Download Bahan Ajar Bahasa Ibrani PDF

TitleBahan Ajar Bahasa Ibrani
File Size1.0 MB
Total Pages41
Table of Contents
                            Huruf-huruf Ibrani
Harakat-harakat (penanda vokal)
                        
Document Text Contents
Page 1

BAHAN AJAR
BAHASA IBRANI









Dosen Pengampu
Arief Ma'nawi











Program Studi Sastra Arab
Jurusan Sastra Asia Barat Fakultas Ilmu Budaya

Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta

2013

1

Page 2

BAB I
Huruf Bahasa Ibrani.


1. Pendahuluan


Bahasa Ibrani adalah sebuah bahasa Semitik, dari cabang rumpun bahasa Afro-

Asia, yang merupakan bahasa resmi Israel dan dituturkan sebagian orang Yahudi di

seluruh dunia. Selama 2.500 tahun, bahasa Ibrani hanya dipakai untuk mempelajari

Alkitab dan Mishnah saja, ritual, dan doa-doa. Bisa dikatakan bahasa ini merupakan

bahasa liturgis saja, mungkin bahkan sebuah bahasa mati. Tetapi pada akhir abad ke-19

dan permulaan abad ke-20, bahasa ini lahir kembali menjadi sebuah bahasa sejati dengan

para penuturnya. Bahasa ini lalu menggantikan bahasa Arab, bahasa Ladino, bahasa

Yiddish dan lain sebagainya sebagai bahasa utama kaum Yahudi sedunia dan di negara

Israel kemudian hari.

Bahasa Ibrani adalah bahasa yang dipakai oleh orang Yahudi di Israel Sekarang.

Negara Israel terletak di wilayah Palestina bagian barat yang secara politis diduduki

Israel setelah dibentuk pada tahun 1949. Bahasa Ibrani termasuk rumpun bahasa Semit

seperti bahasa Arab. Ciri bahasa yang termasuk rumpun bahasa Semit adalah cara

menulis dari arah kanan ke sebelah kiri, memiliki konjugasi kata-kata yang derivatif, dan

memiliki kesamaan gramatika. Sesuatu yang menjadikan penting bagi bahasa Ibrani

adalah bahasa Ibrani digunakan sebagai penulisan kitab Taurat yang sekarang terkumpul

dalam Bibel atau Kitab Perjanjian Lama (Old Testament). Bahasa Ibrani yang digunakan

untuk penulisan Bibel adalah bahasa Ibrani klasik dengan ciri khas arkhaik dan kosa kata

yang kuno. Berbeda dengan bahasa Ibrani modern yang sekarang dipakai sebagai bahasa

negara Israel sudah memiliki kosa kata modern yang mengikuti perkembangan istilah

zaman sekarang. Selain itu digunakan untuk bahasa resmi pemerintahan dan media massa

cetak dan elektronik.

Mulai tahun 1881 bahasa Ibrani dipergunakan dalam beberapa daerah di

Palestina. Pada tahun 1948 menjadi bahasa resmi dalam negara Israel. Bahasa Ibrani

modern ini pada dasarnya serupa dengan bahasa Al-Kitab, tetapi tata bahasanya dan

pengucapannya disederhanakan dan banyak kata baru dibentuk ataupun dipinjam dari

bahasa lain. Misalnya kafe=kopi, te=teh diambil dari bahasa Prancis. Bentukan baru bit

2

Page 20

BAB V
Awalan Penentu dan Awalan Tanya



Bahasa Ibrani mempunyai awalan penentu (pembentuk definite) berupa kata

sandang untuk kata benda. Kata benda yang diawali awalan tersebut bercirikan makna

definit ‘itu’, ‘ini’, ‘yang’, atau ‘-nya’, dan kadang-kadang tidak perlu diartikan dalam

bahasa Indonesia. Ada perkiraan bahwa awalan penentu tersebut berbunyi hal-. Dalam

perkembangannya bahasa-bahasa semit mengalami perubahan, misalnya dalam bahasa

Arab menjadi al-, sedangkan dalam bahasa Ibrani menjadi ha-. Huruf l- pada awalan

tersebut berasimilasi dengan bunyi yang mengikutinya sehingga huruf pertama

didobelkan (tasydid).

Contoh:

םֹוַהי םֹוי ַהל
Hayyom yom + hal

Huruf tenggorokan dan res tidak dapat didobelkan bunyinya sehingga yang terjadi

adalah perubahan pada vokal awalan tersebut.

