Download BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Keterampilan Membaca Pemahaman 1. Pengertian Membaca ... PDF

TitleBAB II KAJIAN PUSTAKA A. Keterampilan Membaca Pemahaman 1. Pengertian Membaca ...
LanguageEnglish
File Size361.3 KB
Total Pages47
Document Text Contents
Page 1

10


BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Keterampilan Membaca Pemahaman

1. Pengertian Membaca Pemahaman

Nurhadi (1995: 340) menyatakan bahwa secara umum orang menyatakan

membaca adalah suatu interpretasi simbol-simbol tertulis atau membaca adalah

menangkap makna dari rangkaian huruf tertentu. Membaca adalah

mengidentifikasikan simbol-simbol dan mengasosiasikannya makna. Membaca

juga dapat diterjemahkan sebagai proses mengidentifikasi dan komprehensi yang

menelusuri pesan yang disampaikan melalui sitem bahasa tulis.

Aminuddin (2010: 15) mengemukakan bahwa membaca disebut sebagai

kegiatan memberikan reaksi karena dalam membaca seseorang terlebih dahulu

melaksanakan pengamatan terhadap huruf sebagai representasi bunyi ujaran

maupun tanda penulisan lainnya. Reaksi itu lebih lanjut terjadi kegiatan rekognisi,

yakni pengenalan bentuk dalam kaitannya dengan makna yang dikandungnya

serta pemahaman yang keseluruhannya masih harus melalui tahap kegiatan

tertentu.

Reading is the act of constructing meaning while transacting with text.

just as we use information stored in schemata to understand and interact with the

world around us, so do we use this knowledge to make sense of print (R.R.

Martha 2005: 30). Berdasarkan pendapat tersebut dapat diketahui bahwa

membaca adalah suatu tindakan membangun makna saat bertransaksi dengan teks.

Sama seperti kita menggunakan informasi yang disimpan dalam skemata untuk

Page 2

11


memahami dan berinteraksi dengan dunia sekitar kita, jadi kita menggunakan

pengetahuan ini untuk memahami kata-kata yang dicetak.

Membaca bila dilihat berdasarkan keterampilan pembacanya

diklasifikasikan menjadi membaca pemahaman, membaca ekstensif, dan

membaca cepat. Sedangkan secara praktis, membaca juga dapat dibedakan

menjadi membaca lisan dan membaca dalam hati (Aleka A dan Achmad, H.P

2010: 77).

Dalam memahami suatu bacaan yang paling tepat adalah menggunakan

membaca dalam hati (H.G. Tarigan, 1985: 10). Membaca dalam hati sendiri dapat

diklasifikasikan seperti berikut.

a. Membaca ektensif

Membaca ekstensif merupakan proses membaca yang dilakukan secara luas,

bahan bacaan yang digunakan bermacam-macam dan waktu yang digunakan

singkat dan cepat. Broughton (H.G. Tarigan, 1985: 31) menyebutkan yang

termasuk dalam membaca ekstensif adalah membaca survei, membaca sekilas,

dan membaca dangkal.

b. Membaca intensif

Membaca intensif merupakan membaca bacaan secara teliti dan seksama

dengan tujuan memahaminya secara rinci. Membaca intensif merupakan salah

satu upaya untuk menumbuhkan dan mengasah kemampuan membaca secara

kritis. Membaca intensif dibagi menjadi membaca telaah isi dan membaca

telaah bahasa. Membaca telaah isi itu sendiri terbagi menjadi membaca teliti,

membaca pemahaman, membaca kritis, dan membaca ide (H.G. Tarigan, 1985:

Page 23

32


B. Penguasaan Kosakata

1. Pengertian Kosakata

Harimurti Kridalaksana (Djago Tarigan, 1991: 441) menjelaskan kosakata

sama dengan leksikon. Adapun yang dinamakan leksikon sebagai berikut.

a. Komponen bahasa yang memuat secara informasi tentang makna dan

pemakaian kata dalam bahasa.

b. Kekayaan kata yang dimiliki seseorang pembicara, penulis atau suatu bahasa;

kosakata, perbendaharaan kata.

c. Daftar kata yang disusun seperti kamus, tetapi dengan penjelasan yang singkat

dan praktis.

Pendapat lain dikemukakan oleh Soedjito (Djago Tarigan, 1991: 441) yang

berpendapat bahwa kosakata itu dapat diartikan sebagai berikut.

a. Semua kata yang terdapat dalam satu bahasa.

b. Kekayaan kata yang dimiliki oleh seorang pembicara atau penulis.

c. Kata yang dipakai dalam suatu bidang ilmu pengetahuan.

d. Daftar kata yang disusun seperti kamus disertai penjelasan secara singkat dan

praktis.

Burhan Nurgiyantoro (2010: 499) mengemukakan bahwa kosakata adalah

kekayaan kata yang dimiliki seorang pembicara, penulis, atau suatu bahasa.

