Download Akses Ke Pelayanan & Kontinuitas Pasien PDF

TitleAkses Ke Pelayanan & Kontinuitas Pasien
File Size278.1 KB
Total Pages18
Document Text Contents
Page 1

http://akreditasi.web.id/2012/
http://akreditasi.web.id/2012
http://akreditasi.web.id/2012/?page_id=1254
http://akreditasi.web.id/2012/?page_id=1256
http://akreditasi.web.id/2012/?page_id=1259
http://akreditasi.web.id/2012/?page_id=1665
http://akreditasi.web.id/2012/?page_id=1898
http://akreditasi.web.id/2012/?page_id=2489
http://akreditasi.web.id/2012/?page_id=120
http://akreditasi.web.id/2012/?page_id=1170
http://akreditasi.web.id/2012/?page_id=2

Page 2

http://gretha.web.id/akreditasi/?page_id=348
http://gretha.web.id/akreditasi/?page_id=620
http://gretha.web.id/akreditasi/?page_id=690

Page 9

Apabila pasien pindah dari satu fase pelayanan ke fase selanjutnya, staf yang bertanggung jawab

terhadap pelayanan pasien dapat berubah atau tetap.

* Elemen penilaian APK.2.1

1. Staf yang bertanggung jawab untuk koordinasi pelayanan selama pasien dirawat diketahui

dan dikenali.[W=Px,Kelg., Kebijakan]

2. Staf tersebut mampu menerima tanggung jawab untuk melaksanakan pelayanan

pasien.[W=Staf]

3. Staf tersebut dikenali oleh seluruh staf rumah sakit.[W=Staf, Kebijakan]

4. Staf melengkapi dokumen rencana pelayanan pasien didalam status.[DP, Kebijakan]

5. Perpindahan tanggung jawab pelayanan pasien dari satu individu ke individu yang lain

dijabarkan dalam kebijakan rumah sakit.[DP, Kebijakan]



# PEMULANGAN PASIEN, RUJUKAN DAN TINDAK LANJUT

• Standar APK.3.

Ada kebijakan untuk rujuk dan memulangkan pasien.

* Maksud dan tujuan APK.3.

Merujuk pasien dokter lain di luar rumah sakit atau ke rumah sakit lain, memulangkan pasien ke

rumah atau ke tempat keluarga harus berdasarkan status kesehatan pasien dan kebutuhan akan

kelanjutan pelayanan. DPJP atau staf lain yang bertanggung jawab atas pelayanan pasien tersebut,

harus menentukan kesiapan pasien untuk dipulangkan oleh rumah sakit. Dapat dipakai kriteria untuk

menentukan pasien siap dipulangkan. Kebutuhan pelayanan berkelanjutan dapat berarti rujukan ke

dokter spesialis, terapis rehabilitasi atau kebutuhan pelayanan preventif yang dilaksanakan di rumah

oleh keluarga. Proses yang terorganisir dibutuhkan untuk memastikan bahwa kebutuhan pelayanan

berkelanjutan ditangani oleh ahli yang tepat di luar rumah sakit dan apabila diperlukan proses ini

dapat mencakup transfer pasien ke rumah sakit lain. Bila ada indikasi, rumah sakit dapat membuat

rencana kontinuitas pelayanan yang diperlukan pasien sedini mungkin. Keluarga pasien dilibatkan

dalam perencanaan proses pemulangan atau transfer.

Apabila rumah sakit mengizinkan pasien meninggalkan rumah sakit dalam satu waktu tertentu untuk

hal tertentu, seperti cuti ada kebijakan dan prosedur tetap untuk proses tersebut.

* Elemen penilaian APK.3.

1. Merujuk atau memulangkan pasien berdasarkan atas status kesehatan dan kebutuhan

pelayanan selanjutnya.[W=staf, Pedoman]

2. Ada ketentuan atau kriteria bagi pasien yang siap untuk dipulangkan.[Pedoman]

Page 17

4. Di status pasien yang pindah dicatat kondisi spesifik/khusus sehubungan dengan proses

pindah.[DP, Pedoman]

5. Di status pasien yang pindah dicatat segala perubahan dari kondisi/status pasien selama

proses transfer.[DP, Pedoman]

# TRANSPORTASI

• Standar APK.5.

Proses rujukan, transfer dan pemulangan pasien rawat inap atau rawat jalan, termasuk rencana

memenuhi kebutuhan transportasi pasien.

• Maksud dan tujuan APK.5.

Proses untuk merujuk, transfer dan memulangkan pasien mencakup pengertian akan jenis

transportasi yang dibutuhkan pasien. Jenis transportasi bervariasi, mungkin dengan ambulance atau

kendaraan lain milik rumah sakit, kendaraan milik keluarga atau teman. Kendaraan yang

dipergunakan tergantung kepada kondisi dan status pasien.

Apabila kendaraan transportasi milik rumah sakit, membutuhkan surat perintah jalan yang relevan

dengan hukum dan peraturan yang berlaku berkenaan dengan pengoperasian, kondisi dan

pemeliharaan. Rumah sakit mengidentifikasi situasi transportasi yang mempunyai risiko terkena

infeksi dan menerapkan strategi untuk mengurangi risiko tersebut. Kebutuhan obat-obatan, medika

mentosa dan kebutuhan lainnya didalam kendaraan didasarkan tipe dari pasiennya.

Sebagai contoh : mengantar pasien Geriarti pulang dari pelayanan rawat jalan sangat lain dengan

kebutuhan pasien yang dirujuk karena infeksi berat atau luka bakar.

Apabila rumah sakit mengadakan kontrak untuk pelayanan transportasi, rumah sakit harus yakin

bahwa kontraktor mempunyai standar untuk pasien dan keselamatan kendaraan.

Dalam semua kasus, rumah sakit mengadakan evaluasi terhadap kualitas dan respons terhadap

keluhan tentang penyediaan atau pengaturan transportasi.

• Elemen penilaian APK.5.

1. Terdapat penilaian terhadap kebutuhan transportasi apabila pasien dirujuk ke pusat layanan

yang lain, transfer ke penyedia layanan yang lain atau siap pulang dari rawat inap atau

kunjungan rawat jalan.[Pedoman]

2. Transportasi disediakan atau diatur sesuai dengankebutuhan dan status pasien.[Pedoman]

3. Kendaraan transportasi milik rumah sakit memenuhi hukum dan peraturan yang berlaku

berkenaan dengan pengoperasian, kondisi dan pemeliharaan kendaraan.[W.staf, DP]

4. Pelayanan transportasi dengan kontrak disesuaikan dengan kebutuhan rumah sakit, kualitas

dan keamanan transportasi.[DP]

Similer Documents