut dinilai cukup

berhasil.

Keempat tantangan jangka panjang di atas, berangsur-angsur terlihat hasilnya. Hasil

tersebut diperoleh atas kerja keras semua pihak terkait, baik manajemen (di setiap lini),

pegawai sampai tenaga buruh, pemasok, distributor semua tingkatan, pemerintah, sampai

Unilever Internasional. Semoga perjalanan selanjutnya yang ditempuh PT. Unilever

Indonesia, Tbk. sebagai market leader industri consumer goods dapat berjalan baik dan

sesuai dengan tujuan jangka panjang yang telah ditetapkan.

Similer Documents