Download BAB 2 PDF

TitleBAB 2
File Size991.4 KB
Total Pages67
Document Text Contents
Page 1

PROPOSAL KARYA TULIS ILMIAHPROPOSAL KARYA TULIS ILMIAH

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN SKIZOFRENIA DENGAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN SKIZOFRENIA DENGAN RESIKORESIKO

PERILAKU KEKERASAN DIRUANG NUSA INDAH RSUD PERILAKU KEKERASAN DIRUANG NUSA INDAH RSUD Dr.SOEDOMODr.SOEDOMO

KABUPATENTRENGGALEKKABUPATENTRENGGALEK

STUDI KASUSSTUDI KASUS

Disusun Oleh :Disusun Oleh :

FERI CHRISTIANFERI CHRISTIAN

NIM : 15.014NIM : 15.014

PEMERINTAPEMERINTAH H KABUPATEN TRENGGALEKKABUPATEN TRENGGALEK

DINAS KESEHATANDINAS KESEHATAN

AKADEMI KEPERAWATAN PEMKAB TRENGGALEKAKADEMI KEPERAWATAN PEMKAB TRENGGALEK

EE -m-maaiil : l : [email protected][email protected]

WebWebsisite te : : wwwwww.akpe.akperr-tr-treengngggalealekk.co.i.co.idd

Jln. Dr. Soetomo No. 5 Telp/Fax (0355) 791293 Kode Pos 66312Jln. Dr. Soetomo No. 5 Telp/Fax (0355) 791293 Kode Pos 66312

TRENGGALEKTRENGGALEK

20172017

Page 33

melukai disertai melukai pada tingkat ringan, dan yang paling berat adalah melukai/merusak

secara serius. Klien tidak mampu mengendalikan diri. (Nita Fitria, 2010).

2.2.5 Mekanisme Koping

Mekanisme koping adalah setiap upaya yang diarahkan pada penatalaksanaan stress,

termasuk upaya penyelesaian mesalah langsung dan mekanisme pertahanan yang digunakan

untuk melindungi diri.Kemarahan merupakan ekspresi dari rasa cemas yang timbul karena

adanya ancaman. Beberapa mekanisme koping yang dipakai pada klien marah (Iyus Yosep,

2011)

1) Sublimasi

Menerima suatu sasaran pengganti artinya dimata masyarakat untuk suatu dorongan yang

mengalami hambatan penyalurannya secara normal. (Iyus Yosep, 2008).

2) Proyeksi

Menyalahkan orang lain mengenai kesukarannya atau keinginannya yang tidak

 baik. (Iyus Yosep, 2009).

3) Represi

Mencegah pikiran yang menyakitkan atau membahayakan masuk kea lam sadar.

4) Reaksi Formasi

Mencegah keinginan yang berbahaya bila diekspresikan, dengan melebih-lebihkan sikap dan

 perilaku yang berlawanan dan mengguanakannya sebagai rintangan. (Iyus Yosep,

2008).

5) Displacement

Melepaskan perasaan yang tertekan biasanya bermusuhan, pada obyek yang tidak

 begitu berbahaya seperti yang pada mulanya yang membangkitkan emosi itu.

(Iyus Yosep, 2008)

2.2.6 Perilaku

Page 34

Perilaku yang berkaitan dengan perilaku kekerasan antara lain :

1) Menyerang atau menghindar, pada keadaan ini respon fisiologis timbul karena

kegiatan system saraf otonom beraksi terhadap sekresi epinephrine yang

menyebabkan tekanan darah meningakat, takikardi, wajah merah, pupil melebar,

sekresi HCL meningkat, peristaltic gaster menurun, pengeluaran urine dan saliva

meningkat, konstipasi, kewaspadaan juga meningkat disertai ketegangan otot,

seperti rahang terkatup, tangan dikepal, tubuh menjadi kaku dan disertai reflek

yang cepat. (Iyus Yosep, 2008).

2) Menyatakan secara asertif, perilaku yang sering ditampilkan individu dalam

mengekspresikan kemarahannya yaitu dengan perilaku pasif, agresif, dan asertif.

(Iyus Yosep, 2008).

3) Memberontak, perilaku yang biasanya disrtai alkibat konflik perilaku “acting out”

untuk menarik perhatian orang lain. Perilaku kekerasan.Tindak kekerasan atau

amuk yang ditujukan kepada diri sendiri, orang lain maupun lingkungan. (Iyus

Yosep, 2008).

2.2.7 Akibat Dari Perilaku Kekerasan

Kien dengan perilaku kekerasan dapat menyebabkan resiko tinggi mencederai

diri, lingkungan dan orang lain. Resiko mencederai merupakan suatu tindakan

yang kemungkinan dapat melukai/membahayakan diri, orang lain, dan

lingkungan. (Iyus Yosep, 2008).

2.2.8 Penatalaksanaan

1) Pengobatan medik

Beberapa obat yang digunakan untuk mengatasi perilaku agresif antara lain : (Iyus

Yosep, 2008).

a) Anti ansietas hipnotik sedaif, contohnya Diazepam (Valium).

Page 67

Daftar pustaka

Kesehatan jiwa dan psikiarti : pedoman klinis perawat / linda carman copel ; alih bahasa,

akemat ; editor edisi bahasa indonesia, devi yulianti, Pamilih Eko Karyuni .-ed.2-Jakarta :

EGC, 2007.

Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa / Willy F. Maramis _Cet. 9 _Surabaya: Airlangga University

Press, 2005.

Keliat, B., et al . (2010). Model Praktik

 Keperawatan Profesional Jiwa.

EGC. Jakarta.

Maramis, (2005), Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa, Cetakan Kesembilan, Surabaya : Airlangga

University Press.

Yoseph I, (2008), Keperawatan Jiwa, Cetakan pertama, Bandung : PT, Refika Aditama.

Yoseph, Iiyus, (2011), Keperawatan Jiwa, Bandung : Refika Aditama.

Model Praktik Keperawatan Profesional jiwa/ Editor ,Budi Ana keliatAkemat: editor

 penyelaras,Monica Ester,-jakarta :EGC, 2009

Stuart and Laraia. 2005.  Principles and practice of Psichiatric Nursing. (5th Ed). Medical

Universityof South Carolina.

Stuart, G,W, & Sundeen. S,J, (2005), Buku Saku Keperawatan Jiwa, Edisi ke-4, Jakarta

Mosby, Inc.

Fitria, Nita 2010, Prinsip Dasar dan Aplikasi Penulisan SP dan SP, Jakarta : Salemba Medika.

Buku Ajar Keperawatan Jiwa Farida Kusumiati dan Yudi Hartono-Jakarta:Salemba, 2010

Similer Documents