Download Buku Obes 0215 PDF

TitleBuku Obes 0215
File Size2.5 MB
Total Pages63
Document Text Contents
Page 1

REKOMENDASI
IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA

Diagnosis, Tata Laksana
dan Pencegahan Obesitas

pada Anak dan Remaja

UKK NUTRISI DAN PENYAKIT METABOLIK
2014

Page 2

Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia

Diagnosis, Tata Laksana dan Pencegahan Obesitas
pada Anak dan Remaja

Penyunting: Damayanti Rusli Sjarif; Lanny Christine Gultom;
Aryono Hendarto; Endang Dewi Lestari; I Gusti Lanang Sidiartha;
Maria Mexitalia

Ikatan Dokter Anak Indonesia
2014

Kedokteran – Diagnosis, Tata Laksana dan Pencegahan Obesitas
pada Anak dan Remaja

Hak Cipta Dilindungi Undang-undang

Dilarang memperbanyak, mencetak, dan menerbitkan sebagian
atau seluruh isi buku ini dengan cara dan bentuk apapun juga
tanpa seiijin penulis dan penerbit.

Disusun oleh:
Unit Kerja Koordinasi Nutrisi dan Penyakit Metabolik
Ikatan Dokter Anak Indonesia

Diterbitkan pertama kali tahun 2014
Cetakan Pertama

ISBN

Page 31

Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia

21

Slipped
capital femoral
epiphysis57

-/- • Lebih banyak ditemukan
pada anak laki-laki
dibandingkan perempuan
obes

• Nyeri panggul atau lutut
dan nyeri ketika berjalan

• Pergerakan panggul
terganggu pada saat
berjalan

• Panjang tungkai
yang berbeda

• Gambaran radiografi panggul bilateral pada posisi frog-leg

• Konsul Bedah Ortopedi

V

Akantosis
nigrikans20,58

71,4/55,4 • Leher dan lipatan kulit
(ketiak, perut bawah, dan
selangkangan) berwarna
kehitaman

• Pemeriksaan resistensi insulin (HOMA-IR) IV

Iritasi dan
infeksi kronik
pada lipatan
kulit59

-/50,42 • Bau yang tidak sedap
pada lipatan kulit

• Laserasi dan
ulserasi pada lipatan
kulit

• Pengecatan KOH atau perwarnaan gram

• Konsul Kulit & Kelamin

V

Sindrom
Genetik10,35

-/- • Gangguan belajar

• Perawakan pendek

• Delayed development,
dsb

• Stigmata tertentu
sesuai sindrom
terkait

• Tes IQ

• Pemeriksaan genetik yang sesuai dengan dugaan sindrom V

Sindrom 19,6-42/ • Gabungan gejala diabetes
melitus, hipertensi,
dislipidemia

• Obesitas sentral

• Pemeriksaan fisik
lain sesuai dengan
diabetes melitus,
hipertensi, dan
dislipidemia

• Pemeriksaan kadar gula darah puasa atau sewaktu, kadar
trigliserida dan kolesterol HDL.

• Lihat Konsensus Sindrom Metabolik

III B

Defisiensi
besi21,60

55/38,8 • Pucat, letih, lemah, lesu • Konjungtiva anemis • SI, TIBC, Feritin,

• CRP

III B

Komorbiditas Prevalensi
dalam/luar
negeri (%)

Anamnesis Pemeriksaan fisis
yang spesifik

Pemeriksaan penunjang Level of
Evidence39

Page 32

22

Rekomendasi 2

Prinsip tata laksana gizi lebih dan obesitas pada anak adalah
menerapkan pola makan yang benar, aktivitas fisis yang benar,
dan modifikasi perilaku dengan orangtua sebagai panutan.

