Download bab ii tinjauan pustaka PDF

Titlebab ii tinjauan pustaka
LanguageEnglish
File Size1.0 MB
Total Pages37
Document Text Contents
Page 1

5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA



Bab Tinjauan Pustaka berisikan tentang paparan dasar-dasar teori

dan referensi yang digunakan dalam penulisan Tugas Akhir “Analisis Time

Cost Trade Off Pada Pekerjaan Konstruksi”. Dasar teori yang digunakan

antara lain mengenai definisi dan jenis-jenis proyek, penjadwalan proyek,

kurva S, Rencana Anggaran Biaya, jaringan kerja CPM dan PDM, cost

slope, serta teori mengenai time cost trade off.

2.1 Proyek

2.1.1 Definisi Proyek

Sebuah proyek merupakan suatu upaya atau aktivitas yang

diorganisasikan untuk mencapai tujuan, sasaran, dan harapan-harapan

penting dengan menggunakan anggaran dana serta sumber daya yang

tersedia, yang harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu. (Nurhayati,

2010)

Dari definisi proyek di atas, terlihat bahwa ciri pokok proyek

adalah :

a. Memiliki tujuan yang khusus, produk akhir atau hasil kerja akhir.

b. Jumlah biaya, sasaran jadwal serta kriteria mutu dalam proses

mencapai tujuan telah ditentukan.

c. Bersifat sementara, dalam arti umurnya dibatasi oleh selesainya tugas.

Titik awal dan akhir ditentukan dengan jelas.

d. Nonrutin, tidak berulang-ulang. Jenis dan intensitas kegiatan berubah

sepanjang proyek berlangsung.

Page 2

6

2.1.2 Jenis-Jenis Proyek

Terdapat berbagai jenis kegiatan proyek, yakni kegiatan-kegiatan

yang terkait dengan pengkajian aspek ekonomi, masalah lingkungan,

desain engineering, marketing, dan lain-lain.

Secara realita, proyek dapat dibagi menjadi satu jenis tertentu,

karena umumnya merupakan kombinasi dari beberapa jenis kegiatan

sekaligus. Namun berdasarkan aktivitas yang paling dominan dilakukan

pada sebuah proyek, maka jenis-jenis proyek dapat dikategorikan pada :

a. Proyek Engineering Konstruksi

Aktivitas utama jenis proyek ini terdiri dari pengkajian kelayakan,

desain engineering, pengadaan, dan konstruksi

b. Proyek Engineering Manufaktur

Aktivitas proyek ini adalah untuk menghasilkan produk baru. Jadi

proyek manufaktur merupakan proses untuk menghasilkan produk

baru.

c. Proyek Pelayanan Manajemen

Aktivitas utama proyek ini adalah merancang program efisiensi dan

penghematan, diversifikasi, penggabungan dan pengambilalihan,

memberikan bantuan emergency untuk daerah yang terkena musibah,

serta merancang strategi untuk mengurangi kriminalitas dan

penggunaan obat-obatan terlarang.

d. Proyek Penelitian dan Pengembangan

Aktivitas utama proyek penelitian dan pengembangan adalah

melakukan penelitian dan pengembangan suatu produk tertentu.

e. Proyek Kapital

Proyek kapital biasanya digunakan oleh sebuah badan usaha atau

pemerintah meliputi pembebasan tanah, penyiapan lahan, pembelian

material dan peralatan, manufaktur dan konstruksi pembangunan

fasilitas produksi.

Page 18

22

Untuk kegiatan 2-4 :

EET 4 = EET 2 + D = 3 + 6 = 9

Untuk kegiatan 3-5 :

EET 5 = EET 3 + D = 7 + 5 = 12

Untuk kegiatan 4-5 :

EET 5 = EET 4 + D = 9 + 7 = 16

Kemudian pada kegiatan 5-6 dimana sebelumnya didahului oleh 2

kegiatan, yaitu kegiatan 3-5 dan kegiatan 4-5, dimana dasar jaringan

kerja menyatakan bahwa suatu kegiatan baru dapat dimulai bila kegiatan

yang mendahuluinya telah selesai. Maka untuk waktu mulai paling awal

kegiatan 5-6 adalah sama dengan waktu selesai paling awal yang

terbesar dari kegiatan sebelumnya, yaitu 16.

