Download bahan ajar materi larutan penyangga PDF

Titlebahan ajar materi larutan penyangga
File Size184.0 KB
Total Pages6
Document Text Contents
Page 2

A. Definisi Larutan Penyangga
Larutan penyangga disebut juga larutan penahan, larutan buffer atau larutan dapar.

Larutan penyangga adalah larutan yang dapat menahan atau mempertahankan harga pH jika
ditambahkan sedikit asam, sedikit basa dan pengenceran. Larutan penyangga bekerja paling
baik dalam mengendalikan pH pada harga pH yang hampir sama dengan pKa komponen asam
atau basa, yaitu ketika garam sama dengan asam, bisa juga dipergunakan jika [asam]/[garam]
atau [basa]/[garam] antara 0,1-10. Angka 0,1-10 ini disebut daerah buffer yaitu daerah yang
masih efektif untuk menahan pH.

Kapasitas buffer didefinisikan sebagai jumlah mol per liter asam atau basa monobasa
kuat yang diperlukan untuk menghasilkan peningkatan atau penurunan satu unit pH didalam
larutan. Kapasitas buffer dipengaruhi oleh dua hal yaitu:
1) Jumlah mol komponen penyangga

Semakin banyak jumlah mol komponen penyangga, semakin besar kemampuan untuk
mempertahankan pH.

2) Perbandingan mol komponen penyangga
Perbandingan mol antara komponen-komponen penyangga sebaiknya antara 0,1-10.

B. Komponen Larutan Penyanga
Larutan penyangga dibedakan atas larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa.

1) larutan penyangga asam.
Larutan penyangga asam mengandung suatu asam lemah (HA) dengan basa konjugasinya
(A-). Basa konjugasi merupakan basa yang berasal dari asam setelah kehilangan H+.
Contoh:
CH3COOH(aq) + H2O(l) CH3COO-(aq) + H+ (aq) + H2O(aq)
CH3COONa(aq) CH3COO-(aq) + Na+(aq)

2

Indikator
Produk

Menjelaskan komponen pembentuk larutan penyangga dengan berpikir kritis.
Menjelaskan prinsip kerja larutan penyangga dengan berpikir kritis.
Menghitung pH atau pOH larutan penyangga dengan berpikir kritis.
Menghitung pH larutan penyangga dengan penambahan sedikit asam atau sedikit basa atau dengan pengenceran

dengan berpikir kritis.
Menjelaskan fungsi larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup dengan berpikir kritis.

Proses
Menganalisis larutan penyangga dan bukan penyangga dengan penuh rasa ingin tahu melalui percobaan secara

obyektif dan penuh kejujuran.
Menganalisis komponen pembentuk larutan penyangga dengan penuh rasa ingin tahu melalui percobaan secara

obyektif dan penuh kejujuran.
Menganalisis pengaruh penambahan sedikit asam, sedikit basa, dan pengenceran pada larutan penyangga dengan

penuh rasa ingin tahu melalui percobaan secara obyektif, tanggung jawab, dan penuh kejujuran.

Page 3

Dalam reaksi tersebut, CH3COOH merupakan asam lemah sedangkan CH3COO-

merupakan basa konjugasi. Campuran asam lemah CH3COOH dan basa konjugasinya,
yaitu ion CH3COO- membentuk larutan penyangga. Dalam pembentukan larutan
penyangga ini, ion CH3COO- dapat berasal dari garam CH3COONa, CH3COOK, atau
(CH3COO)2Ba, atau garam lain dari campuran basa konjugasi dengan basa kuat.

2) larutan penyangga basa.
Larutan penyangga basa mengandung basa lemah (B) dengan asam konjugasinya (BH+).
Contoh:
NH3(aq) + H2O(l) NH4+ (aq) + OH-(aq)
NH4Cl(aq) NH4+(aq) + Cl-(aq)

Campuran basa lemah NH4OH dan asam konjugasinya yaitu ion NH4+ membentuk
larutan penyangga. Dalam pembentukan larutan penyangga, ion NH4+ dapat berasal dari
garam seperti NH4Cl, NH4Br, (NH4)2SO4 , atau garam dari campuran asam konjugasi
dengan asam kuat.

C. Prinsip Kerja Larutan Penyangga
Jika kedalam larutan penyangga ditambahkan sedikit asam, asam tersebut akan bereaksi

dengan zat yang bersifat basa. Begitu juga sebaliknya, jika ditambahkan sedikit basa, basa
tersebut akan bereaksi dengan zat yang bersifat asam.
1) Pengaruh penambahan sedikit asam atau sedikit basa terhadap larutan penyangga

Sebagai contoh, larutan penyangga yang terbentuk dari campuran asam lemah CH3COOH
dam basa konjugasinya (ion CH3COO-).

Jika kedalam campuran tersebut ditambahkan sedikit asam, misalnya HCl, akan
terjadi reaksi berikut,
CH3COO-(aq) + HCl(aq) CH3COOH(aq) + Cl-(aq)
Berdasarkan reaksi ini, berarti jumlah basa konjugasi (ion CH3COO-) akan berkurang dan
asam lemah CH3COOH akan bertambah. Mekanisme penambahan asam ke dalam larutan
penyangga akan menurunkan konsentrasi basa konjugasi dan meningkatkan konsentrasi
asam. Perubahan ini tidak menyebabkan perubahan pH yang besar.

Jika ke dalam campuran tersebut ditambahkan sedikit basa NaOH akan terjadi
reaksi berikut,
CH3COOH(aq) + NaOH(aq) CH3COO-(aq) + Na+(aq) + H2O(l)
Berdasarkan reaksi tersebut, berarti jumlah asam lemah CH3COOH akan berkurang dan
basa konjugasi (ion CH3COO-) akan bertambah. Seperti pada penambahan sedikit asam,
perubahan inipun tidak menyebabkan perubahan pH yang besar.

Contoh lain, larutan penyangga dari campuran basa lemah NH4OH dan asam
konjugasinya (ion NH4+). Setiap penambahan asam akan bereaksi dengan zat yang
bersifat basa dan setiap penambahan basa akan bereaksi dengan zat yang bersifat asam.

Jika ke dalam campuran tersebut ditambahkan sedikit asam, misalnya HCl akan
terjadi reaksi sebagai berikut:
NH4OH(aq) + HCl(aq) NH4+(aq) + Cl-(aq) + H2O(l)

Jika kedalam campuran tersebut ditambahkan basa, misalnya NaOH akan terjadi
reaksi berikut:
NH4+(aq) + NaOH(aq) NH4OH(aq) + Na+(aq)

3

Similer Documents