Tujuan tata laksana gizi lebih dan obesitas pada anak harus
disesuaikan dengan usia dan perkembangan anak, penurunan
berat badan mencapai 20% di atas berat badan ideal, serta
pola makan dan aktivitas fisis yang sehat dapat diterapkan
jangka panjang untuk mempertahankan berat badan tetapi tidak
menghambat pertumbuhan dan perkembangan.29

A. Pola makan yang benar

Pemberian diet seimbang sesuai requirement daily allowances
(RDA) merupakan prinsip pengaturan diet pada anak gemuk
karena anak masih bertumbuh dan berkembang dengan metode
food rules, yaitu:30,36,61,62

1. Terjadwal dengan pola makan besar 3x/hari dan camilan
2x/hari yang terjadwal (camilan diutamakan dalam bentuk
buah segar), diberikan air putih di antara jadwal makan
utama dan camilan, serta lama makan 30 menit/kali

2. Lingkungan netral dengan cara tidak memaksa anak untuk
mengonsumsi makanan tertentu dan jumlah makanan
ditentukan oleh anak

3. Prosedur dilakukan dengan pemberian makan sesuai
dengan kebutuhan kalori yang diperoleh dari hasil perkalian
antara kebutuhan kalori berdasarkan RDA menurut height
age dengan berat badan ideal menurut tinggi badan

Langkah awal yang dilakukan adalah menumbuhkan motivasi anak
untuk ingin menurunkan berat badan setelah anak mengetahui
berat badan ideal yang disesuaikan dengan tinggi badannya,
diikuti dengan membuat kesepakatan bersama berapa target
penurunan berat badan yang dikehendaki.63

Page 62

Diagnosis, Tata Laksana dan Pencegahan Obesitas pada Anak dan Remaja

52

59. Swiney J. The relationship between obesity and skin and soft tissue infections.
Capstone Project 2010.

60. Pinhas-Hamiel O, Newfield RS, Koren I, Agmon A, Lilos P, Phillip M. Greater
prevalence of iron deficiency in overweight and obese children and adolescents. Int
J Obesity. 2003;27:416-8.

61. D Arts-Rodas, D Benoit. Feeding problems in infancy and early child-hood:
Identification and management. Paediatr Child Health. 1998;3:21-7.

62. Bernard-Bonnin AC. Feeding problems of infants and toddlers. Can Fam Physician.
2006;52:1247-51.

63. Sjarif DR. Obesitas anak dan remaja. Dalam: Sjarif DR, Lestari ED, Mexitalia M, Nasar
SS, penyunting. Buku Ajar Nutrisi dan Penyakit Metabolik. Edisi ke-1. Jakarta: Badan
Penerbit IDAI; 2011.h.230-44.

64. Weaver KA, Piatek A. Childhood obesity. Dalam: Samour PQ, Helm KK, Lang CE,
penyunting. Handbook of pediatric nutrition. Edisi ke-2. Maryland: Aspen Publishers
Inc; 1999.h.173-89.

65. Neumann CG, Jenks BH. Obesity. Dalam: Levine MD, Carey WB, Crocker AC,
penyunting. Developmental-behavioral pediatrics. Edisi ke-2. Tokyo: WB Sanders
Co; 1992.h.354-63.

66. Pereira MA, Ludwig DS. Dietary fiber and body-weight regulation. Observations and
mechanisms. Pediatr Clin North Am. 2001;48:969-80.

67. Dietz WH, Bandini LG, Morelli JA, Ching PL. Effect of sedentary activity on resting
metabolic rate. Am J Clin Nutr. 1994;59:556-9.

68. Linder MC. Energy metabolism, intake, and expenditure. Dalam: Linder MC,
penyunting. Nutritional biochemistry and metabolism with clinical applications. Edisi
ke-2. London: Prentice-Hall International Inc; 1991.h.277-304.

69. Ilyas El. Aspek kebugaran pada obesitas anak. Dalam: Samsudin, Nasar SS, Sjarif
DR, penyunting. Naskah lengkap PKB-IKA XXXV. Masalah gizi gandan dan tumbuh
kembang anak. Jakarta: Bina Rupa Aksara; 1995.h.89-102.

