Download 23. Perkembangan Belajara Peserta Didik PDF

Title23. Perkembangan Belajara Peserta Didik
File Size1.1 MB
Total Pages240
Document Text Contents
Page 120

Pada periode anak sekolah, kepribadian anak belum terbentuk sepenuhnya
seperti pada orang dewasa. Kepribadian mereka masih dalam proses pengembangan.
Namun demikian, karakteristik anak secara sederhana dapat dikelompokan atas: (1)
kelompok anak yang mudah dan menyenangkan, (2) anak yang biasa-biasa saja, dan
(3) anak yang sulit dalam penyesuaian diri dan sosial, khsususnya dalam melakukan
kegiatan pembelajaran di sekolah.

Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Kepribadian

Studi mengenai perkembangan pola kepribadian mengungkapkan bahwa ada
tiga faktor yang menentukan perkembangan kepribadian sesorang termasuk peserta
didik usia SD/MI.
1. Faktor bawaan, termasuk sifat-sifat yang diturunkan secara genetik dari orang

tua kepada anaknya, misalnya sifat sabar anak dikarenakan orang tuanya juga
memiliki sifat sabar. Demikian juga, wawasn sosial anak dipengaruhi oleh
tingkat kecerdasannya

2. Pengalaman awal dalam lingkungan keluarga ketika anak masih kecil.
Pengalaman itu membentuk konsep diri primer yang sangat mempengaruhi
perkembangan kepribadian anak dalam mengadakan penyesuaian diri dan sosial
pada perkembangan kepribadian periode selanjutnya.

3. Pengalaman kehidupan selanjutnya dapat memperkuat konsep diri dan dasar
kepribadian yang sudah ada, atau karena pengalaman yang sangat kuat sehingga
mengubah konsep diri dan sifat-sifat yang sudah terbentuk pada diri seseorang.


Pada perkembangan kepribadian anak, tidak ada kepribadian dan sifat-sifat

anak yang benar-benar sama. Tiap anak adalah individu yang unik dan mempunyai
pengalaman belajar dalam penyesuaian diri dan sosial yang berbeda secara pribadi.
Selain itu, hal penting dalam perkembangan kepribadian adalah persistensi atau
ketetapan dalam pola kepribadian. Artinya, terdapat kecenderungan bagi beberapa
ciri sifat kerpibadian yang menetap dan relatif tidak berubah sehingga mewarnai
perilaku seseorang secara khusus. Persistensi dapat disebabkan oleh kondisi bawaan
anak, pendidikan yang dialami/ diterima anak, nilai-nilai orang tua dan lingkungan
kelompok teman sebaya, serta peran dan pilihan anak ketika berinteraksi dengan
lingkungan sosial.

Persistensi diperlukan karena dapat menjadi landasan yang kuat, yang dapat
menjamin penyesuaian anak. Mereka dapat segera mengetahui dan bertindak dengan
cepat dan tepat apabila ada perkembangan kepribadian yang agak menyimpang.
Perubahan dapat saja terjadi karena perubahan fisik yang pesat, perubahan

Perkembangan Belajar Peserta Didik 3 -


31

Similer Documents