Jadi untuk kegiatan 5-6 :

EET 6 = EET 5 + D = 16 + 4 = 20



Tabel 2.2 Hasil perhitungan EET

Kegiatan
Durasi

Paling Awal

i j Mulai Selesai

1 2 3 0 3

2 3 4 3 7

2 4 6 3 9

3 5 5 7 12

4 5 7 9 16

5 6 4 16 20

Page 19

23
 

2.5.3.2 Hitungan Mundur

Perhitungan mundur dimaksudkan untuk mengetahui waktu atau

tanggal paling akhir dapat memulai dan mengakhiri masing-masing

kegiatan, tanpa menunda kurun waktu penyelesaian proyek secara

keseluruhan, yang telah dihasilkan dari hitungan maju. Hitungan mundur

dimulai dari ujung kanan (hari terakhir penyelesaian proyek) suatu

jaringan kerja. Perhitungan mundur ini digunakan untuk menghitung

LET (Latest Event Time). LET adalah peristiwa paling akhir atau waktu

paling lambat dari event. (Soeharto, 1995)



LET i = (LET j - D ij) min


Dimana :

LET i = waktu mulai paling lambat dari event i

LET j = waktu mulai paling lambat dari event j

D ij = durasi untuk melaksanakan kegiatan antara event i dan event j
Prosedur perhitungan LET :

Tentukan nilai LET peristiwa terakhir (paling kanan) sesuai dengan

nilai EET kegiatan terakhir.

Dapat dihitung nilai LET dari kanan ke kiri dengan rumus di atas.

Bila terdapat lebih dari satu kegiatan (termasuk dummy) maka

dipilih LET yang minimum.

Page 36

40
 

masing adalah 400 dan 800. Perpotongan antara waktu normal dan

biayanya menunjukkan biaya dasar yang rendah, dan dimulainya jadwal.

Titik pacu (crash point) menunjukkan waktu maksimum sebuah kegiatan

dapat dipercepat. Garis tebal menunjukkan kemiringan (slope), yang

mengasumsikan biaya pengurangan waktu kegiatan yang konstan tiap

satuan waktu.

Dengan mengetahui kemiringan kegiatan, manajer akan dapat lebih

mudah membandingkan kegiatan kritis mana yang akan dipercepat.

Perbandingan kemiringan dari semua kegiatan kritis memudahkan kita

untuk menentukan kegiatan mana yang akan dipercepat dalam rangka

meminimalisasi total biaya langsung. (Nurhayati, 2010)

Slope dapat dihitung dengan rumus :







2.8 Time Cost Trade Off

Dalam pelaksanaan sebuah proyek, ada beberapa alasan yang dapat

menjadi dasar untuk melakukan pengurangan durasi waktu dari sebuah

proyek. Salah satu alasan yang paling umum adalah adanya sesuatu yang

dikenal sebagai “Imposed Project Duration Date/Tanggal Waktu Proyek

Terbebani”. Imposed Project Duration Date ini terjadi karena adanya

pernyataan dari manajer perusahaan ataupun pimpinan suatu pemerintahan

kepada masyarakat bahwa proyek yang sedang dilaksanakan oleh timnya

akan selesai pada suatu waktu yang ditentukan.

Disamping alasan imposed project duration di atas, alasan seperti

adanya tekanan persaingan global, pemberian insentif kepada pelaksana

proyek jika proyek selesai lebih cepat, dan kemungkinan terjadinya sebab-

sebab yang tidak terduga seperti gangguan cuaca, kesalahan perancangan

awal, serta kerusakan mesin dan peralatan dapat menjadi sebab mengapa

durasi penyelesaian proyek harus dikurangi. Akan tetapi dalam upaya

Page 37

41
 

pengurangan durasi proyek ini, manajer proyek akan dihadapkan pada

kondisi trade off antara munculnya biaya yang lebih tinggi dari apa yang

telah diperkirakan sebelumnya.

Dalam proses mempercepat penyelesaian proyek dengan

melakukan penekanan waktu aktivitas, diusahakan agar pertambahan biaya

yang ditimbulkan seminimal mungkin. Disamping itu harus diperhatikan

pula bahwa penekanannya hanya dilakukan pada aktivitas-aktivitas yang

ada pada lintasan kritis.

Apabila penekanan dapat dilakukan pada aktivitas-aktivitas yang

tidak berada di lintasan kritis, maka waktu penyelesaian keseluruhan tidak

akan berkurang. Penekanan dilakukan lebih dahulu pada aktivitas-aktivitas

yang mempunyai cost slope terendah pada lintasan kritis.




Gambar 2.16 Grafik hubungan waktu dan biaya

Similer Documents