Download Anestesi Pada Eklampsia PDF

TitleAnestesi Pada Eklampsia
File Size331.7 KB
Total Pages36
Document Text Contents
Page 1

1


BAB I

PENDAHULUAN



Eklampsia merupakan penyebab dengan peningkatan risiko morbiditas dan mortalitas

maternal dan perinatal. Insiden preeklampsia dan eklampsia di negara berkembang di Amerika

Utara dan Eropa sama dengan di USA. Insiden preeklampsia berkisar 5-10% dan eklampsia 5-7

pada setiap kelahiran.
2
. Di Indonesia pre-eklampsia dan eklampsia berkisar 1,5 % sampai 25 %.

Komplikasi signifikan yang mengancam jiwa ibu akibat eklampsia adalah edema pulmonal,

gagal hati dan ginjal, DIC, sindrom HELLP dan perdarahan otak.


Eklampsia disebut dengan antepartum, intrapartum, atau pascapartum. Bergantung pada

apakah kejang muncul sebelum, selama atau sesudah persalinan. Eklampsia paling sering terjadi

pada trimester terakhir dan menjadi semakin sering menjelang aterm.

Pemilihan teknik anestesi pada pasien preeklampsia-eklampsia tergantung dari berbagai

faktor, termasuk cara persalinan (per vaginam, bedah Caesar) dan status medis dari pasien

(adanya koagulopati, gangguan pernafasan, dll). Jika persalinan dilakukan secara bedah Caesar

maka pemilihan teknik anestesia di sini termasuk epidural, spinal, combine spinal-epidural dan

anestesia umum. Spinal anestesi lebih menjadi pilihan pada bedah Caesar dibanding anestesi

regional yang lain dikarenakan efek samping yang lebih kecil.

Page 18

18


Caesar harus dipertimbangkan dengan hati-hati dan pemberian cairan lebih dari 500 ml, kecuali

untuk menggantikan kehilangan darah, semestinya dilakukan dengan hati-hati..



 TATALAKSANA ANESTESI

Penanganan preeklampsia berat dan eklamsia dalam bidang obstetri sama, kecuali

pelaksanaan tindakan terminasi dari kehamilan. Pada preeklampsia berat persalinan harus

dilakukan dalam 24 jam, sedangkan pada eklampsia persalinan harus terjadi dalam waktu 12 jam

setelah timbul gejala eklampsia. Jika ada gawat janin atau dalam 12 jam tidak terjadi persalinan

dan janin masih ada tanda-tanda kehidupan harus dilakukan bedah Caesar. Masalah koagulopati

merupakan hal yang perlu dipertimbangkan sebelum tindakan operasi pada pasien preeklampsia/

eklampsia. Bedah Caesar pada eklampsia merupakan tindakan darurat, anestesi umum

merupakan pilihan pertama kecuali bila pasien sudah terpasang kateter epidural.Waktu persiapan

untuk tindakan anestesi sangat pendek. Persiapan yang dilakukan untuk anestesi umum dan

regional tidak jauh berbeda pada pasien dengan kehamilan. Pencegahan aspirasi dengan

mengosongkan lambung, neutralisasi asam lambung dan mengurangi produksi asam lambung

dilakukan sebelum tindakan anestesi dilakukan. Persiapan dimulai dari pemeriksaan jalan nafas,

ada tidaknya distress pernafasan, tekanan darah, kesadaran pasien dan pemeriksaan darah.

Edema dari jalan nafas yang mungkin terjadi pada pasien tersebut menyebabkan kesulitan untuk

intubasi. Intubasi sadar dapat dilakukan pada edema jalan nafas dan distress yang mungkin

disebabkan aspirasi pada saat kejang. Jalan nafas orotrakeal yang disediakan lebih kecil dari

ukuran wanita dewasa. Dengan pemberian anestesi topical yang baik, intubasi sadar dapat

dilakukan dengan baik. Dilakukan pemberian anestesi topical dengan lidokain spray. Tekanan

darah pasien preeklampsia/ eklampsia diturunkan sedemikian rupa sehingga tidak terjadi

Similer Documents