70. Adiwinanto W, Soetadji A, Mexitalia M. Pengaruh olah raga terhadap indeks massa
tubuh dan tingkat kesegaran jasmani pada remaja obesitas. Tesis. Semarang:
Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro; 2007.

71. Anam MS, Mexitalia M, Widjanarko B, Pramono A, Susanto H, Subagio HW. Pengaruh
intervensi diet dan olah raga terhadap IMT, lemak, dan kesegaran jasmani anak obes.
Sari Pediatri. 2010;12:36-41.

72. Council on Sports Medicine and Fitness and Council on School Helath. Pediatrics.
2006;117:1247-51.

73. Center for Disease Control and Prevention. Physical activity for everyone. Diunduh
dari www.cdc.gov. Diakses pada tanggal 8 Agustus 2014.

Page 63

Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia

53

74. U.S. Department of Health & Human Services. Active children and adolescents.
Physical activity guidelines for americans. Diunduh dari www.health.gov. Diakses
pada tanggal 8 Agustus 2014.

75. Wing RR, Greeno CG. Behavioural and psychosocial aspects of obesity and its
treatment. Baillieres Clin Endocrinol Metab. 1994;8:689-703.

76. Beguin Y, Grek V, Weber G, Sautois B, Paquot N, Pereira M, dkk. Acute functional
iron deficiency in obese subject during a very-low-energy all-protein diet. Am J Clin
Nutr. 1997;66:75-9.

77. Yanovski JA. Intensive therapies for pediatric obesity. Pediatr Clin North Am.
2001;48:1041-53.

78. Dunican KC, Desilets AR, Montalbano JK. Pharmacotherapeutic options for
overweight adolescents. Ann Pharmacother. 2007;41:1445-55.

79. Spear BA, Barlow SE, Ervin C, Ludwig DS, Saelens BE, Schetzina KE, dkk.
Recommendations for treatment of child and adolescent overweight and obesity.
Pediatrics. 2007;120:S254-88.

80. Kanekar A, Sharma M. Pharmacological approaches for management of child and
adolescent obesity. J Clin Med Res. 2010;2:105-111.

81. Park MH, Kinra S, Ward KJ, White B, Viner RM. Metformin for obesity in children and
adolescents: A Systematic Review. Diabetes Care. 2009;32:1743-5.

82. Brufani C, Crinò A, Fintini D, Patera PI, Cappa M, Manco M. Systematic review of
metformin use in obese nondiabetic children and adolescents. Horm Res Paediatr.
2013;80:78-85.

83. Inge TH, Krebs NF, Garcia VF, Skelton JA, Guice KS, Strauss RS, dkk. Bariatric
surgery for severely overweight adolescents: concerns and recommendations.
Pediatrics. 2004;114:217-23.

84. Treadwell JR, Sun F, Schoelles K. Systematic review and meta-analysis of bariatric
surgery for pediatric obesity. Ann Surg. 2008;248:763-76.

85. Schmitz MK, Jeffrey RW. Public health intervention for the prevention and treatment
of obesity. Med Clin North Am. 2000;84:491-512.

86. American Academy of Pediatrics. Policy Statement. Children, adolescents, and the
media. Pediatrics. 2013;132:958-61.

87. Koyama S, Ichikawa G, Kojima M, Shimura N, Sairenchi T, Arisaka O. Adiposity
rebound and the development of metabolic syndrome. Pediatrics. 2014;133:e114-9

88. Ohlsson C, Lorentzon M, Norjavaara E, Kindblom JM. Age at adiposity rebound
is associated with fat mass in young adult males-The Good study. Plos One.
2012;7:e49404-11.

89. Gill TP. Key issues in the prevention of obesity. Br Med Bull. 1997;53:359-88.

Similer Documents