‘kepala itu’ harosy ַה + ראש = ָהראש
‘yang bijaksana’ hekhakham ַה + ָחָכם = ֶהָחָכם

Dalam beberapa hal perubahan bunyi akibat penambahan awalan penentu tidak

dapat diduga misalnya:

‘gunung itu’ hahar ַה + ַהר = ָהָהר
‘negeri itu’ ha’arets ַה + ֶאֶרץ = ָהָאֶרץ

Kata sifat dan kata kata ganti penunjuk yang menerangkan kata benda berawalan

penentu juga mendapat awalan penentu. Apabila kata sifat/ kata ganti penunjuk

mendahului kata bendanya tidak diperlukan awalan penentu.

‘baik pegunungan itu’ ב ָהָהרֹוט
‘ini orangnya’ ֶזה ָהִאיש

Bedakan dengan bentuk berikut.

‘pegunungan yang baik’ בֹוהט ָהָהר
‘orang ini’ ָהִאיש הֶזה




20

Page 21

penanda objek

Dalam suatu kalimat sering terdapat objek, walaupun kalimat tidak selalu

mempunyai objek. Kata benda yang definit bila menjadi objek sering diawali dengan

suatu kata penanda objek sedangkan kata tidak tertentu (indefinit) tidak diawali dengan

penanda objek ini. Kata ini dalam bahasa Indonesia tidak perlu diterjemahkan. Kata

penanda objek tersebut adalah [et]. Contoh dalam kutipan berikut.


BARA' 'ELOHIM 'ET (tanda obyek langsung, tidak diterjemahkan) HASYAMAYIM

(Dia (Allah) menciptakan langit itu)

Awalan yang mirip dengan awalan penentu adalah awalan tanya (harf istifham- B.

Arab) yaitu ha-. Bedanya dengan awlan penentu adalah vokalnya lebih pendek dari

awalan penentu, dan huruf pertama pada kata yang mengikutinya tidak didobelkan.

Contoh:

‘bukankah engkau laki-laki?
‘selamatkah, apa kabar?’

Kalau terjadi bunyi yang sama antara keduanya maka untuk membedakannya adalah

dengan mengamati hal ini:

1. awalan tanya tidak diikuti dengan huruf yang didobelkan

2. konteks kalimatnya jelas apakah awalan penentu ataukah awalan tanya.

3. awalan tanya jarang ditemukan sedangkan awalan penentu sering ditemukan.

21

Page 40

dia sungguh-sungguh akan menjaga


dia terus-menerus akan menjaga

Infinitive absolute menyatakan penekanan ketika terletak di depan kata kerja dan Ia

menyatakan jangka waktu ketika terletak di belakang kata kerja. Infinitive construct

biasanya bergabung dengan preposisi . dalam hal ini ia menyatakan aktivitas

menjaga
mengatur
Mengadili


Verba Statif

Sebagaimana didapati dalam bahasa Arab, dalam bahasa Ibrani juga terdapat pola-

pola atau wazan untuk kata kerja tertentu. Ada tiga pola kata kerja yang dapat diumpai

dalam bahasa ibrani yaitu: ‘menjaga’, ‘berat’, kecil’.

Pola-pola tersebut dicirikan pada suku kedua kata kerjanya (dalam bahasa Arab ain

fi`l).

Pola pertama adalah /a/

Pola kedua adalah /e/

Pola ketiga adalah /o/

Untuk pola kata kerja yang bersuku kedua /e/ dan /o/ menunjukkan states-of-being.

Verba tersebut tidak menunjukkan aktivitas sehingga Kata kerja tersebut disebut dengan

verba statif.

Kata kerja Pola /e/ dan /o/ mempunyai bentuk imperfect misal … juga

mempunyai bentuk imperative misalnya ….

Perlu diperhatikan adanya bentuk yang sama untuk penggunaan kata yang berbeda

misalnya participle 3 tg m dengan verba perfect 3 tg f . Bentuk-bentuk yang mirip ini

untuk membedakannya dengan melihat konteks kalimatnya.



40

Page 41

Daftar Pustaka

Baker, D.L., Sitompul, A.A., Pengantar Bahasa Ibrani, Jakarta: Gunung Mulia, 1988.

---------------------------------., Kamus Singkat Ibrani-Indonesia, Jakarta: Gunung Mulia,

2001.


Richards, I.A., David Weinstain, Christine Gibson. Hebrew Through Pictures, New
York: Pocket Books, 1958


Weingreen, J., A Practical Grammar for Classical Hebrew, London: Oxford University
Press, 1961.


Abdur-ra’uf, Muhammad Auni. Qawa’idu al-lugatil Ibriyyah. Maktabatul Adab, 2006.



41

Similer Documents