Kosakata juga merupakan komponen bahasa yang memuat semua informasi

tentang makna dan pemakaian kata dalam bahasa.

Berdasarkan pengertian tersebut di atas, ternyata kosakata memegang

peranan yang sangat penting dalam pengajaran bahasa, sebab penguasaan

Page 24

33


kosakata seseorang sangat berpengaruh terhadap keterampilan berbahasa, baik

secara kuantitas maupun kualitas. Semakin kaya kosakata seseorang semakin

besar pula kemungkinan seorang itu terampil berbahasa. Oleh karena itu

pengajaran kosakata di sekolah dasar harus menjadi dasar bagi pengembangan

keterampilan berbahasa siswa.

Kosakata seseorang adalah keseluruhan kata yang berada dalam ingatan

seseorang, yang segera akan menimbulkan reaksi bila didengar atau dibaca.

Reaksi bahasa adalah mengenal bentuk bahasa itu dengan segala konsekuensinya,

yaitu memahami maknanya, melakukan tindakan-tindakan sesuai dengan amanat

kata itu. Ada kata yang lebih cepat menimbulkan reaksi, ada yang lebih lambat

sesuai dengan tingkat keintiman kosakata tersebut (Gorys Keraf, 2004: 80).

Berdasarkan definisi di atas, jelas bahwa penguasaan kosakata penting

untuk bisa belajar bahasa dengan baik. Kosakata adalah kata-kata yang dipahami

orang, baik maknanya maupun penggunaannya. Berbicara mengenai bahasa maka

hal itu tidak bisa terlepas dari kosakata. Seseorang harus mempunyai kosakata

yang cukup untuk bisa memahami apa yang dibaca.

Kosakata suatu bahasa adalah jumlah semua kosakata perseorangan dari

semua penutur bahasa itu (Hermina Sutami, 2008: 1). Burns, Roe, dan Ross

(1984: xi) mengungkapkan bahwa cabulary, a list of important terms with

which readers should be familiar, is included for students to review their

Berdasarkan pendapat tersebut dapat

diketahui bahwa kosa kata merupakan sebuah daftar istilah penting yang pembaca

Page 46

55


Kosakata yang dimiliki oleh siswa kelas IV SD kebanyakan berasal dari

kata-kata yang dapat dirasa, merupakan kosakata setiap hari kebanyakan orang,

telah dialami dan dihayati serta tidak akan dilupakan, merupakan benda-benda

universal, merupakan kata keadaan pokok, kata kerja pokok, dan lain-lain. Siswa

kelas IV SD mempelajari kosakata melalui dua cara terpenting yaitu mendengar

kata-kata itu sendiri dan mereka mengalaminya sendiri.

Terdapatnya membaca pemahaman inilah menjadikan kosakata perlu

untuk dikuasai, karena kosakata merupakan salah satu faktor kompetensi

kebahasaan yang sangat penting dalam membaca pemahaman (Tampubolon D.P,

1990: 241). Tujuan membaca pemahaman yang telah dikemukakan di atas akan

dapat dicapai dengan berpijak pada penguasaan yang dimiliki oleh siswa.

Semakin luas perbendaharaan kosakata siswa maka semakin baik pula

keterampilan membacanya dan akan berdampak pemahaman terhadap wacana

atau bacaan siswa tersebut juga akan menjadi meningkat. Siswa akan mudah

mengerti ide pokok yang disampaikan dalam bacaan, pesan tersirat dan tersurat

dari bacaan yang dibacanya pun akan mudah ditangkap oleh siswa tersebut. Hal

ini berarti jika siswa meguasai pundi-pundi kosakata yang banyak maka akan

memiliki keterampilan membaca pemahaman yang baik pula.

Berdasarkan uraian tersebut, penting untuk diketahui seberapa tingkat

signifikasi penguasaan kosakata mempengaruhi keterampilan membaca

pemahaman, agar guru mengetahui bahwa keterampilan membaca pemahaman itu

berpijak pada penguasaan kosakata yang dimiliki siswa serta menjadi bekal agar

guru dapat mengajarkan membaca pemahaman kepada siswa dengan baik,

Page 47

56


sehingga siswa dapat memahami suatu bacaan dengan baik dan memenuhi tujuan

dari membaca pemahaman yang ditelah ditetapkan di dalam kurikulum sekolah

tersebut.

F. Hipotesis Penelitian

Berdasarkan deskripsi teori dan kerangka pikir yang telah diuraikan di

atas, maka dapat diajukan hipotesis penelitian yaitu: rdapat pengaruh

signifikan penguasaan kosakata terhadap keterampilan membaca pemahaman

siswa kelas IV SD Negeri se-Kelurahan Minomartani, Ngaglik, Sleman, Tahun

Similer Documents